
Ketika sampai di kantin mereka duduk di pojok karena itu satu-satunya bangku yang kosong. Tak lama setelah makanan mereka sampai,Adhim dan Nadya masuk kantin di ikuti Hans dan Fatih.
"Dhim kita ke sana yo"kata Fatih sambil menunjuk ke arah tempat duduk Aqila dan teman-temannya
Adhim tidak menjawab apa-apa dia hanya mengikuti Fatih.
"Hay"ucap Hans kepada semuanya
"Hay"jawab serempak
Merekapun duduk dan Nadya yang belum menyadari bahwa Rendi juga ada di sana,ikut duduk di samping Adhim. Ketika duduk Nadya kaget dan tampak syok melihat Rendi ada di sana.
"Re....Rendi"ucap Nadya gugup
"Kenapa kaget ya?"sindir Rendi kepada Nadya
Nadya hanya diam tidak bergerak karena masih kaget Rendi ada di sana juga.
"Ngapain kamu di sini?"tanya Nadya dengan perasaan yang tak karuan
"Aku pindah sekolah ke sini"jawab Rendi dengan santainya sambil melahap makanan yang ada di depannya
"Pindah?Kok aku gak tau sih"kata Nadya kaget dan tidak menyangka
"Buat apa aku ngabarin kamu"balas Rendi ketus
Adhim,Hans,Fatih dan Hendrik yang belum tahu alasan Rendi pindah ke sekolah ini menatap bingung ke arah Nadya.
"Lo murid baru di sini?"tanya Hans yang tadi mendengar percakapan antara mereka berdua
"Iya. Kenalin nama gue Rendi Henandra Putra dari kelas X IPA 4"kata Rendi sambil mengulurkan tangannya ke hadapan Hans dan Hans membalas uluran tangan Rendi
"Hati-hati Dhim sekarang Lo ada saingan"bisik Fatih
"Diem Lo"balas Adhim kesal
"Lo kenal sama Rendi?"tanya Hendrik memastikan
"I...iya"jawab Nadya gugup
"Lo kenal Rendi di mana?"tanya Hans kepo
"Mau tau aja Lo"balas Nadya menatap Hans tajam
"Gue mau ngobrol sama Nadya dulu"kata Rendi sambil menarik tangan Nadya menuju halaman belakang yang tak jauh dari kantin tersebut
"La,Lo kan teman sekelasnya nih,ceritain dong tentang Rendi sama Nadya"Hans memohon
Aqila tersedak dan menatap Siska dan Siska pun menatap Aqila. Mereka saling memberi kode satu sama lain.
"Rendi sama Nadya ya?"tanya Aqila memastikan
"Iya..."balas Hans tidak sabar mendengar cerita Aqila
"Baru juga sekolah hari ini,belum cukup akrab"Siska beralasan
"Tapi...tadi kenapa kalian jalan bareng ke kantin?"tanya Hendrik bingung
Aqila dan Siska diam,mereka mencari alasan dan kata-kata yang tepat untuk menjawab pertanyaan Hendrik
"Hmm...oh itu...kita tadi mau ke kantin tapi di luar udah banyak cewe yang ngerumunin Rendi dan Rendi minta tolong kita bantu dia supaya bisa lolos dari cewe-cewe itu. Dan akhirnya kita sepakat untuk lari...gitu"jelas Aqila sambil menyenggol siku Siska
__ADS_1
"I..iya gitu...ceritanya"ucap Siska gugup,semuanya mengangguk tanda mengerti.
Untung gak ada yang curiga
pikir Aqila dan Siska,keduanya bernapas lega dan melanjutkan makan.
🍁🍁🍁
"Ren tunggu,Ren..."panggil Nadya sambil mencoba melepaskan tangannya dari Rendi
Rendi melepaskan tangan Nadya ketika sampai di halaman belakang.
