Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT

Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT
S-2. Kejadian Yang Tak Terduga


__ADS_3

Satu tahun telah berlalu, kini Aqila kelas XII begitupun dengan teman-temannya.


Saat sedang istirahat dan duduk di kantin sendiri, tiba-tiba Adhim menarik tangan Aqila. Sontak membuat Aqila hampir tersungkur, untung saja ia masih bisa menyeimbangkan tubuhnya.


"Aku mau bicara sama kamu!"


"Kita mau ke mana?" tanya Aqila penasaran. Semua yang berada di koridor kelas langsung melihat keduanya kebingungan.


"Kita ikutin yu! Kaya nya bakal seru nih!" teriak salah satu siswi, sehingga semua orang mengikuti Adhim dan Aqila.


Adhim membawa Aqila ke tengah lapangan yang cukup ramai banyak orang. Tampak banyak orang melingkari keduanya.


"Ini ada apa?" tanya Aqila yang semakin di buat penasaran.


Adhim tiba-tiba berlutut di depan Aqila sambil memegang sebuah benda di kedua tangannya.


"Kalau kamu milih barang yang ada di tangan kanan aku, berarti kamu terima kamu sebagai pacar kamu. Dan sebaliknya, kalau kamu memilih barang yang ada di tangan kiri aku, aku akan mengerti." jelas Adhim, semua orang tampak menyiapkan ponselnya masing-masing untuk di jadikan berita hangat di sekolah ini.


"Apapun jawaban kamu, kita tetap akan menjadi teman baik walau itu dulu, sekarang ataupun nanti," sambung Adhim kembali.


Aqila menatap Adhim dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Baru kali ini, ada laki-laki yang berani menembaknya di depan banyak orang seperti ini.


"Apakah ini sungguh? Atau aku hanya sedang bermimpi?" pikir Aqila, ia langsung memukul-mukul pipinya pelan, dan ternyata itu bukanlah mimpi. Melainkan sungguhan.


"Terima, terima, terima ....!" Suara sorak-soray para siswa membuat seluruh lapangan begitu bersisik. Sehingga membuat siswa yang berada di kantin, kelasnya berlarian berhamburan menuju lapangan untuk melihat ke adaan di sana.


"Ada apa ini!" tanya Pak Wendi yang menerobos kerumunan.


"Pak. Jangan halangi pemandangan kita dong, lagu seru nih," kata siswa yang sedang menyaksikan Adhim dan Aqila, tapi terhalang oleh Pak Wendi.


"Kamu berani nyuruh saya?Sekarang juga kamu ke ruang BP!" bentak Pak Wendi kepada siswa tersebut.


"Bukan begitu, Pak. Bapak liat sendiri di belakang Balak, ada yang sedang ungkapin perasaannya, nanti kalau Bapak di sini, semua akan sia-sia Pak. Kasihan Adhim, selama ini kan Adhim gak pernah suka sama seorangpun dan baru kali ini Adhim suka sama Aqila," jelas siswa itu panjang lebar.

__ADS_1


"Iya, Pak. Kami mohon, Bapak pergi dari sini," sahut siswa lainnya. Karena Pak Wendi kalah dengan semua siswa yang hanya ingin melihat jawaban Aqilla, Ia pun pergi meninggalkan lapangan tersebut menuju ruang BP.


Ketika Aqila hendak mengambil barang yang berada di tangan kanan Adhim, Aqila berpikir sejenak. Ia baru ingat tentang surat wasiat dari ayahnya yang isinya bahwa Aqila harus menikahi Jio nanti, bukan yang lain.


Aqila begitu berat memutuskan itu semua, ia akhirnya memilih ayahnya dan mengambil barang yang ada di tangan Adhim.


"Aku milih ini," ucap Aqila, sontak semua orang di buat kaget dan menatap ke arah Aqila bingung.


"Kenapa malah milih itu sih? Padahal kan, mereka saling cinta. Tapi ..." bisik siswi lainnya yang semakin di buat bingung dengan Aqila.


Adhim berdiri, dan tersenyum pada Aqila.


