
"Adit gak ketemu, Siska juga gak ada. Siska, kamu kemana sih?" gumam Fatih panik, dia sudah mencari ke segala tempat di sekolah, tetapi tidak menemukan keduanya.
"Lo kenapa, Tih?" tanya Rendi yang tiba-tiba datang menghampiri Fatih yang sedang duduk sambil mengacak-acak rambutnya.
"Rendi!" gumam Fatih kaget. "Ngapain lo di sini?" sambung Fatih, dari tatapannya, Fatih melihat Rendi seperti sedang melihat hantu, begitu kaget sekaligus takut.
"Liatnya jangan gitu juga kali," sindir Rendi dan duduk di samping Fatih.
"Iya maaf," jawabnya lirih.
"Lo kenapa bro? Oh iya, best friends lo mana? Tumben gak bareng, biasanya kalian bertiga selalu kemana-mana bareng," tanya Rendi sambil menoleh ke kanan dan kiri, siapa tau dia menemukan salah satu dari Adhim atau Hans di sana.
"Hans lagi sama Cika, Adhim lagi sama Nadya," jawab Fatih yang masih khawatir dengan pacarnya yang entah hilang ke mana.
"Lo kenapa cemas gitu? Ada masalah ya?" tanya Rendi yang mulai kepo.
"Nggak, gue cuman lagi nungguin Siska aja," jawab Fatih seadanya.
"Bentar-bentar kok Adhim sama Nadya? Bukannya dia benci banget ya sama tu cewe?" tanya Rendi terheran-heran.
"Ya iyalah, kan dia sekarang udah jadi pacarnya. Ups!" Fatih langsung menutup mulutnya setelah dia sadar apa yang dia katakan.
"Pacarnya!" ucap Rendi kaget, dia tidak menyangka kalau Adhim bisa secepat itu membuka hatinya kepada orang lain.
"Bu— bukan itu maksud gue, maksud gue ...." Belum selesai Fatih berbicara, Rendi sudah meninggalkannya.
"Rendi!" teriak Fatih. Tapi, sia-sia saja, Rendi tidak menghiraukan dan tetap berjalan.
"Aaahhh! Kenapa gue bisa keceplosan sih! Rendi jadi tau semuanya, kan!" gumam Fatih yang kesal pada dirinya sendiri.
"Ini bisa jadi kesempatan gue untuk dapetin Aqila," batin Rendi. "Tapi nggak, gue gak boleh ceroboh. Gue tau Aqila masih ada perasaan sama Adhim, begitupun Adhim, gue tau mereka saling mencintai satu sama lain. Gue harus inget, gue juga di sini cuman peran pembantu, gak ada harapan untuk jadi pacar Aqila, apalagi memiliki seutuhnya, itu gak mungkin," sambungnya.
Rendi pun berjalan dengan cepat menuju parkiran. Dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju cafe yang biasanya ia kunjungi belakangan ini.
__ADS_1
"Lah! Bukannya itu mobil Rendi ya? Tapi, mau ngapain dia keluar sekolah?" ucap Siska saat melihat mobil Rendi dari jendela kaca taksi yang ia naiki.
____________________
"Sayang, kita ke kantin aja yu," ajak Nadya yang masih menempel di tangan Adhim.
Adhim mengendus perlahan ....
"Oke, sumpah ya. Sebenarnya gue gak sudi pacaran sama ni satu cewe. Tapi, gue gak ada pilihan lain lagi. Kalau gak karena Aqila, gue gak mau jadi pacar dia," batin Adhim sambil melihat Nadya yang masih menempel kepadanya dengan tatapan sinis.
"Mau gak?" tanya Nadya kembali sambil menarik tangan Adhim.
"Lepasin gak!" ucap Adhim ketus. Meskipun Nadya menariknya dengan sekuat tenaga sekalipun, Adhim tetap tidak bergerak dari tempatnya berdiri.
"Oke, aku akan lepasin kamu. Tapi, kamu harus ikut aku ke kantin. Oke," ajak Nadya paksa. Nadya pun melepaskan tangannya dan berjalan menuju kantin, sedangkan Adhim mengikutinya dari belakang.
