
Happy Reading Guys :)
^^^
" Oppa sama Oma kalau capek istirahat saja. Biar Elsa yang jaga dan ini Elsa bawaan minuman sama makanan. Tadi Elsa kira Oma sama Oppa belum makan, makanya Elsa mampir dulu ke supermarket sekalian beli cemilan buat entar malam. " ujar Elsa sambil memberikan kantong plastik ke omanya.
" Makasih lohh. Kau tak capek ? baru tadi siang kau pulang, sekarang udah kesini lagi. " ujar sang oma sambil menerima kantong plastik tersebut.
" Tidak, Oma. Elsa malah senang bisa nemenin Daddy sama Kristal di sini. " ujar Elsa dengan sedikit sendu.
" Baiklah. Oma sama Oppa pulang dulu ya, besok kita kesini lagi dan jangan lupa kau juga harus istirahat. " ujar sang oma sambil mengelus pucuk kepala cucunya.
" Siap, Oma. Oma sama Oppa hati-hati di jalan. " Elsa mencium punggung tangan Oma dan Oppanya.
" Iyaa, sayang. " Raisya pun mencium kening Elsa sambil tersenyum senang bisa mempunyai cucu secantik, setabah dan sedewasa ini.
" Oppa sama Oma pulang ya. " ujar Pratama dengan mengelus pucuk kepala Elsa.
" Iyaa, Oppa. " Elsa membalas tersenyum dan setelah itu mereka berdua pun berlalu pergi meninggalkan Elsa seorang diri.
Sedangkan di Mansion Erlan. Erlan pun langsung masuk kedalam kamar pribadinya tanpa memerdulikan para pelayan yang menyapanya.
Pikirannya kalut dengan perkataan auntynya. Apakah bener yang di katakan auntynya ? Kalau itu semuanya benar, dia akan selalu membenci adiknya itu dan untuk sekarang hatinya masih belum bisa membenci Kristal, gadis yang dia sayangi dan dia tidak tau untuk kedepannya.
Setibanya di kamar pribadinya di lantai 3. Erlan langsung berendam air hangat untuk menghilangkan penatnya akan aktivitas yang dia jalani dan di tambah aroma terapi yang mampu merilekskan pikirannya.
" Perkataan aunty ada benarnya. Ini semua gara-gara gadis itu. " entah kenapa pikiran Erlan setuju dengan perkataan auntynya. Tapi hatinya menolak keras perkataan auntynya.
__ADS_1
Sungguh Erlan sangat gundah saat ini, walaupun mencium aroma terapi di dalam bathupnya tetap saja semuanya pikirannya akan perkataan auntynya tidak bisa di hilangkan dan seakan-akan itu semuanya berputar-putar di memori otaknya.
~ Skip Selesai Mandi ~
Setelah selesai mandi, Erlan pun langsung memasuki walk in closetnya. Erlan pun mengenakan pakaian santainya dan langsung merebahkan dirinya di atas kasur king sizenya.
" Gimana kabar Daddy ? Aku telpon Elsa saja. " Erlan langsung mengambil iphonenya di atas nakasnya dan langsung menghubungi kontak adiknya.
Tuttt ...
Sambungan pun tersambung dan terdengarlah suara adiknya di seberang telpon.
📱: Bagaimana kabar Daddy ? " Erlan langsung to the point.
📲 : Hufftt, masih sama. " Terdengarlah adiknya menghelas nafas dan mungkin adiknya itu frustasi atau lelah menunggu perkembangan mereka.
📲 : Iyaa, Kakak gak kesini ?
📱: Gak, Mungkin besok siang setelah selesai rapat. Maaf kakak gak bisa nemenin.
📲 : Iyaa gak papa. Elsa tutup ya telponnya ?
📱: Iyaa, jangan lupa istirahat. " ujar Erlan dan langsung mematikan sambungannya.
Erlan langsung meletakkan kembali iphonenya di atas nakas. Dirinya mengingat janjinya kepada Mommynya dulu.
Flashback On
__ADS_1
Di dalam kamar bernuansa hitam putih itu. Seorang bocah laki-laki sedang tidur di samping seorang wanita paruh baya yang masih sangat cantik.
" Kenapa anak Mommy belum tidur ? Hmm. " Wanita paruh baya tersebut langsung menatap putranya yang masih membuka matanya dan wanita itu tak lain Anjel Cecilia Wijaya yang sedang menemani putranya tidur.
" Mommy sangat cantik. " Ujar bocah laki-laki tersebut dengan tersenyum yang tak lain Erlan Alexander Abraham.
" Kirain Mommy kenapa. Kamu ini ya. " Anjel pun mencubit gemas pipi putranya dengan tersenyum.
" Mom, Mau kah mommy berjanji ke Erlan ? " Ujar tiba-tiba Erlan kecil yang langsung membuat Anjel menatapnya dengan mengkerutkan keningnya.
" Janji apa, Son ? " Anjel bertanya kepada putranya tentang apa yang harus dia janjikan ke putranya.
" Janji tidak akan meninggalkan Erlan sampai kapapun. " ujar Erlan dengan menunjukkan kelingkingnya.
" Heyy, Mommy tidak bisa berjanji soal itu. Karna umur, maut. Kita tidak bisa menduganya dan begitupun mommy. Tapi mommy janji, sebisa mungkin mommy akan menemani kalian. " ujar Anjel dengan menautkan jari kelingkingnya tanda berjanji kepada putranya.
" Makasih, Mom. " Ujar Erlan kecil dengan mencium pipi mommynya.
" Sama-sama, Son. Tapi Erlan juga harus janji sama Mommy. " ujar Anjel yang menjedanya.
" Janji apa, Mom ? " Erlan bingung dengan janji mommynya ini.
" Erlan harus janji, akan terus menjaga dan melindungi kedua adik Erlan kelak. Apapun yang terjadi, tetaplah menjaga dan menyayanginya. Erlan janji ? " ujar Anjel yang kini menunjukkan kelingkingnya.
" Erlan janji, Mom. Akan terus menjaga dan menyayangi Elsa serta Kristal. " Erlan menautkan kelingkingnya dengan tersenyum manis.
Flashback Off
__ADS_1