Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT

Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT
S-2. Rencana Gagal


__ADS_3

Tak perlu menunggu lama, datang seorang laki-laki menghampiri Siska dan berbincang hangat di sana. Kiren terus memperhatikan gerak-gerik keduanya, dan di saat itu pula, laki-laki tersebut memegang kedua tangan Siska.


"Ternyata Siska selingkuh di belakang Fatih?! Ini bisa jadi bahan untuk gue tau alasan kenapa Adhim suka sama Aqila!" Kiren mengambil ponselnya dan memotret momen langka tersebut.


"Gue harus secepatnya kasih tau Fatih soal ini!" gumam Kiren yang keluar dari cafe tersebut.


Siska tak sengaja melihat Kiren sedang berjalan menuju luar cafe itu.


"Itu Kiren bukan sih?" batin Siska. Saat ia ingin mengamatinya lebih jelas, Kiren sudah keluar dari cafe tersebut.


"Mungkin mirip aja kali ya!" gumam Siska yang menyeruput minuman di depannya.


"Kamu ngomong apa?" tanya laki-laki di depan Siska sambil menatap Siska bingung.


"Nggak kok gak ngomong apa-apa," jawab Siska nyengir. Laki-laki tersebut yakin kalau ia mendengar Siska berbicara tapi tidak terdengar jelas olehnya.


Kiren: "Gue tunggu lo di cafe deket sekolah XX!"


Fatih: "Ok, gue ke sana sekarang!"


Kiren melajukan motornya menuju restoran dekat sekolah kakaknya yaitu Jio. Setelah sampai, ternyata Fatih sudah lebih dahulu sudah di sana. Kiren pun menghampiri Fatih yang tengah mainkan ponselnya.


"Mau apa lo ngajak gue ke sini?"


"Gue mau nunjukin sesuatu sama lo!" Kiren mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan foto Siska dengan laki-laki lain di cafe tadi.


"Terus?" tanya Fatih dengan muka datarnya, ia memang percaya dengan foto yang di tunjukkan Kiren. Tapi, bukan berarti ia harus kaget melihat Siska dengan cowok itu.


"Lo gak liat apa? Ini Siska lagi berduaan sama cowok lain pegangan tangan lagi, lo diem aja?!" tanya Kiren menatap Fatih bingung.


"Ya terus gue harus ngapain? Gue harus nyamperin Siska terus putusin dia, gitu? Ya gak mungkinlah! Orang dia kakaknya Siska!" jawab Fatih, Kiren hanya diam tidak berkutik sama sekali. Ia tidak menyangka kalau sebenarnya yang ada di foto tersebut adalah kakak Siska.

__ADS_1


"Jadi, rencana gue untuk tau alasan kenapa Adhim suka sama Aqila gagal dong! Ih!! Padahal sedikit lagi gue akan tau semuanya, dan nyingkirin lo dari ingatan Adhim, La!" batin Kiren kesal pada dirinya sendiri.


"Lo ngajak gue ke sini cuma mau kasih liat foto itu aja, kan? Kalau nggak ada lagi gue pergi." Fatih pergi meninggalkan Kiren yang masih belum berkata apa-apa.


"Liat aja lo aqila! Gue gak akan nyerah gitu aja!" gumam Kiren dan mengepal kedua tangannya dengan penuh amarah.


Sementara itu di rumah sakit, Aqila yang masih terbaring di atas ranjang lama-kelamaan menjadi bosan dan ingin segera ke luar dari tempat ini.


Aqila memilih untuk berjalan mencari udara segar di luar. Tapi, saat ia hendak membuka pintu ruangannya, Adhim sudah berada di ambang pintu yang niatnya ingin masuk ke dalam.


"Lo mau kemana?" tanya Adhim dingin. Aqila hanya menatapnya biasa dan berjalan melewati Adhim begitu saja tanpa menjawab pertanyaannya.