"Hai, Guys. Gue punya berita besar hari ini, buat kalian di luar sana. Akhirnya gue bisa jadian sama Adhim. Sekarang kita udah resmi jadi pasangan, Yeeee ...." kata Nadya sambil memegang ponselnya dan membuat live di Ig sambil memperlihatkan dirinya jalan berdua sama Adhim.
"Apaan si lo, jangan lebay!" ucap Adhim kesal dan langsung mempercepat langkahnya menuju kantin.
____________________
"Sayang?!" gumam Fatih, saking khawatirnya, dia memeluk Siska di depan semua orang yang ada di sana. Sontak membuat semua orang melihat keduanya, ada yang berpikiran kalau itu sangat berlebihan, ada juga yang iri melihat keduanya bisa berpelukan seperti itu.
"Kita jadi satu sorotan di sini, jadi lepasin aku," bisik Siska tepat di depan telinga Fatih.
Fatih cemberut dan melepaskan pelukannya sambil berkata, "Kamu gak sayang lagi sama aku?"
"Bukan gitu, aku sayang kok sama kamu. Tapi meluknya jangan di depan semua orang, aku malu," jelas Siska yang tidak ingin Fatih salah paham padanya.
"Kenapa harus malu? Kan kita udah pacaran lama, jadi boleh dong pelukan," jelas Fatih kecewa setelah mendengar penjelasan pacarnya itu.
"Iya .... Tapi, jangan di sini juga. Semua orang jadi tau kan, kita pelukan. Ya udah, kamu ikut aku, ada yang harus omongin ke kamu," sahut Siska dan menarik tangan Fatih menuju halaman belakang sekolah.
__ADS_1
🍁🍁🍁
"Tumben mau ketemu gue, ada apa?" tanya Aqila bingung dan langsung duduk di hadapan Rendi.
"Apa gue cerita aja ya, sama Aqila. Kalau sebenarnya Adhim pacaran sama Nadya?" batin Rendi, tampaknya dia masih ragu untuk menjelaskan kepada Aqila.
"Hey! Malah bengong, lo ngapain suruh gue ke sini?" tanya Aqila membuyarkan lamunan Rendi.
"Gini .... Sebenarnya ...." Rendi tidak melanjutkan perkataannya, sehingga membuat Aqila semakin penasaran.
"Apa? Coba cerita sama gue, ada apa?" tanya kembali Aqila yang tidak sabar mendengar apa yang akan di katakan Rendi kepadanya.
"Sebenarnya .... Tapi lo jangan kaget," ucap Rendi yang mengingatkan.
"Iya ... cepet apa? Gue gak punya waktu banyak nih," ujar Aqila yang semakin geram dengan Rendi karena tidak mengatakan langsung.
"Jadi, sebenarnya ... gue juga baru tau tadi dari Fatih, kalau Adhim udah resmi jadi pacarnya Nadya," jelas Rendi yang masih tampak ragu dengan perkataannya.
Hening ....
Haaahhaa .... Aqila tertawa sejadi-jadinya setelah mendengar perkataan Rendi.
"Kenapa lo ketawa? Gak ada yang lucu, sumpah," kata Rendi menatap Aqila bingung.
"Kenapa lo ceritain ke gue?" tanya Aqila, raut wajahnya berubah drastis menjadi serius.
"Lo gak kaget atau apa gitu?" tanya Rendi terheran-heran, dia pikir, Aqila akan berbuat sesuatu. Tapi, ternyata ini di luar dugaannya.
"Ya terus gue harus apa? Ya kalau Adhim pacaran sama Nadya ya udah, biarin. Gue juga gak ada harapan lagi sama dia," ucap Aqila dengan santainya.
"Meskipun begitu, gue yakin banget, kalau lo masih ada rasa sama Adhim. Gue gak akan nyerah gitu aja, supaya lo dan Adhim bisa bersama lagi, La," batin Rendi sambil menyeruput minuman yang ada di depannya.
Bug ...!
__ADS_1
Tiba-tiba, ada yang memukul Rendi dari samping, entah orang itu kesal atau balas dendam.
"Lo apa-apaan sih!" bentak Aqila yang kaget saat melihat Rendi di pukul seseorang.