"Makasih udah kasih jawabannya. Aku ngerti kok, tapi aku akan tetap berjuang lagi nanti," Kata Adhim, semua orang di buat kecewa dengan semua yang mereka saksikan itu.


"Kenapa lo milih tangan kiri Adhim? Bukannya kalian saling cinta ya?" tanyanya yang maju satu langkah ke depan.


Aqila tidak bisa menjawab pertanyaan itu, ia hanya diam sambil menunduk. Tapi tiba-tiba ada yang berkata dari arah belakang.


"Karena Aqila udah punya calon suami! Yaitu gue sendiri!" Teriakan tersebut membuat semua orang menoleh kepadanya, dan ternyata yang mengatakan itu adalah Jio.


"Iya bener. Aqila sebenarnya udah punya calon suami, waktu itu om Saddam, ayah Aqila sendiri meninggalkan wasiat dan isinya adalah Aqila harus nikah sama gue nanti!" teriak Jio dengan percaya dirinya.


"Ini bohong kan, La?" tanya Adhim memastikan bahwa Jio hanya mengada-ada.


Aqila tidak menjawabnya dan hanya diam menatap Adhim penuh bersalah.


"Aqila jawab! Ini semua bener?" tanya Adhim kembali, nadanya naik beberapa oktaf dari sebelumnya.


"Jadi– kenapa nggak pernah cerita soal ini?" tanya Adhim menatap Aqila penuh kecewa.


"Maaf, aku gak mau nyakitin perasaan kamu," jawab Aqila, matanya sudah berkaca-kaca.


"Ini malah semakin nyakitin aku, La! Seharusnya kamu cerita dari awal, bukannya kaya gini!" sahut Adhim, ia mundur beberapa langkah ke belakang.

__ADS_1


"Jadi mending kita pergi dari sini!" usir Jio yang melepaskan rangkulannya dan memegang tangan Aqila erat.


Adhim berlari pergi dari tempat tersebut sedang perasaan yang tak karuan.


"Adhim ... maafin aku," batin Aqila, ia merasa sangat bersalah atas itu semua.


"Ini bakal jadi berita besar kali ini." Siswa yang memvidio kejadian tadi langsung mengupload nya ke sosmed. Sehingga menjadi berita viral di seluruh sekolah, maupun sekolah lainnya.


Sementara itu Hans berlarian ke sana kemari mencari Fatih, tapi tidak juga kunjung ketemu. Dan akhirnya Hans menemui Fatih sedang duduk berdua bersama Siska di halaman belakang.


"Kalian udah liat vidionya nggak?" tanya Hans dengan napas ngos-ngosan.


"Vidio apa?" tanya keduanya serentak.


"Liat di hp kalian." Fatih dan Siska langsung mengambil ponselnya di sakunya masing-masing dan melihat vidio yang sedang panas-panasnya.


"Adhim!"


"Aqila!" gumam keduanya khawatir.


"Sekarang Adhim kemana?" tanya Fatih mulai cemas.


"Katanya sih dia tadi pergi dari sekolah ini, tapi nggak tau kemana," jawab Hans, Fatih langsung berpamitan dengan Siska untuk mencari keberadaan Adhim saat ini.


"Gue juga harus temuin Aqila! Gue butuh penjelasan soal vidio ini langsung dari mulutnya!" Siska berlari kecil menuju lapangan, tapi nihil Aqila tidak ada di sana. Kemudian Siska berlari ke kelas, kantin, roftoof. Tapi tidak juga menemukannya.


Akhirnya Siska menelepon Aqila, dan katanya ia sedang berada di cafe dekat sekolah XX. Siska langsung pergi ke cafe tersebut.


🍁🍁🍁


**Gimana ceritanya? Kalau gak terlalu seru maaf banget 🙏, kalau menurut kalian seru ya ... Alhamdulillah 😊.


Jangan lupa klik fav yang ada di bawah ini, dan tinggalkan like, rate 5, dan juga vote. Karena itu akan membuat author semakin semangat dalam membuat ceritanya 😁**.

__ADS_1


Terima kasih untuk semua yang sudah suport aku sampai sini 😍. Maaf juga kalau ada kata yang typo 😅.


__ADS_2