Ketua Osis Kejam

Ketua Osis Kejam
Extra part 6


__ADS_3

London, Inggris.


Sudah seminggu Anjel dan Kevin meninggalkan anak-anaknya untuk melakukan perjalanan bisnis yang harus mereka sendiri yang melakukannya.


Hari ini adalah hari terakhir pertemuan dengan Client mereka di salah satu restoran terkenal di kota London yang termasuk salah satu restoran di Eropa milik Mommynya Raisya yang sekarang sudah di berikan kepada kakak keduanya.


" Good Afternoon Mr. Bram, Maaf menunggu lama. " Ujar Kevin yang baru tiba dan langsung berjabat tangan dengan Pria paruh baya tersebut.


" Good Afternoon, Mr. Kevin. silahkan. " ujar Pria paruh baya tersebut dengan mempersilahkan Kevin dan Anjel yang juga menemani Kevin menggantikan sekretaris Gio.


" Sebelumnya saya minta maaf telah membuat Mr. Bram menunggu dan perkenalkan Istri saya Anjel yang akan menggantikan sekretaris saya. " ujar Kevin yang memperkenalkan istrinya.


" Bram Hutomo, senang bertemu dengan nyonya Alexander. " ujar Mr. Bram dengan mengulurkan tangannya.


" Anjel Cecilia Wijaya. Nice too meet you, Mr. Bram. " ujar Anjel yang tersenyum dan menyambut uluran tangan tersebut.


Setelah itu mereka pun membicarakan tentang kerja sama yang akan di jalankan kedua perusahaan mereka dan membicarakan keuntungan serta kerugian dari kerja sama tersebut.


Jam berjalan dengan sangat cepat, sudah Dua jam mereka membicarakan tentang kerja sama yang akan di jalankan dan kini kedua sudah sepekat dengan kerja sama tersebut.


" Senang bekerja sama dengan Mr. Kevin. " Ujar Bram dengan mengulurkan tangannya.


" Begitupun saya, saya senang bekerja sama dengan Mr. Bram. " ujar Kevin menjabat tangan Mr. Bram dan setelah itu mereka meninggalkan Restoran tersebut menuju Airport karna sekitar Dua jam lagi pesawat mereka take off.


Setiba di Airport mereka langsung memasukinya dengan di jaga dua Bodyguard di belakang mereka dan langkah Anjel terhenti membuat Kevin otomatis ikutan berhenti.


" Kenapa, sayang ? " ujar Kevin dengan menatap istrinya.


" Anjel kebelet, tungguin ya aku mau ke toilet dulu. " ujar Anjel yang langsung berlari menuju toilet meninggalkan Kevin yang masih terdiam.


" Maaf tua, apakah saya harus mengikuti Nyonya ? " ujar salah satu Bodyguardnya dengan menunduk.


" Tidak perlu, biar saya saja dan kalian tunggu disini. " ujar Kevin yang langsung berlalu mengikuti istrinya, takut terjadi apa-apa dengan istrinya karna banyak musuh yang ingin mencelakai keluarga Abraham.

__ADS_1


Sesampainya di Toilet, Anjel langsung masuk kedalam dan dia mendengar suara tangisan bayi dari balik salah satu bilik.


" Suaranya dari sini. " Anjel berhenti di bilik paling pojok dan langsung membuka, dia pun terbelalak melihat seorang bayi di atas wc duduk yang menurutnya sengaja di tinggalkan.


Anjel pun langsung mengendong bayi tersebut, begitu cantiknya bayi tersebut dengam bola mata kebiruan, kulit putih bersih dan dia melihat ada sepucuk kertas yang berada di bawah kalung Kristal biru.


Anjel pun langsung mengambil kalung tersebut yang langsung di pakaikan ke bayi tersebut, tak lupa dia pun mengambil kertas tersebut dan membacanya.


Bagi yang menemukan bayi ini, harap untuk membawanya, jika perlu bunuhlah bayi ini dan Jangan biarkan bayi itu muncul di kota ini, jangan sesekali untuk memberikan kalung kristal tersebut kepadanya jika dia besar nanti.


Terimalah duit di dalam tas amplop coklat yang saya selipkan di bawah baju bayi itu, sebagai uang tutup mulut dan saya tak menginginkan bayi tersebut


Anjel yang membacanya seketika kesal, mana ada orang tua yang rela membuang buah hatinya, apa mereka tak memikirka betapa susahnya orang di luar sana dalam memiliki seorang anak dan sekarang mereka dengan gampang membuang bayinya bahkan menyuruh membunuhnya, sungguh orang tua berhati iblis.


" Kasihan sekali kau, sayang. " ujar Anjel yang menangis melihat bayi cantik ini yang telah di buang orang tuanya sendiri.


" Sayang, kau disini rupanya. Bayi siapa ini ? " ujar Kevin yang menyentuh pipi bayi tersebut.


" Aku tak tau, bayi ini telah di buang dan orang tuanya dengan teganya menyuruh membunuhnya. " ujar Anjel dengan memberikan kertas tersebut dan Kevin langsung mengambilnya.


" Sayang, kita bawa pulang saja ya. " ujar Anjel dengan mata yang berkaca-kaca melihat nasib malang bayi ini dan untuk bayi ini di temukan olehnya bukan dengan orang jahat yang akan dengan mudahnya membunuh bayi tersebut.


" Baiklah, pasti Erlan dan Elsa senang punya adik baru. " ujar Kevin yang tersenyum.


" Makasih dan kita namain bayi ini Kristal Agnesia Abraham. " ujar Anjel dengan tersenyum senang dan dia ikhlas merawat bayi cantik ini.


" Iyaa, kau sudah ke toiletnya ? sebentar lagi pesawat kita take off. " ujar Kevin yang mengambil alih bayi tersebut kedalam gendongannya.


" Belum, tunggu sebentar. " ujar Anjel yang langsung masuk ke bilik samping dan menuntaskan hajatnya.


Tak lama Anjel keluar dari bilik dan menemui Kevin yang sedang menunggu di luar dengan tertawa bahagia melihat bayi tersebut yang ikut tertawa gemas dan sungguh sangat bahagia Anjel melihatnya, dia berjanji akan selalu melindungi bayi tersebut.


" Sayang, ayo. " ujar Anjel yang berdiri di samping Kevin dan Kevin mengangguk.

__ADS_1


Mereka pun langsung menuju ke pesawat, dengan Kevin yang masih setia mengendong bayi tersebut dan Anjel yang memperhatikannya tersenyum senang karna suaminya mau menerima bayi tersebut sedangkan amplop yang berisi duit tersebut Anjel tinggalkan di toilet.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Untuk Visual si kembar dan Kristal nanti ya do episode berikutnya dan jangan lupa like end votenya guys 😊

__ADS_1


See you tomorrow guys 😘


__ADS_2