
Di sekolah SMA International school, semua murid berhamburan keluar kelas menuju kantin, Sedangkan kedelapan gadis cantik masih setia berada didalam kelas.
" Stel, btw luhh mau nikah ya seminggu lagi ? " ujar Veronica dengan menatap Stella.
" hmm ... iyaa, kalian datang ya, sebenarnya sihh pestanya gak mewah - mewah banget khusus buat keluarga besar, teman, sama rekan bisnis kak Rafi, papa, sama om Wijaya. " ujar Stella dengan menjelaskan.
" lahh kenapa ? " ujar Agustin yang menatap Stella.
" kalian lupa apa, Stella kan masih sekolah. " ujar Anjel yang menatap semua sahabatnya itu.
" ohh iyaa ... lupa. " Ujar Agustin dengan menepuk keningnya.
" berarti Stella bakal Jadi kakak ipar luhh njel. " ujar Veronica.
" ohh iyaa dong. " ujar Anjel dengan merangkul Stella.
" wahh sebentar lagi sahabat kita bakal jadi istri Ceo. " ujar Agustin dengan menyenggol Stella.
" ihh apaan sihh. " ujar Stella dengan malu dan berhasil membuat kedua pipinya bersemu merah.
" aciee ... ada yang malu - malu kucing nihh. " ujar Veronica dengan tertawa di susul oleh Anjel, Mutiara, Cika, Agustin, Citra dan Anita.
" tau ahh. " ujar Stella dengan pergi menuju kantin.
" TUNGGUIN CALON PENGANTIN!! " ujar Mutiara dengan sedikit kencang dan di susul tawa oleh keenam sahabatnya.
Mereka bertujuh mulai menyusul Stella menuju kantin, Sesampainya di kantin mereka langsung memesan makanan dan sampai waktu istirahat pun selesai.
Di sebuah perusahaan Danu grup, Kevin sedang berkutat dengan laptopnya memeriksa semua dokumen pemasukan bulan ini, karna rencananya dia akan libur selama 3 hari untuk membantu persiapan pernikahan Adek Tercinta dan tersayangnya.
Kevin yang memeriksan dokumen pemasukan bulan ini, merasa curiga karna ada perbedaan selisih yang sangat banyak dari dokumen yang satunya dan Kevin langsung memanggil sekretarisnya melalui telepon.
__ADS_1
" keruangan saya. " ujar Kevin dengan tegas dan langsung mematikan sambungannya.
Tokkk ... tokk ... tok
Tidak lama kemudian bunyi pintu ruangannya di ketok oleh sang sekretaris.
" masuk. " ujar Kevin sambil fokus melihat dokumen tersebut.
" permisi pak, ada yang bisa saya bantu ? " ujar sang sekretaris dengan membungkukkan badannya.
" kenapa dokumen pemasukan ini selisihnya sangat berbeda jauh. " ujar Kevin dengan dingin dan langsung melemparkan dokumen tersebut.
" maaf pak, biar saya cek lagi. " ujar sang sekretaris dan langsung mengecek dokumen keuangan tersebut.
" sudah ? " ujar Kevin menatap tajam sekretarisnya tersebut.
" maaf pak, biar saya konfirmasi ke bagian keuangan. " ujar sang seketaris dengan menundukkan kepalanya.
" baik pak, permisi. " ujar sang sekretaris dengan meletakkan kembali dokumen pemasukan tersebut dan langsung keluar dari ruangan ceonya.
Sedangkan Kevin langsung menghubungi sang tangan kanan yang tak lain Gio untuk menyelesaikan semuanya.
📱 : Gio periksa dokumen pemasukan bulan ini, nanti saya kirim lewat email. " ujar kevin.
📲 : Baik tuan. " ujar Gio dari seberang telepon Dan panggilan pun langsung di putus oleh kevin.
" Jangan harap sang penghianat akan lolos dari genggaman ku. " ujar Kevin dengan mengepalkan tangannya.
Sedangkan Gio yang mendengar nada bicara tuannya yang terlihat emosi langsung membuka email yang di kirim tuan mudanya dan langsung mengeceknya.
setelah mengecek dokumen pemasukan bulan ini, Gio melihat selisih yang sangat jauh berbeda dari file yang di kirim sekretaris tuannya itu dengan file yang di kirim tuannya, uang yang di hilang sekitar 1 miliar rupiah dan kali ini Gio menjamin orang yang korupsinya tidak akan selamat dari tuannya.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Halo, assalamualaikum guys
jangan lupa selalu tekan like, vote dan juga komennya 😊🙏
__ADS_1
see you tomorrow guys 😘