
" Njel, fotbar yuk. " Veronica menghampiri Anjel yang tengah mengambil minuman.
" Kuyy lahh, ajak yang lain. " Anjel pun mengangguk setuju dan meminum minumannya.
" Oke. " Veronica pun berlalu memanggil sahabat-sababatnya.
" Ra, fotbar yok. " Veronica menghampiri Mutiara yang tengah berkumpul dengan keluarganya.
" Kuyy lahh. " Mutiara mengangguk setuju.
" Om, tante. Vero minjem Mutiaranya dulu ya. " ujar Veronica dengan mencium punggung tangan ortunya Mutiara.
" Iyaa, nak. " ujar Kartika dengan tersenyum.
" Dikata gua barang kali ahh. " ujar Mutiara dengan bersidekap.
" Hehehe ... canda Ra, lo panggil Citra sama Stella sana dan gua panggil Agustin, Anita sama Cika. " Ujar Veronica dengan terkekeh.
" Siap. " Mutiara pun langsug menunju tempat Citra.
" Assalamualaikum Bund, yah. " Mutiara mencium punggu kedua orang tua Citra.
" Waalaikumsalam. " ujar mereka serempak.
" Apa kabar kamu, nak ? " ujar Rani dengan mengelus pucuk kepala Mutiara.
" Alhamdulillah baik, Bund. Bunda sama Ayah gimana kabarnya ? " Mutiara pun tersenyum dan Mutiara sudah sangat dekat dengan kedua orang tua Citra jadi tak ada sedikit pun rasa canggung antara mereka.
" Alhamdulillah baik. " ujar serempak Rani dan Satria dengan tersenyum.
" Gini lohh, bund, yah. Mutiara mau ngajak Citra fotbar sama yang lain. "
" Ajak aja, biar kalian punya foto bersama nantinya buat kenangan-kenangan kan. " ujar Rani dengan tersenyum.
" Bener, bund. " ujar Mutiara dengan tersenyum.
" Kuyy lahh, Bund, yah. Citra kesana dulu ya. " ujar Citra dengan mencium punggung keduanya.
" Kesana dulu ya, bund, yah. Assalamualaikum. " Mutiara bergatian mencium punggung tangan kedua orang tua sababatnya.
" Waalaikumsalam. " ujar serempak keduanya dengan tersenyum.
" Ketempat Stella dulu. " Mutiara menarik tangan Citra menuju ke arah Stella dan keluarganya.
" Assalamualaikum, Om, tante. " ujar serempak Citra dan Mutiara dengan mencium punggung tangan kedua orang tua Stella.
" Waalaikumsalam. " ujar serempak.
__ADS_1
" Mau ngajak Stella buat fotbar, tante, om. " ujar Mutiara yang mewakili.
" Baiklah, kalian foto di atas podium saja dan bergatian sama yang lainnya, setelah itu ajak ortu kalian buat forbar juga. " ujar Racquel dengan mengusulkan.
" Baik, tante. " Mutiara mengangguk.
" Pa, ma. Stella kesana dulu ya. " ujar Stella dan di angguki keduanya.
Mereka bertiga pun menghampiri Anjel yang sudah bersama Veronica, Anita, Agustin dan Cika.
" Mau foto di mana ? " Anjel melirik sahabat-sahabatnya.
" Di podium aja, sama nanti ajak ortu kalian semuanya kita fotbar bareng. " ujar Stella yang memberitahukan perkataan Mamanya.
" Baiklah, ayo. " Veronica pun langsung naik ke atas podium dan bergantian dengan siswa dan siswi yang lainnya.
Mereka pun fotbar dengan tiga pose, yang pertama dengan pose saling merangkul, kedua berpose dengan saling tertawa, yang ketiga dengan pose saling berpelukan dan setelah selesai semua ortu mereka naik ke atas podium untuk fotbar.
" Kalian jongkok. " ujar Raisya dengan mengatur posisi dengan mereka bertujuh berjongkok dan para orang tua berdiri di belakang mereka.
" Kaniaa ! " Veronica memanggil seorang siswi yang berada tidak jauh dari podium.
" Kenapa, Ver ? " siswi yang bernama Kania itu pun mendekat ke arahnya.
" Mintol fotoin dong. " Veronica memberikan kamera yang sempat dia bawa tadi.
" Rapetin ya, dahh bagus. " ujar Kania dengan bersiap-siap memotret.
" Satu ... dua ... tiga. " Kania pun memotret mereka dengan berpose saling tersenyum.
" Ganti gaya. " Kania menyuruh mereka berganti gaya.
Mereka pun berganti gaya dengan ortu masing-masing yang memeluk mencium pipi mereka dengan para ayah mencium di pipi bagian kiri dan para ibu mencium di sebelah kanan dan para suami ketujuh gadis tersebut hanya bisa tersenyum melihatnya.
" Nicee. " Kania pun melihat hasil jepretannya dan menunjuk ke arah Veronica.
" Satu la, Ni. " Veronica memberikan kameranya lagi.
" Oke. " Kania dengan senang menerimanya.
" Ajak cowok-cowok lahh. " Veronica menghampiri keenam sahabatnya.
" Oke. " Ujar serempak mereka berenam dan langsung memanggil Suami dan kekasih masing-masing.
Sedangkan Anita hanya berdiam di samping maminya karna dia lah yang masih belum memiliki kekasih.
