Ketua Osis Kejam

Ketua Osis Kejam
Extra part 11


__ADS_3

Halo Readers, disini author ganti ya nama Rafi Wijaya menjadi Rafi Aidyn Wijaya dan Derel Wijaya author ganti menjadi Derel Arley Wijaya, Terimakasih :)


Happy Reading guys 😚


^^^


Di kediaman Aidyn tengah berkumpul bersama di taman belakang mansion menikmati suasana sore hari dengan Rafi yang bermain kejar-kejaran dengan putra sulungnya Vernon Sakti Aidyn Wijaya dan Stella hanya duduk di atas ayunan dengan tersenyum melihatnya, dia sangat senang suaminya masih bisa meluangkan waktu untuk bermain dengan putranya di tengah-tengah pekerjaan kantornya.


" Hahahahaha ... Stop, pa. Vernon capek. " ujar Vernon dengan terjatuh di atas rerumputan dengan tertawa di gelitikki sang papa.


" Baiklah, papa menang. " ujar Rafi dengan tiduran di samping putranya.


" Ya, kali ini papa menang dan lain waktu Vernonlah yang menang. " ujar Vernon dengan melirik Rafi.


" Kita lihat saja nanti. " ujar Rafi dengan tersenyum.


" Enak sekali mainnya. " ujar Stella dengan menghampiri keduanya.


" Enak, Ma. Mama kapan-kapan main bareng sama Vernon dan papa. " ujar Vernon dengan bangkit dan duduk di sebelah Stella.

__ADS_1


" Baiklah, Sekarang Vernon mandi ya, habis itu siap-siap sholat magrib di masjid sama papa. " ujar Stella dengan mengelus pucuk kepala sang putra yang kini sudah tumbuh menjadi anak yang ceria, aktif dan cerdas.


" Siap, kalau gitu Vernon kedalam dulu, bye mama, papa. " ujar Vernon dengan melangkahkan kakinya kedalam mansion menuju kamarnya.


" Mas, mandi sana. Nanti keburu magrib. " ujar Stella dengan menepuk pipi suaminya yang memejamkan matanya.


" Sebentar, Honey. " ujar Rafi yang masih setia memejamkan matanya dan Stella yang melihatnya menggelengkan kepalanya.


" Honey, kalau suatu saat nanti aku tiada, apakah kau bisa menjaga Vernon sendirian ? " Rafi yang mulai mengganti posisi tidurannya menjadi duduk dan menatap istrinya dengan tatapan yang serius.


" Kau ini bicara apa sihh. " ujar Stella dengan terkekeh, berusaha mengusir kesedihannya atas ucapan suaminya.


" Aku serius, Honey. " Rafi menatap datar sang istri yang langsung membuat Stella terdiam.


" Mungkin aku bisa menghidupi Vernon sendiri, memberikannya kasih sayang seorang ibu, tapi tidak dengan kasih sayang seorang ayah dan aku telah janji ke diriku sendiri bahwa jika kau tiada maka aku pun akan menyusul mu. " Tambah Stella dengan pandangan lurus ke depan.


" Kenapa begitu ? " Rafi mengkerutkan keningnya bingung mendengar perkataan istrinya yang mengatakan jika kau tiada maka aku pun akan menyusul mu.


" Karna hidup ku hanya untuk mu dan kebahagian ku hanya untuk mu. " Stella menatap Rafi dengan mata yang berkaca-kaca.

__ADS_1


" Tapi kau tidak bisa egois seperti itu, Sekarang di kehidupan kita sudah ada Vernon, putra kita. kalau kau dan aku tiada, siapa yang akan menemani Vernon ? " Rafi memeluk istrinya yang sudah terisak di pelukannya.


" Hikss ... Aku tau aku egois, tapi aku gak bisa hidup tanpa mu, mas. Ku mohon jangan pernah meninggalkan ku, tetaplah bersama ku dan Vernon. " Ujar Stella dengan melepaskan pelukannya dan menatap mata Rafi dengan sendu.


" Aku gak bisa janji, tapi aku bisa berusaha untuk bersama kalian dan memberikan kebahagiaan untuk kalian, I Love You Honey. " Ujar Rafi dengan mencium kening Stella cukup lama.


" Makasih, Love You Too Bee. " ujar Stella dengan tersenyum.


Sedangkan Di kediaman Arley, Kedua pasang suami istri tengah menikmati senja dengan duduk di sebuah gazebo di belakang mansion mereka dan hanya mereka lah yang masih belum di percayai menjadi orang tua sampai saat ini.


" Yang, kapan ya aku menjadi seorang Ibu ? " Mutiara bersender di bahu suaminya dengan menatap senja yang mulai menghilang.


" Pasti suatu saat nanti. " Ujar Derel dengan mencium pucuk kepala sang istri.


" Tapi kalau aku masih tetap gak bisa hamil, gimana ? " ujar Mutiara dengan pesimis.


" Gak boleh pesimis, kita terus berusaha dan mungkin sekarang tuhan belum mempercayai kita sebagai orang tua. " ujar Derel dengan tersenyum.


" Hufftt ... kamu selalu bilang begitu, kalau kamu mau nikah lagi, aku setuju dan mungkin dengan begitu kamu punya keturunan. " Mutiara menundukkan kepalanya dan bagaimanapun dia sakit saat mengucapkan kata tersebut, tapi demi kebahagiaan suaminya, dia rela di madu.

__ADS_1


" KAMU KENAPA SIHH SELALU BILANG BEGITU ?!! AKU SUDAH PERNAH BILANG, AKU GAK INGIN NIKAH LAGI DAN SAMPAI KAPAPUN ISTRI KU HANYA KAMU !!! Mutiara yang mendengar suaminya membentaknya menjadi terisak dan sedikit bahagia mendengarnya kalau suaminya tidak akan menikah lagi.


Sedangkan Derel yang emosi dengan perkataan istrinya yang selalu menyuruhnya menikah lagi pun langsung meninnggalkannya menuju kamar mereka dan Mutiara yang melihatnya segera menyusul sang suami.


__ADS_2