
Kevin yang tengah duduk di sofa dengan memainkan laptopnya setelah selesai mandi, melihat sang istri tengah duduk di meja rias dengan muka kesal sesekali menatap tajam kearahnya yang membuat dia terkekeh.
" Kenapa cemberut gini ? " ujar Kevin yang sudah berada di belakang Anjel yang tengah duduk di depan meja rias.
" Tau ahh. " ujar Anjel yang kesal langsung berjalan ke sofa menghidupkan televisi.
" Hehehehe ... gemes dehh kalau lagi ngambek begini. " ujar kevin berjalan ke arah sang istri dan duduk di sebelahnya.
" Tau ahh. " ujar Anjel dengan muka kesalnya.
" Dari pada kesel - kesel, mendingan kita jalan - jalan, mau gak ? " ujar Kevin dengan tidur di atas paha sang istri.
" Mau, jalan - jalan kemana ? " uja Anjel dengan merubah ekspresinya menjadi berseri - seri.
" Kemana aja asal istri aku ini gak ngambek lagi. " ujar Kevin dengan bangun dan mencium pipi chuby Anjel.
" Bener ya ? jangan bohong. " ujar Anjel dengan menatap tajam Kevin.
__ADS_1
" Iyaa, ya udah kita sarapan dulu di gazebo kasihan yang lain udah pada nunggu. " ujar Kevin dengan bangkit dari duduknya dan mengandeng tangan istrinya menuju gazebo hotel.
Selama di perjalan menuju gazebo, banyak sekali pengunjung hotel melirik pasangan pengantin baru itu dengan tatapan kagum dan ada juga yang mengejek Anjel.
" Wahhh cocok ya, yang satu ganteng dan yang satunya cantik. " ujar wanita paruh baya kepada temannya.
" Iyaa jeng, kalau saja ceweknya masih single tak jodohin dengan putraku. " ujar temennya wanita paruh baya tersebut.
" Ceweknya sok cantik. " ujar wanita seumuran dengan Anjel yang mampu membuat Kevin kesal mendengarnya, tapi tidak dengan Anjel yang masa bodo dan mereka pun telah tiba di gazebo.
Sudah banyak para keluarga yang menunggu kehadiran mereka di meja yang lumayan panjang pas untuk mereka semuanya.
" Cucu oppa udah gede ya. " ujar Rai memeluk cucu perempuannya yang paling dia sayangi.
" Iyaa dong, masa Anjel mau kecil terus dan kenapa oppa kemarin tak hadir di pernikahan Anjel ? " ujar Anjel dengan sendu mengingat kemarin oppnya tak hadir.
" Maaf ya, oppa kemarin ada pekerjaan yang tak bisa oppa tunda dan yang penting oppa sekarang dahh hadir kan. " ujar Rai melepas pelukannya dan menangkup kedua pipi chuby Anjel.
__ADS_1
" Ihh oppa jangan kaya gini, Anjel bukan anak kecil lagi. " uja Anjel yang terlihat gemes yang membuat semuanya terkekeh begitupun dengan Kevin yang tersenyum melihat kedekatan oppa mertuanya dengan sang istri.
" Kau tetap cucu kecil oppa yang cengeng. " ujar Rai dengan mencium kening cucunya.
" Oppa. " ujar Anjel yang kembali memeluk Rai dengan menitikkan air matanya.
" Heyy ... kenapa cucu oppa menangis ? " ujar Rai dengan mengusap punggung cucu kecilnya yang dulu selalu menangis jika ada orang yang menjahilinya.
" Oppa jangan pernah ninggalin Anjel ya, oppa juga harus sering - sering ke jakarta nengok Anjel. " ujar Anjel dengan melepaskan pelukannya dengan menangis.
" Kenapa cucu oppa cengeng begini, hmm ? " ujar Rai mencoba tersenyum walaupun dia ikutan sedih mendengar perkataan cucunya dan dia belum tau apakah dia akan bisa terus bersama cucunya ini ? karna takdir tidak ada yang tau.
" Oppa jawab Anjel. " ujar Anjel makin terisak bagaimapun dia tak ingin kehilangan sang oppa yanf dari kecil selalu merawatnya dengan sabar dan penuh kasih sayang.
" Iyaa oppa janji. " ujar Rai mencoba tersenyum.
" Anjel sayang oppa. " ujar Anjel dengan memeluk erat Rai dan Rai pun membalas pelukan cucunya.
__ADS_1
Semua orang yang melihatnya ikutan sedih karna apa yang di ucapkan pria lansia itu hanyalah semata untuk menghibur Anjel dan tersenyum melihat kedekatan mereka.
See you tomorrow guys 😘