Ketua Osis Kejam

Ketua Osis Kejam
Extra part 28


__ADS_3

Happy Reading Guys :)


^^^


Abraham Hospital


Racquel, Stella dan juga Rafi sudah tiba di Abraham Hopistal. Dimana Rs tersebut di bangun Danu Abraham pertama kali sejak dia menjadikan perusahaannya sukses di Asia, dimulai dari Rs yang kecil sampai sebesar sekarang ini dan bahkan Abraham Hospital adalah Rs yang sudah terkenal di belahan dunia yang memberikan pelayanan terbaik serta alat-alat medis yang cukup lengkap.


Setibanya di bangsal 7, mereka melihat sosok pria paruh baya yang mengenaskan tengah tertidur lemah dengan berbagai alat medis di sekujur tubuhnya langsung menghampirinya.


" Pa-papaa. " lirih Stella dengan genangan air yang sudah berkumpul di pelupuk matanya.


" Ayo bangun, pa. " ujar Racquel dengan mengguncang-guncangkan tubuh suaminya.


" Hikss ... Jangan tinggalin mama, pa. Hikss. " Racquel tak sanggup membendung air matanya melihat kondisi suaminya yang separah ini dengan memeluk tubuh suaminya.


Sedangkan Stella telah menangis terisak di dalam dekapan sang suami, sungguh dia sangat takut papanya meninggalkannya. Semua kenangan semasa kecilnya terlintas di memori otaknya. Dimana saat dia berumur 5 tahun, dia sedang bermain di sebuah tempat wisata dengan di temani sang papa dan sesekali papanya mengendong dirinya di belakang punggungnya atau ala bridal style.


Dia masih ingin bersama dengan papanya, menghabiskan sisa waktunya seperti dulu dengan sang papa dan dia ingin melihat keluarganya menghabiskan waktu bersama-sama.

__ADS_1


" Hikss ... Stella gak ingin papa ninggalin Stella, hiksss. " ujar Stella yang masih menangis di dalam dekapan sang suami.


" Shutt ... jangan pernah mengatakan hal seperti itu. " ujar Rafi dengan mengusap rambut belakang istrinya, mencoba memberikan ketenangan dan jujur saja, dia juga sama sedihnya dengan mereka. melihat papa mertunya yang begitu menyayanginya seperti putranya sendiri sedang terbujur kaku dengan peralatan medis yang melekat di tubuhnya.


Tapi dia tak ingin memperlihatkan kesedihannya, jangan sampai dengan dia menangis bisa membuat kedua wanita itu makin terisak dan biarlah sekarang ini dia memberikan ketenangan ke kedua wanita itu.


Sedangkan di Alexander Hospital. Kristal dan juga Pratama masih belum ada tanda-tanda akan bangun dari masa komanya. Erlan masih setia menemani mereka saat keluarga omnya pamit pulang.


Erlan memandangi wajah damai Kristal yang sedang tertidur, seulas senyum terbit di bibirnya. Ingin sekali dia mengatakan bahwa dia sangat mencintainya, tapi itu tidak akan mungkin mengingat bahwa Kristal adiknya dan akan terus seperti itu.


Tapi yang namanya cinta tidak akan memerdulikan status, tahta, jabatan, agama maupun umur. Jika cinta sudah berlabuh, kita tak bisa mengelaknya dan akan terus seperti itu. Tinggal menunggu waktu saja yang akan menjawabnya.


" Gua masih gak percaya, hati gua udah gua serahin ke bocil ini. " ujar Erlan dengan tersenyum.


Tokk ... tok ...


Suara ketukan pintu, langsung membuat Erlan melepaskan genggamannya dan tak lama masuklah satu orang dokter bersama seorang perawat.


" Permisi tuan, kami akan mengecek kondisi pasien terlebih dahulu. " ujar seorang dokter wanita dan Erlan pun langsung bangkit dari duduknya.

__ADS_1


Dokter serta perawat itu pun langsung memeriksa kondisi Kristal dan Kevin. Sedangkan Erlan hanya melihatnya dan setelah memeriksa kondisi mereka, Dokter pun langsung menghampiri Erlan.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy Valentine Days, Guys :)

__ADS_1


Jangan lupa ya like, rate serta komennya :) Kalau bisa votenya juga 😅


See you next time guys 😘


__ADS_2