
Kini mereka telah sampai di salah satu pantai di kota tersebut, terlihat desiran ombak yang menyapu pasir putih dan sesekali hembusan angin menerpa mereka.
" Dek, berenang yuk. " ujar Elsa dengan mengenggam tangan Kristal.
" Ayo, kak. " ujar Kristal dengan tersenyum senang dan Elsa langsung menarik Kristal ke tepi pantai.
Anjel, Kevin dan Erlan yang melihatnya hanya bisa tersenyum melihat keakraban keduanya, sesekali Anjel memotret kedua putrinya yang sedang main cipratan air dengan tertawa.
Tak lama Erlan menghampiri kedua gadis kecil tersebut dengan pelan-pelan dan niatnya untuk mengejutkan saudari kembarnya.
" Satu ... dua ... tigaa dan Dorrr. " Ujar Erlan dengan menepuk bahu saudarinya yang membuat Elsa langsung terkejut.
" Biasaan, kalau Elsa punya penyakit jantung gimana. " ujar Elsa dengan berkacak pinggang dan tatapan tajamnya.
" Hehehehe ... Sorry. " ujar Erlan dengan terkekeh.
" Kak Lan, kak El. kita buat istina pasir yuk. " Ujar Kristal dengan menarik kedua tangan kakaknya.
__ADS_1
" Baiklah. " ujar serempak si kembar dengan tersenyum dan mereka pun akhirnya membuat istana pasir dengan bersama-sama.
Sedangkan Anjel dan Kevin hanya mengamati mereka sambil meminum air kelapa muda yang baru di beli Kevin, mereka senang melihat ketiga anaknya akur dan semoga sampai kapapun mereka akan terus seperti itu.
" Kak, senang ya melihat mereka akur dan semoga sampai seterusnya mereka seperti itu. " ujar Anjel dengan meletakkan kepalanya di bahu Kevin.
" Iyaa, kakak juga senang Elsa sama Erlan bisa nerima Kristal jadi adik mereka dan semoga kita terus bersama mereka sampai mereka mempunyai keluarga kecil sendiri. " ujar Kevin dengan mengusap kepala Anjel yang bersandar di bahunya.
" Aminn, ohh ya kak. katanya kakak beli rumah lagi ? kapan kita kesananya ? " ujar Anjel dengan mendongakkan kepalanya.
" Nanti tepat di ulang tahun Kristal yang ke sebelas. " ujar Kevin dengan tersenyum, sebenarnya dia beli mansion itu untuk hadiah Kristal, di pikir-pikir nanti si kembar iri yang akan membuat mereka jadi bertengkar dan Kevin tidak jadi memberikan mansion itu.
" Ohh oke, Anjel udah gak sabar ngelihatnya. " ujar Anjel dengan tersenyum.
" Sayang, sebentar lagi kan ultah si kembar tuhh, bagaimana kalau kita beliin mereka rumah satu-satu sebagai kadonya. " ujar Kevin dengan bertanya.
" Boleh, tapi beliinnya yang sederhana aja gak usah mewah-mewah dan nanti Kristal juga beliin buat kado ultahnya, tapi nanti kalau dia udah berumur 11 tahun kasihnya. " ujar Anjel dan di angguki Kevin setuju.
__ADS_1
Sedangkan Erlan dan Kristal kini sedang bermain lari-larian di tepi pantai karna ulah jahil Kristal yang mencipratkan air ke muka Erlan dan Elsa yang melihatnya segera mengabadikan momen tersebut di iphonenya.
Kini waktu sudah semakin sore, mereka memutuskan untuk melihat sunset sebelum pulang, dengan posisi Anjel yang meletakkan kepalanya di bahu Kevin dan kevin yang merangkul Anjel, posisi Erlan yang berada di tengah-tengah Elsa dan Kristal yang membuat kedua gadis tersebut menyenderkan kepalanya di bahu kiri dan kanan Erlan dan Erlan yang merangkul Elsa sedangan tangan sebelah kanannya mengelus kepala Kristal.
Terlihat matahari yang mulai terbenam yang membuat semua orang menantikan momen tersebut bersama keluarga, kekasih dan sahabat.
Visual Mansion kediaman Kevin Alexander Abraham
Maaf ya kalau Visual mansion Alexander tidak sesuai dengan gambaran kalian.
Jangan lupa Like, Komen end votenya ya guys 😘
__ADS_1