
" Dan untuk siswa yang lulus dengan nilai terbaik urutan no.1 adalahhhh .... " semua siswa dan siswi menjadi tegang berharapan namanyalah yang di sebutkan kepala sekolah.
" Kira-kira siapa ya ? "
" Mudah-mudahan gua. "
" Bukan gua yang pasti. "
" Penasaran siapa ya ? "
Begitulah bisik - bisik siswa dan siswi, sedangkan keenam gadis cantik tengah meremas tangan masing-masing.
" Ananda Anjel Cecilia Wijaya ! Dari kelas Mipa1 dengan Rata-rata Nilai 10.00 dan silahkan untuk ananda Anjel Naik ke atas podium !! " Ujar kepala sekolah dengan lantang.
Prokkk ... prokk ... prok
Siswa-siswi, keluarga, guru-guru dan para kerabat bertepuk tangan saat Anjel menuju ke atas podium.
" Udah cantik pintar lagi ya, jeng. " ujar orang tua murid 1.
__ADS_1
" Iyaa, jeng. coba itu anak saya, saya bakal bangga sekali dan kira-kira siapa ya ortunya ? " ujar ortu murid 2.
" Saya gak tau, jeng. yang pasti dari keluarga terpandang, soalnya duduk deretan depan sihh. " ujar Ortu murid 1 dan di angguki setuju ortu murid 2.
" Selamat ya, nak. " ujar kepala sekolah dengan menyalami Anjel.
" Makasih, pak. " Anjel pun mencium punggung kepala sekolah dan berdiri di tengah-tengah kedua sahabatnya.
" Tahun ini yang akan memberikan sertifikat, karangan bunga dan hadiahnya adalah pemilik Sma Internasional School langsung, untuk Tuan Danu Abraham beserta istrinya, kami persilahkan. " ujar kepala sekolah yang di sambut tepukan tangan dari semua yang hadir dan tak lama naiklah Danu Abraham dengan sang istri yang tak lain Racquel Pratiwi Abraham.
Danu pun langsung saja memberikan sertifikat kepada ketiga gadis cantik tersebut, di susul Racquel yang langsung memberika karangan bunga dan hadiah ke ketiganya.
" Makasih, ma. " Anjel membalas tersenyum dan mencium punggung tangan mertuanya.
" Selamat ya, Nak. " Racquel menyerahkan karangan dan hadiah ke Veronica dengan tersenyum.
" Makasih, tante. " Veronica tersenyum dan mencium punggung tangan Racquel.
" Selamat, ya. " Racquel menyarahkan karangan bunga dan hadiah kepada Cika.
__ADS_1
" Makasih, tante. " Cika tersenyum dan memcium punggung tangan Racquel.
Mereka bertiga pun berfoto bersama dengan Danu dan Racquel untuk di simpan di buku anak-anak berprestasi dan lulus dengan nilai yang terbaik.
Setelah selesai mereka pun kembali ke tempat duduk masing-masing, tanpa mereka sadari ortu mereka tersenyum bangga atas apa yang di raih putri mereka dan mereka memutuskan untuk duduk di paling belakang karna tak ingim menjadi pusat perhatian.
Begitupun dengan pria paruh baya yang berdiri di samping keluarga besar dan untuk pertama kalinya dirinya menghadiri kelulusan putrinya, Cika.
Semua siswa dan siswi di perbolehkan untuk berselfi dengan para guru, idola mereka dan ortu mereka untuk kenang-kenangan.
" Mommy !!! " Anjel berteriak melihat kehadiran mommynya dan juga daddynya di belakang.
" Queen !! Kemarilah, Nak !!! " Raisya tak kalah kencangnya dengan melambaikan tangannya dan Anjel pun berlari menghampiri ortunya.
" Mommy sama daddy kok gak bilang kalau mau datang, katanya kemarin gak bisa datang karna ada urusan mendadak, tapi ini apa ? " Anjel menatap kedua ortunya yang saling memandang satu sama lain.
" Mommy mau kasih Surprise buat kamu, ehh tapi keburu ketahuan sama kamunya. " ujar Raisya dengan memeluk putrinya dan tak mungkin kalau dirinya dengan suaminya gak datang di pesta kelulusan putri bungsunya karna bagi mereka anaklah yang lebih berarti dari apapun.
" Anjel sempet sedih kemarin karna tau mommy sama daddy gak bisa dateng. " ujar Anjel dengan berkaca - kaca dan langsung memeluk kembali sang mommy.
__ADS_1
" Ibu gak nyangka kau lulus dengan nilai terbaik. " ujar Rastanti dengan menangkup pipi sang putri.