" Sayang, bukannya itu Bryan ? " Ujar Zee dengan menunjuk pria yang baru memasuki aula kampus dengan pakaian formalnya.
__ADS_1
" Ngapain dia kesini ? " Batin Anita dengan tak suka melihat kehadiran Bryan.
" Assalamualaikum, tante. " Bryan pun menghampiri mereka dan mencium punggung tangan Zee.
" Waalaikumsalam, kau disini ? " Zee tersenyum dengan kehadiran Bryan yang telah dekat kembali dengannya setelah Bryan menemuinya di Kafe saat dia melakukan perjalan bisnis di Korea.
" Iyaa, tan. kebetulan saya mau ketemu salah satu dosen disini dan gak sengaja melihat tante disini. " Bryan tersenyum dan melirik ke arah Anita yang cuek dengan kehadirannya.
" Mumpung ada lo disini dan sekalian aja ikutan forbar. " Ujar Anjel yang telah naik ke atas bersama Kevin, suaminya.
" Ga- " belum sempat menyelesaikan penolakannya langsung di potong sang mami.
" Nahh betul tuhh, ayo nak kita foto. " ujar Zee dengan menarik Bryan ke samping Anita dan semuanya bersiap-siap dengan posenya masing-masing.
Cekrekk
Kania memotret mereka dengan pose yang membuat semua orang yang berada di aula menatap ke arah mereka dengan siswi yang berteriak histeris.
Gimana gak berteriak histeris, mereka berpose dengan sangat uwu yang membuat para jomblo meronta -ronta. yang dimana Kevin yang tengah mencium bibir Anjel, Elang yang ******* bibir Agustin, Danu yang tengah mengendong Veronica dengan ala bridal styel tak lupa Vero yang mencium pipi Danu, Andre yang tengah merangkul Citra dengan saling bersitatap, Kenzo yang berpose sama dengan Kevin yang mencium bibir Cika, Derel yang tengah berjongkok di samping Mutiara dengan mencium punggung tangan Mutiara, Rafi yang tengah mengendong Stella ala bridal style dengan saling berciuman, Dan Bryan yang ngambil kesempatan mencium bibir Anita.
Dan orang tua mereka yang saling mengaitkan tangan mereka di leher suaminya dengan saling tatap-tatapan.
" Moduss lohh. " Anita mendorong Bryan menjauh dengan merona dan Bryan langsung saja berjongkok di hadapan Anita dengan kotak cincin yang dia keluarkan.
Semua siswa-siswi dan para orang tua yang melihatnya terkejut melihat pengusaha properti terkenal di Indonesia tengah melamar seorang putri model terkenal di Indonesia dan keenam sahabatnya terkejut sekaligus tegang menunggu jawaban dari sahabat mereka dan Zee yang melihatnya tersenyum.
" Nit, gua bukanlah orang yang sekaya mereka, gua bukanlah orang yang romantis seperti mereka, gua bukanlah orang yang pintar merangkai kata-kata, gua tau dulu gua sempat membuat lo sakit hati, sesungguh gua waktu itu gak ingin meninggalkan lo karna waktu itu gua di vonis kanker yang akan membuat gua tak bisa hidup terlalu lama lagi dan sejak hari itu gua mendekati Anjel untuk meminta bantuan agar lo membenci gua dan menjauhi gua, tapi ternyata gua salah yang membuat hubungan persahabatan kalian retak, waktu itu juga dokter salah memberikan hasil tes yang salah dan sekarang di depan semua orang, di depan tante Zee, Maukah kau menjadi istri ku ? " Bryan menjelaskan semua alasannya melakukan hal itu di masalalu dan berharap Anita menerimanya, jujur dia sangat menyayangi gadis di depannya ini.
" Terima ... terima ... terima !! " Teriak heboh semua orang termasuk keenam sahabatnya.
" Jujur saat itu gua membenci lo, saat itu juga gua berubah jahat dengan sahabat gua, tapi jujur semua itu tak membuat perasaan sayang dam cinta gua hilang ke lo dan di depan semua orang, sahabat gua dan mami gua, gua menerimana lo jadi calon suami gua. " ujar Anita dengan menitikkan air matanya terharu di perlakukan romantis seperti ini.
" Yeayy. " ujar keenam sahabatnya dengan tersenyum senang.
" Makasih, sweethear. " Bryan menyematkan cincin berlian tersebut di jari manis Anita dan langsung memeluknya erat.
" Sama - sama, sayang. " Anita membalas pelukan tersebut dengan tersenyum bahagia.
Begitupun dengan keenam gadis cantik tersebut yang tersenyum bahagia melihat sahabatnya memiliki pasangan yang menyayanginya dengan tulus dan penuh kasih sayang.
Mereka pun terharu di dalam rangkulan pasangan mereka masing- masing. semua kesedihan, pertikaian, kesalah pahaman kita telah sirna dan berganti dengan kebahagiaan.
Dan benar kata pepatah yang menyebutkan setelah hujan pasti ada pelangi dan begitupun dengan pepatah bersakit - sakit dahulu bersenang - senang kemudian.
The End
Thank you very much untuk kalian semuanya yang sudah menjadi pembaca setia sampai sekarang ini dan tunggu season 2 yang Inysaallah akan lebih seru dari ini.
__ADS_1
Sampai ketemu di season 2 nya dan sampai jumpa 👋😘