"Kenapa kamu mutusin aku?"tanya Rendi dengan nada lumayan tinggi
"Karna aku gak cinta lagi sama kamu"balas Nadya dengan nada sama
"Adhim yang tadi jalan sama kamu itu?Tapi kenapa kamu berubah?Dulu kamu nggak kayak gitu"tanya Rendi ingin tau
"Iya itu Adhim. Aku nggak berubah Ren,ini aku yang sekarang adalah aku yang sebenarnya"jelas Nadya
"Alasan kamu mutusin aku apa?"tanya Rendi kembali
"Alasan aku..mutusin kamu?Karena Adhim,dia lebih baik dari pada kamu"jawab Nadya sambil melihat tangannya di dada
Nadya pun berjalan meninggalkan Rendi di sana,baru beberapa langkah Nadya berjalan Rendi berkata kembali,,,
"Aku udah tau semua kebusukan kamu dari Aqila dan Siska"kata Rendi dan Nadya menghentikan langkahnya dan berbalik badan
"Aqila?"ucap Nadya sambil menghampiri Rendi
"Iya lagi pula Adhim gak suka kan sama kamu?"ejek Rendi dan dia tak menyesal apa yang dia katakan
"Gue udah jadian sama Adhim"balas Nadya berbohong da kesal
"Oke"jawab Nadya dan dia meninggalkan Rendi di sana
"Sayang kita pergi dari sini"ucap Nadya kepada Adhim dan Adhim pun mengikuti Nadya
Hans dan Fatih bingung mendengar Nadya memanggil Adhim sayang. Akhirnya mereka mengikuti Adhim dan Nadya pergi dari sana.
"Apa mereka sudah pacaran?"tanya Hendrik
"Tidak"jawab Siska
"Iya" jawab Aqila
Mendengar kata Aqila Hendrik dan Siska menatapnya heran dan bertanya,,,
"Mereka pacaran?Benarkah?Kapan mereka jadian?"tanya Siska berkali- kali
"Mereka jadian kemarin"ucap Aqila sangat sedih tapi dia tidak mengeluarkan air matanya
"Kemarin?Tu cowok gak punya hati banget sih,siapa yang berjuang mati- matian jadian sama orang lain"kata Siska kesal
Apakah ini kesempatan gue?Tapi apa Aqila udah gak suka sama Adhim?
pikir Hendrik dan pertanyaan itu membuatnya pusing
Rendi duduk dan kembali melanjutkan makan,tanpa bicara sepatah kata apapun.
"Lo sama Nadya ngomongin apa,Ren?"tanya Siska
__ADS_1
"Bukan apa-apa kok"jawab Rendi sambil tersenyum
Tak lama kemudian datang Hans dan Fatih,mereka duduk dengan wajah cemberut.
"Kenapa kalian?"tanya Hendrik bingung
"Ngapain juga kita liatin Adhim dan Nadya berduaan. Sedangkan kita jomblo"jawab Hans malas
"Nanti di antara kalian pasti ada yang punya pacar kok"kata Aqila sambil menatap ke arah Fatih
"Siapa?"tanya Hans kepo
"Nanti juga tau"ucap Aqila sambil tersenyum jahil
🍁🍁🍁
"Rendi siapa nya kamu?"tanya Adhim ketus
"Dia cuman massa lalu aku"jawab Nadya
"Dan kenapa Lo manggil gue sayang di depan semua tadi?"tanya Adhim kembali
"Hmm...aku suka sama kamu Dhim,kamu mau kan jadi pacar aku?"tanya Nadya dengan penuh harapan Adhim bisa menerimanya
"Jangan harap"balas Adhim ketus
"Gimana ini,kalau gue ketahuan kalau gue bohong sama mereka"gumam Nadya dan Adhim mendengar itu
"Apa Lo bohong?Lo ngomong apa sama mereka sampai-sampai Lo bohong?"tanya Adhim mulai kesal
"Sebenarnya....aku cerita ke Aqila bahwa aku dan kamu udah pacaran"jawab Nadya dengan Nadya lirih
"Pacaran?Kenapa Lo ngelakuin itu?"tanya Adhim sambil memegang bahu Nadya kencang
"Adhim sakit....Adhim..."keluh Nadya dan mulai menangis
Sarah dan Nency yang juga ada di sana terkejut dan menghampiri mereka berdua,saat keduanya menghampiri mereka Adhim mencegahnya,,,
"Kalian diem kalau mau temen kalian ini gak kesakitan"ancam Adhim dan mereka pun berhenti
Adhim melepaskan tangannya dari Nadya dan langsung pergi keluar.
Setelah Adhim keluar Nadya menghapus air matanya dan berbicara,,,,
"Ini semua gara-gara Aqila,kalau dia gak ada pasti gue sama Adhim bisa bersatu"kata Nadya kesal nadanya naik beberapa oktaf
"Gue ada ide Nad"ucap Sarah dan kemudian berbisik kepada Nadya
Nadya tampak setuju dengan rencana Sarah.
"Oke kita akan lakuin itu bagaimana pun caranya"ucap Nadya sambil tersenyum senang
Apakah yang di rencanakan Nadya dan teman-temannya?
Tunggu kelanjutannya lagi ya...
.
.
.
__ADS_1
"Dia tidak berubah. Dia yang sekarang adalah dia yang sebenarnya"