
Sudah beberapa hari ini Aqila tidak juga sadarkan diri,dia masih terbaring di atas ranjang rumah sakit.
"Dhim"panggil Hans sambil menepuk bahu kanan Adhim dari belakang
"Hmm..."balas Adhim yang sedang menggambar
"Kita ke rumah sakit yu,tadi Siska ngajak tuh"jelas Hans dan duduk di samping Adhim
Adhim tidak menjawab dia terus melanjutkan hobinya itu
"Bro,Lo denger gak sih?"tanya Hans sambil menatap Adhim heran
"Denger"jawab Adhim seadanya
"Jadi Lo ikut gak nih"kata Hans memastikan
"Gak"balas Adhim singkat
"Terserah Lo lah"Hans pergi dari kelasnya dan meninggalkan Adhim
Setelah Hans sudah ke luar Adhim sudah selesai dengan kegiatan menggambarnya itu.
Adhim memang suka sekali menggambar dia pernah juara di salah satu lomba antar provinsi,tak heran jika hasil menggambarnya di minati dan di puji banyak orang.
Selain hobi Adhim menggambar dia juga hobi olahraga tidak jarang orang yang ingin sepertinya.
"Apa gue udah mulai suka sama dia?"gumam Adhim
"Aaahh....kenapa di pikiran gue selalu Aqila sih?"Adhim mengacak-ngacak rambutnya
Beberapa hari ini Adhim selalu memikirkan Aqila dan mengkhawatirkannya entah serbuk apa yang diberikan Aqila kepada Adhim sehingga Adhim terus saja memikirkannya.
Adhim teringat kejadian di rooftoop waktu itu...
"Hans bener,gue bener-bener nyesel karena udah sia-siain Aqila. Apa gue jujur ya sama dia kalau gue mulai suka?"
"Tapi gimana kalau dia benci banget sama gue?"pikir Adhim kembali
"Adhim"teriak Fatih di depan pintu kelas. Adhim langsung menoleh ke arah Fatih
"Aqila udah sadar Dhim"ucap Fatih dengan napas ngos-ngosan
Setelah mendengar perkataan Fatih Adhim langsung berdiri dan membawa tasnya pergi ke luar
Adhim menyalakan motornya dan melajukannya dengan kencang menuju rumah sakit tempat Aqila di rawat.
Sesampainya di rumah sakit Adhim berlari ke ruang perawatan,di sana sudah ada Hendrik,Siska dan Rendi menunggu di luar
"Adhim"gumam mereka
"Aqila di mana?"tanya Adhim khawatir
"Di dalam"balas Siska sambil menunjukkan ke arah Aqila
Di sana ada kaca jendela besar jadi semua yang di luar bisa melihat keadaan Aqila
"Kapan dia sadar?"tanya Adhim sambil melihat ke arah Aqila di jendela
"Tadi pagi,mamahnya Aqila ngabarin nya baru tadi karena nggak mau ngeganggu kita belajar"jelas Siska
Asti keluar dari ruang perawatan dan menemui mereka
"Eh kalian,kapan ke sini?"tanya Asti dengan wajah senang karena Aqila sudah sadar
"Baru aja Tante"jawab Siska mewakili semuanya
__ADS_1
"Kebetulan ada Adhim,tadi Aqila nanyain kamu"jelas Asti
"Apa saya boleh jenguk Aqila Tante?"tanya Adhim
"Tentu saja boleh"balas Asti sambil tersenyum
Adhim masuk ke ruang tersebut dan duduk di samping Aqila.
"Adhim.."ucap Aqila sambil memainkan tangannya itu
"Hhmm...."balas Adhim
"Aqila....Qila...."ucap Aqila gugup,dia tidak berani memandang ke arah Adhim
"Lo mau ngomong apa?"tanya Adhim bingung sambil berpikir menebak apa yang di pikirkan Aqila saat ini
Kemudian hening.....
tak lama kemudian Siska,Rendi,Hendrik,Fatih dan Hans masuk ke dalam
"Aqila"kata Siska sambil berlari kecil dan memeluk Aqila
"Siska..Qila kangen sama Siska"balas Aqila memeluk Siska dengan erat
Adhim berdiri diantara mereka dan Siska duduk di kursi tersebut
"Tadi sama Adhim ngomong apa?"tanya Siska sambil berbisik. Aqila hanya menggelengkan kepala
"Aqila ini gue bawa sesuatu buat Lo"kata Hendrik sambil memberikan bunga kepada Aqila
"Makasih Hendrik"Aqila menerima bunga tersebut sambil tersenyum
"Kita juga bawa ini buat Lo"Rendi memperlihatkan parsel berisi buah-buahan
"Hallo semuanya"sapa Asti yang masuk ke dalam dengan wajah sumringah
"Mamah kayaknya seneng banget ada apa mah?"tanya Aqila kepo
"Mau tau aja atau mau tau banget..."goda Asti
"Ih..mamah Qila serius"balas Aqila sambil cemberut
Asti tersenyum dan menghampiri Aqila sambil berkata "Kata dokter sore ini Aqila boleh pulang"
Semuanya sontak kegirangan termasuk Aqila dia sangat rindu dengan rumahnya itu.