"Gue temenin!" pekik Adhim dan Aqila hanya membalasnya dengan anggukan. Keduanya berjalan menuju taman rumah sakit itu.


"Kenapa lo masih di sini?" tanya Aqila yang duduk di salah satu kursi panjang yang berada di sana.


"Maksudnya?" tanya Adhim balik sambil menatap heran Aqila.


"Orang nanya juga. Malah balik nanya!" sindir Aqila yang pandangannya tetap ke depan.


"Iya!" Aqila membatin. Andai saja, Adhim tidak terkena amnesia, pasti sekarang Aqila menjawab iya.


"Emang apa yang lo rasain ketika deket sama gue?" tanya Aqila balik. Ia juga penasaran apa yang dirasakan Adhim saat itu.


"Ketika gue deket sama lo, rasanya gue lagi sama Aqila!" jelas Adhim singkat. "Apa lo sebenarnya bukan Kiren? Melainkan Aqila yang dulu gue suka?" tanya Adhim, seketika Aqila menatap Adhim tanpa berkedip satu kali pun.


"Rasanya aku mau jujur sekarang juga! Tapi ini berat banget rasanya!" batin Aqila, rasanya ia ingin berteriak sekencang-kencangnya, tapi tidak bisa.


"Gu– gue ... gue mau ke dalam!" jawab Aqila mengalihkan topik pembicaraan, kemudian Adhim membantu Aqila berjalan dan setelah sampai di ruangan inap, ia duduk di atas sofa.


"Pacar kamu belum datang?" tanya laki-laki yang ada di depan Siska.

__ADS_1


"Belum, Kak. Mungkin sebentar lagi juga datang, kita tunggu aja," jelas Siska, tak lama kemudian Fatih berjalan menghampiri keduanya.


"Kenalin, ini Kak Kiki. Kak Kiki ini pacar aku namanya Fatih," ucap Siska, Fatih dan Kiki berjabat tangan.


Ketiganya berbincang hangat dan tak terasa, sore pun tiba. Fatih pamit untuk pulang begitupun dengan Siska dan Kiki, keduanya pulang ke rumahnya.


Saat Siska dan Kiki ingin pulang, tak sengaja mereka bertemu dengan Lion di depan cafe tersebut.


"Lion!" seru Kiki sambil melambaikan tangannya, Lion pun menghampiri keduanya.


"Apa kabar lo?" tanya Lion kepada Kiki. Siska yang berdiri di antara keduanya menatap heran kepada Lion, kenapa Lion kenal pada Kakaknya itu.


"Kabar baik. Lo gimana?" tanya Kiki balik.


"Baik!"


"Oh ya, kenalin ini Siska adik gue," ucap Kiki memperkenalkan Siska yang ada di sampingnya.


"Jadi Siska adik lo? Dunia emang sempit ya! Hahaaa," sahut Lion sambil tertawa.


"Kalian udah saling kenal? Kenapa Siska nggak pernah cerita tentang lo ya?" kata Kiki menatap Siska heran.


"Kita cuma kenal di jalan gak lebih!" jawab Siska ketus dan berjalan menuju mobil milik Kakaknya.


"Semua rencana kita gak ada yang tau, kan?" tanya Kiki memastikan.


"Beres pokonya!" jawab Lion sambil mengangkat tangannya membentuk seperti huruf 'b'.


"Ya udah, gue duluan ya, Bro!" pamit Kiki dan berjalan menuju mobilnya dan melajukannya menuju rumahnya.


Apa sebenarnya rencana mereka berdua ya? Kalau masih penasaran, klik dulu fav yang ada di bawah ini, tinggalkan like, rate 5, dan juga vote dari kalian semua.

__ADS_1


Author minta maaf nih, karena sekarang jarang up dan hanya bisa up dua sampai tiga hari satu bab. Tapi author akan usahakan up setiap hari, mohon dukungannya 😄.


Sampai ketemu di episode selanjutnya 🤗.


__ADS_2