Ketua Osis Kejam

Ketua Osis Kejam
Extra part 36


__ADS_3

Happy Reading Guys :)


^^^


Keesokan harinya, Elsa berpamitan kepada Kevin untuk menemui adik sepupunya yang tak lain Aurora. Elsa tau betapa terpukulnya adik sepupunya atas meninggalnya tantenya, Hana. dan dia ingin menamani adik sepupunya agar tidak terus menerus bersedih atas meninggalnya sang bunda.


" Elsa berangkat sekarang ya, Dad. " Elsa yang sudah bersiap-siap menuju kediamanan unclenya.


" Iyaa, hati-hati. " Kevin tersenyum ke arah putrinya.


" Assalamualaikum. " Elsa mencium punggung Daddynya sebelum pergi.


" Waalaikumsalam. " Ujar Kevin dan Elsa langsung pergi meninggalkan daddynya.


Setelah Elsa pergi dari ruang rawat Kevin serta Kristal. Para Dokter pun datang mengecek kondisi mereka berdua.


Ceklek ...


" Permisi Tuan, Kami akan mengecek kondisi tuan dan nona Kristal. " Salah satu dokter pria pun menghampiri Kevin dan Dokter wanita menghampiri Kristal, setelah mendapat anggukan dari Kevin.


" Kondisi tuan sudah sedikit membaik, di harapkan selalu meminum obatnya yang teratur. " ujar dokter pria tersebut setelah mengecek kondisi Kevin.

__ADS_1


" Terimakasih, Dok. " ujar Kevin.


" Sama-sama tuan. " Dokter itu menunduk hormat dan tak lama dokter wanita yang mengecek kondisi Kristal menghampiri Kevin.


" Gimana kondisi putri ku, Na ? " ujar Kevin yang begitu akrab dengan dokter wanita tersebut. Karna dokter wanita itu merupakan sahabatnya semasa kecil dulu.


" Kondisi Kristal sudah membaik. Seharusnya dia sudah sadar sekarang, Vin. " ujar Dokter wanita itu yang bernama Gina.


" Tapi dari semalam sampai sekarang dia belum juga sadar. Apa ada masalah ? " ujar Kevin dengan bingung.


" Hufftt, mungkin di alam bawah sadarnya. Dia enggan untuk bangun. " Ucapan sahabatnya mampu membuat Kevin terdiam.


" Apa semalam Kristal mendengarnya ? " Batin Kevin bertanya-tanya.


" Ahh apa, Na ? " Kevin terkejut dengan tepukan di bahunya.


" Kau kenapa ? " Dokter Gina mencoba bertanya.


" Gak papa. Btw makasih, selama ini udah ngerawat Kristal. " ujar Kevin dengan tersenyum tulus.


" Itu sudah kewajiban ku sebagai seorang dokter untuk merawat pasiennya. Kalau begitu kami permisi dulu, masih ada pasien yang perlu di cek. " ujar Gina dan diangguki Kevin.

__ADS_1


Setelah kedua dokter itu keluar, Kevin mencoba bangkit dari ranjangnya dan berjalan ke ranjang rawat putrinya.


" Baby, apakah kau sudah sadar ? " Kevin mencoba mengusap pucuk kepala putrinya dengan sayang.


Kristal yang mendengar suara daddynya serta usapan di pucuk kepalanya, menangis dalam diam. Dia takut daddynya juga membenci dirinya dan itu yang membuat dirinya enggan untuk bangun. Walaupun ada keinginan untuk bangun, tapi matanya sangat susah untuk di buka.


" Maafin Krista, Dad. " Batin Kristal dengan menangis.


" Daddy mohon bangunlah sayang. Dad, tidak membenci mu. Dad, mohon bangunlah. " ujar Kevin dengan mencium punggung tangan Kristal.


Kristal yang mendengarnya tersenyum. Ternyata Daddynya tak membenci dirinya dan ingin sekali dia membuka matanya, tapi itu semua tak bisa.


" Jika kau bisa mendengar perkataan Daddy. Dad, mohon gerakkan jari mu. " ujar Kevin yang mulai memerhatikan jari-jari tangan putrinya, siapa tau jari itu bergerak.


Kristal yang mendengarnya, mencoba menggerakkan jari telunjuk kanannya. Walaupun sedikit susah, akhirnya dirinya bisa menggerakkannya.


Kevin yang sedang memerhatikan jari-jari tangan putrinya, terkejut melihat jari telunjuk kanan putrinya bergerak dan itu membuat dirinya bahagia, ternyata putrinya bisa mendengarnya.


" Dad, seneng kau bisa mendengarnya dan cobalah untuk buka mata mu. Dad, akan menunggunya. " ujar Kevin yang langsung mencium kening Kristal dengan menitikkan air matanya.


Kristal yang merasakan kecupan di keningnya, serta air mata yang terjatuh di keningnya. Membuat dia ingin sekali memeluk Daddynya.

__ADS_1


See you guys 😘


__ADS_2