
" Ini ulah sihh Lumut. " ujar Vero dengan melirik Mutiara yang terkekeh ke arahnya.
" Jelek sekali kau ini. " ujar Danu dengan mengacak - ngacak gemas rambut calon istrinya yang akan di halalkannya 2 minggu lagi.
" Biarin. " ujar Vero dengan mencibikkan bibirnya dan merapikan kembali rambutnya.
" Oh ya, Nanti malam acara perpisahan kan ? " ujar Danu dengan melirik para ciwi-ciwi.
" Hooh, ini kita aja mau shopping. " ujar Veronica dan di angguki yang lainnya.
" Agustin gak boleh. " ujar Elang dengan datar dan semuanya yang mendengarnya kecewa.
" Kok gak boleh sihh, kan kita mau shopping bareng-bareng. " ujar Mutiara dan di angguki yang lainnya.
" Aku mau ikut. " ujar Agustin dengan tatapan memohon.
__ADS_1
" Udahlah, Lang. Ijinin aja apa, kasihan bini lohh di rumah terus dan lagian bumil juga butuh refreshing kali. " ujar Vino dengan menepuk bahu sahabatnya yang terlalu posesif.
" Setuju gua kali ini sama Vino, lagian biarin lahh mereka belanja bareng dan sekalian aja kita ikut. " ujar Kenzo menimpali dan di angguki yang lainnya.
" Hufftt ... Baiklah. " ujar Elang dengan mengehela nafas karna tak tega melihat tatapan sendu istrinya.
" Nahh gitu dong, bro. " ujar Vino dengan menepuk bahu sahabatnya.
" Btw nihh ya, bukannya menyinggung nihh ya:v Kan Kevin nemenin Anjel terus Danu nemenin gua, Kenzo nemenin Cika, Elang nemenin Agustin, nahh terus kalian berdua nemenin siapa ? " ujar Vero dengan melirik Andre sekilas dan juga Vino.
" What ?! kalian jadian ? " kali ini Anjel terkejut mendengar penuturan cowok didepannya.
" Lupa ya mau kasih tau, sejak seminggu pesta pernikahan kalian kita mulai pendekatan selama 1 bulan dan gua pun mengajak ortu gua melamar Citra buat gua. " ujar Andre dengan tersenyum dan diangguki Citra.
" OMG, kenapa lohh gak ngomong sihh, parah banget main rahasia - rahasia'an sama kita-kita. " ujar Mutiara yang memasang wajah kecewanya dan diangguki yang lainnya.
__ADS_1
" Sorry guys, gua baru ngasih tau sekarang karna gua belum siap hubungan gua di umbar-umbar. " ujar Citra dan sahabatnya yang lainnya pun mengerti, tohh mereka dulu seperti itu juga.
" Okelah, kita ngerti. lagian dulu kita juga kaya gitu kan, hehehehe. " ujar Anjel di akhiri dengan kekehannya dan yang lainnya pun tertawa.
" Yang paling parah mahh sihh Stella nohh, udah jadian kapan tau gak bilang -bilang dan yang paling jagonya itu dia pandai banget gitu nutupinnya. " ujar Mutiara dengan menyenggol bahu Stella.
" Nahh iyaa parah banget, sampai gua adeknya aja gak tau kalau kak Rafi dahh jadian sama sahabat gua sendiri dan sedihnya gua sebagai adek di bohongi sama kakak sendiri. " ujar Anjel dengan mendramatis.
" Ekhemm ... ada yang gosipin kakak nihh. " suara bariton tersebut membuat Anjel menengok ke belakang dengan senyuman manis melihat kehadiran kedua kakaknya yang masih menggunakan pakaian formalnya.
" Hehehehe ... Kak Rafi, sejak kapan di situ ? Apa kabar kak ? Anjel gak ngomongin kakak kok, ya kan Mut ? " ujar Anjel menyenggol bahu Mutiara.
" Ahh iii- gak. " ujar Mutiara yang ingin bilang iya tapi ketika mendapat tatapan dari sang suami membuat dirinta tak berani berbohong.
Sedangkan yang lainnya hanya bisa menahan tawanya melihat tingkah kedua sahabatnya yang panik seperti maling yang ketangkap basah.
__ADS_1