Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT

Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT
Kembali Sekolah


__ADS_3

Mentari tampak belum bersinar,Aqila bangun lebih awal pagi ini dia pergi ke kamar mandi untuk wudhu dan gosok gigi,setelah melaksanakan sholat subuh Aqila berjalan menuju dapur.


Di sana sudah ada Asti yang sedang memasukkan kue ke dalam open dan memasak untuk sarapan pagi.


"Selamat pagi mah"sapa Aqila sambil mengambil gelas dan mengisinya dengan air


"Selamat pagi sayang"balas Asti yang sedang memasak


"Kamu udah sholat?"tanya Asti memastikan


"Udah kok mah. Mamah masak apa hari ini?"tanya Aqila sambil menyimpan gelasnya di meja dan menghampiri Asti


"Masak nasi goreng,telur dadar sama daging"ucap Asti sambil menunjuk nunjuk masakannya


"Mamah bikin kue juga?Emang ada acara apa mah?"tanya Aqila memastikan karena dia seperti mencium bau kue yang sedang di kukus


"Iya,,,mau aja bikin kue udah lama mamah gak bikin kue"jelas Asti singkat


"Kalau gitu Aqila mandi dulu ya mah"ucap Aqila yang sudah berjalan menaiki anak tangga


Selesai mandi Aqila cepat cepat mengganti bajunya dengan seragam sekolah dan turun ke bawah untuk sarapan


"Papa sama nenek belum bangun mah?"tanya Aqila yang tidak melihat ayah nya di meja makan


"Udah paling papa lagi mandi. Kalau nenek belum"jawab Asti sambil menyiapkan sarapan


Aqila hanya menganggukkan kepala dan langsung melahap makanan yang ada di depannya.


"Mah,kuenya boleh Aqila bawa sedikit ke sekolah?"tanya Aqila dengan penuh harapan


"Boleh"jawab Asti sambil tersenyum


"Makasih mah"ucap Aqila dan berjalan menuju dapur untuk mengambil kotak makan dan kembali ke meja makan


"Selamat pagi semua"sapa Saddam yang sudah rapi dengan kemejanya

__ADS_1


"Pagi pa"balas Aqila sambil memasukkan kue ke dalam kotak makan


"Ma,pa aku berangkat dulu ya"ucap Aqila seraya mencium punggung tangan kedua orang tuanya


"Assalamu'alaikum"salam Aqila sambil berjalan ke arah pintu depan


🍁🍁🍁


Sesampainya di sekolah Aqila langsung menuju kelas IPA 2,ya,,ini adalah kelas Adhim. Saat memasuki kelas Adhim tidak ada seorangpun yang Aqila lihat di sana,Aqila mulai berjalan ke bangku Adhim yang berada di jajaran ke dua dari depan.


"Adhim,,,kapan Adhim suka sama Qila?Meskipun waktu itu Adhim yang bilang begitu bukannya Hendrik,pasti Qila seneng banget"gumam Aqila


Tak lama kemudian datang tiga cewe yang menghampiri Aqila dan bertanya "Lo ngapain di sini?"tanya Nadya dengan nada tinggi


Ya,,,yang menghampiri Aqila adalah Nadya dan dua temannya Sarah dan Nency. Nadya bisa lakuin apa aja kalau ada orang yang deketin orang yang dia suka karena mereka semua dari keluarga yang terpandang nggak heran kalau banyak laki laki ngejar Nadya.


"Qila cuman mau ngasih ini ke Adhim"balas Aqila sambil memperlihatkan kotak makannya itu dan di simpan di atas meja


"Denger ya!Gak boleh ada satupun Deket-deket sama Adhim,termasuk Lo. Kalau Lo deket-deket sama Adhim Lo akan tau akibatnya. Ngerti!"jelas Nadya dengan nada lebih tinggi dari sebelumnya sambil menatap Aqila tajam dan menunjuk-nunjuk Aqila


Aqila tidak menjawab dia hanya diam dan menundukkan kepalanya sambil memain-mainkan tangannya.


