
Happy Reading 😙
^^^
Flashback On
Di sebuah taman, Ada ketiga anak kecil berumur 4 tahun yang tak lain Vernon, Elsa dan Erlan.
Saat itu mereka sedang bermain ke taman yang tak jauh dari kediaman Alexander. Sedangkan para orang tua menunggu di mansion Alexander karna permintaan ketiga bocah kecil itu.
" Ayo kita main petak umpet, kita hompimpa dulu. Yang kalah dia yang jaga. " ujar Elsa kecil dan di angguki setuju mereka.
" Oke. " ujar Vernon dan mereka pun mulai hompipa.
" Yeyyy, kak Erlan yang kalah. Ayo Kak kita ngumpet. " ujar Elsa dengan menarik Vernon di saat Erlan menutup matanya dan mulai menghitung.
Elsa mengajak Vernon bersembunyi di sebuah rumah kosong di ujung taman yang tak jauh dari tempat Erlan.
" Sa, kita jangan disini sembunyinya. Perasaanku gak enak. " ujar Vernon dengan melihat ke sekeliling rumah kosong itu.
Sedangkan tiga buah laki-laki berbadan kekar mengamati mereka dari jarak jauh dan disaat mereka mau keluar. Mereka pun langsung di bekap mulutnya dengan ketiga pria berbadan kekar tersebut.
" Hmmm. " Elsa mencoba memberontak dan langsung menginjak kaki pria itu karna dia di bekap oleh seorang tidak seperti Vernon yang di bekap dua orang.
__ADS_1
Setelah bekapan tersebut terlepas, Elsa langsung berlari keluar dan menghampiri Erlan yang tengah duduk di bangku taman sambil melihat sekeliling.
" Uhhh ... uhhh, Ka-kak Lan. " Elsa membuang nafas kasar dan duduk di samping Erlan.
" Kau kenapa ? Dimana Vernon ? " Erlan kecil langsung memberendong Elsa kecil dengan pertanyaan.
" I-itu, kak Vernon di tangkap. " ujar Elsa dengan masih mengatur nafasnya yang tersenggal-senggal.
" Apa ?! Di tangkap siapa ? " Erlan begitu panik mendengar sepupunya di tangkap.
" Preman, Itu di rumah kosong ujung taman. " Elsa menunjuk rumah kosong tempat dia dan Vernon bersembunyi.
" Kau disini telpon daddy, biar kakak yang kesana dan inget sebelum mereka datang, kau jangan berani-beraninya datang kesana. Kau mengerti ?! " ujar Erlan kecil dengan tegas.
" Kau tenang saja, kakak bisa jaga diri kakak sendiri dan kalau ada apa-apa kau lari ke mansion. Kau ngerti kan ? " ujar Erlan kecil dengan menangkup pipi gembul saudari kembarnya.
" Hikss ... Iyaa. " Entah kenapa air mata Elsa kecil terjatuh karna takut terjadi apa-apa dengan kakaknya.
" Cup ... cupp. Jangan nangis, tidak akan terjadi apa-apa sama kakak. Kau inget bukan ? kakak mu ini kuat. " ujar Erlan dengan menunjukkan ototnya kecilnya.
" Hmm, iyaa. " Elsa hanya terkekeh kecil melihatnya dan langsung mengangguk.
" Kakak kesana dulu dan kau pake ini iphone kakak. " ujar Erlan dengan memberikan iphonenya dan kemudia mengecup kening adiknya sebelum akhirnya dia pergi ke rumah kosong itu.
__ADS_1
~ Skip Rumah kosong ~
Setibanya di rumah kosong, Erlan memantau suasana di dalamnya dengan mengintip dan tak lama terdengarnya suara teriakan sepupunya.
" AHHHHH ... LEPASSSKANNN !!! " teriakan sepupunya membuat Erlan langsung menghampirinya dan terlihatlah sepupunya tengah di pukul serta di tendang preman itu.
" LEPASSSKANNN DIAAA !!! " teriak Erlan yang membuat ketiga preman itu menengok ke belakang di ikuti Vernon yang sudah tergeletak di lantai.
" Wahh .. wahh ... wahh. Lihatlah, siapa yang datang ? " ujar salah satu preman dengan nada mengejek.
" Heyyy ... bocil. Mendingan kau pergi dari sini, sebelum kita melakukan hal yang sama seperti bocah ini. " ujar ketua preman itu dengan menendang Vernon.
.
.
.
.
Episode selanjutnya masih flashback cerita mereka ya :)
See you tomorrow guys 😘
__ADS_1