"Jadi besok Lo bisa sekolah La"ucap Siska sambil memeluk Aqila erat
"Ettsss...tapi Aqila belum di ijinin untuk sekolah sampai sakit di kepalanya sembuh"jelas Asti
"Gak papa mah yang penting Qila pulang,Qila gak betah di sini"balas Aqila melepaskan pelukannya dari Siska
Tiba-tiba di depan pintu ada yang mengucapkan salam"Assalamu'alaikum"salam Hans dan Fatih
"Wa'alaikumussalam"jawab mereka kompak
"Kelihatannya seneng banget. Kita ngelewatin apa nih?"tanya Hans kepo
"Mau tau aja"balas Hendrik dan semuanya tertawa
"Dhim Lo gak seneng?"tanya Rendi melihat Adhim berdiri diam dengan muka datar
"Gue seneng kok"jawab Adhim dengan muka yang masih datar
"Tu muka Lo datar gitu,apa ekspresi wajah seneng itu mukanya datar ya?Gue baru tau"balas Rendi sambil melihat Adhim heran
__ADS_1
Mendengar itu Adhim tersenyum terpaksa
"Baru kali ini gue liat Lo senyum Dhim,meskipun terpaksa"kata Hans sambil melihat Adhim tak percaya
"Emang Adhim baru kali ini senyum?"tanya Aqila kepo
"Iya La,gue aja yang udah bertahun-tahun bareng sama dia baru kali ini liat"jelas Fatih. Fatih dan Hans memang sudah lama berteman dengan Adhim
"Ada ya orang kayak gitu"sindir Siska sambil melihat Adhim tajam
Adhim yang merasa terpojok berjalan ke luar ruangan.
"Dih,gitu aja baper"Siska mendelik kearah Adhim
"Kalau gitu Tante kami pamit pulang"kata Hendrik mewakili semuanya
"Ya udah hati-hati di jalan ya"pesan Asti kepada semua
"Iya Tante"semuanya ke luar dari ruangan.
🍁🍁🍁
"Kamu sudah siap-siap sayang?"tanya Asti memastikan sambil mengelus lembut kepala Aqila
"Udah mah. Oh iya papa mana mah?"tanya Aqila yang tidak melihat papanya di ruangan
"Lagi bayar administrasi"balas Asti
"Nenek sepi ya gak ada Qila di rumah?"tanya Aqila kepada neneknya sambil memegang tangan neneknya
"Iya. Oh iya bagaimana hubungan kamu dengan Adhim?"bisik nenek Aqila
"Ih nenek"balas Aqila sambil berbisik juga
Aqila memang suka menceritakan tentang kehidupannya misalnya hobi,makanan favorit,sekolah bahkan tentang Adhim dia ceritakan,pokonya semua yang dialami Aqila dia selalu menceritakan kepada neneknya,neneknya orang yang paling mengerti apa yang di rasakan Aqila.
"Assalamu'alaikum"salam Adhim yang masih di depan pintu
"Eh nak Adhim masuk"suruh Asti
"Iya Tante"balas Adhim,dia pun masuk menghampiri Asti,nenek Aqila dan Aqila
"Baru juga di bicarain,mungkin jodoh kali"goda nenek Aqila kepada Aqila
"Nenek.."ucap Aqila dengan muka cemberut. Neneknya tersenyum melihat tingkah laku cucunya itu
"Adhim mau apa ke sini?"tanya Aqila mencoba tidak salting
"Gue...gue mau"ucap Adhim,sepertinya Adhim mencari kata-kata yang tepat untuk menjawab pertanyaan dari Aqila
.
Menurut kalian apa yang di lakukan Adhim di ruang perawatan tempat Aqila di rawat?
.
Jangan lupa like,coment,rate and vote. Terimakasih 😊
.
.
.
"Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri. Karena hasil akhir dari semua urusan di dunia ini sudah ditetapkan oleh Allah. Jika suatu ditakdirkan untuk menjauh darimu,maka ia tak akan pernah mendatangimu. Namun jika ia ditakdirkan bersamamu,maka kau tak akan bisa lari darinya" ~Umar Bin Khattab~
__ADS_1