"Alah lebay,udah sana pergi"usir Nadya kembali amarahnya sudah naik sampai ke ubun-ubun. "Bawa dia keluar"suruh Nadya kepada kedua temannya itu dan keduanya pun menuruti Nadya dan menarik Aqila ke luar


"Eh tunggu"cegah Nadya yang masih berdiri di bangku Adhim sedangkan Aqila dan kedua teman Nadya di depan pintu


"Ni bawa Adhim gak butuh makanan yang kayak gitu"ucap Nadya sambil melempar kotak makan ke lantai dan membuat kue yang ada di kotak makan tersebut berhamburan kemana-mana


Aqila langsung menepis genggaman Sarah dan Nency dan langsung memasukkan kue yang tadi berhamburan ke dalam kotak makan.


"Kalian jahat banget sih. Hiks,,,,hiks,,,hiks,,,"ucap Aqila sambil menangis dan menatap mereka bertiga


"Terserah kita mau ngapain juga,salah Lo juga ngapain deket-deket sama Adhim"balas Nadya dengan tangan di lipat bawah dada


Aqila tak kuat menahan tangisannya itu dan langsung berlari ke luar. Bruuk,,,,Aqila manabrak seseorang di depan pintu,dia tidak menghiraukan orang yang ditabraknya itu dan langsung berlari menuju kelasnya.

__ADS_1


"Kalian ngapain di sini?Apa yang kalian lakukan kepada Aqila?Kalau terjadi apa-apa sama dia Lo berurusan sama gue"tanya Hendrik dan mengancam Nadya


Hendrik orang yang di tabrak Aqila tadi,saat dia mau masuk ke kelasnha dia mendengar keributan di kelas Adhim dan langsung mengeceknya. Saat dia mau mengecek nya Aqila berlari keluar sambil menangis.


"Sial,,,awas aja Lo Aqila"gumam Nadya dengan penuh kemarahan


Tanpa manjawab Nadya,Sarah dan Nency akhirnya pergi dari kelas Adhim. Mereka tidak mau masalah ini Sampai ke guru yang lain karena kali sampai itu terjadi reputasi Nadya akan hancur.


Hendrik langsung berlari ke kelas Aqila,dia khawatir Aqila kenapa-napa. Saat dia sampai di depan pintu kelasnya dia melihat Aqila sedang menangis sambil memandang kotak makan yang di bawanya tadi.


"La,kamu di apain sama mereka tadi?"tanya Hendrik yang sudah duduk di samping Aqila


"Aqila gak di apapain kok sama mereka"jawab Aqila sambil mengusap air matanya


"Kalau gak di apapain terus Lo kenapa nangis?"tanya Hendrik ingin tau


"Tadi Aqila terjatuh makannya nangis"jelas Aqila berbohong,Hendrik mengangguk saja tapi di dalam hatinya dia tau kalau Aqila berbohong padanya


"Terus ada yang sakit gak?"tanya Hendrik yang melihat Aqila dari atas sampai bawah,seketika mata Hendrik tertuju pada luka di kaki Aqila


"La kaki Lo berdarah lagi kita ke UKS yu"ucap Hendrik kaget dan membawa Aqila ke UKS


Di tengah perjalanan Aqila dan Hendrik bertemu dengan Siska. Siska menyapa mereka berdua dan menghampirinya,saat hendak menghampiri Siska melihat darah keluar dari kaki Aqila.


"Drik,Aqila ke apa?"tanya Siska cemas dan ikut berjalan menuju UKS


"Tadi katanya terjatuh"balas Hendrik yang sedang membantu Aqila berjalan


Saat di UKS Hendrik mengikatkan perban di kaki Aqila,sebelumnya Aqila tidak memakai perban karena luka di kakinya sudah lumayan kering.


"Nanti pulang sekolah bareng gue,nanti kita ke rumah sakit lagi"kata Hendrik uang sedang mengikatkan perban di kaki Aqila


"Gak u...."belum selesai Aqila berkata telunjuk Hendrik sudah mendarat di bibir Aqila


"Jangan nolak,ini untuk kebaikan Lo juga,La"ucap Hendrik dan membawa Aqila ke kelasnya

__ADS_1


"Teeeeet,,,,"bel sekolah berbunyi nyaring tanda semua siswa masuk kas dan pelajaran di mulai


"Tidak apa apa berjuang untuk seseorang yang mencintai anda. Akan tetapi,tidak baik agar orang mencintai anda. Ada perbedaan besar"


__ADS_2