
Pagi buta Aqila sudah bangun dari tidurnya,Aqila melihat ke arah jendela tampak matahari belum menampakkan dirinya dari tempat persembunyiannya
Aqila bergegas ke kamar mandi untuk membasuh mukanya,tak lupa juga Aqila berwudhu dan melaksanakan sholat subuh.
Selesai melaksanakan sholat subuh Aqila turun ke bawah,memastikan semua orang di rumah belum bangun. Benar saja Aqila mencari ke seluruh penjuru rumah tidak ada orang di sana. Aqila pergi ke dapur dan mempersiapkan sarapan untuk semuanya.
"Aqila kamu sedang apa?"tanya Asti yang tiba-tiba datang menghampiri Aqila
"Ih mamah,Qila kaget tau"ucap Aqila menoleh ke arah Asti dan memegang dadanya,denyut jantung Aqila berdetak kencang
"Udah sini mamah bantuin"kata Asti merebut pisau yang Aqila pegang
"Tapi mah..."belum selesai Aqila berkata Asti menyambarnya
"Udah kamu siap-siap gih,nanti kalau udah siap boleh bantu mamah lagi di sini"jelas Asti membuat Aqila tersenyum senang
Aqila berjalan menaiki tangga dan bergegas pergi ke kamar mandi. Belum sempat Aqila membuka pintu kamar mandi tiba-tiba ponsel Aqila berbunyi. Aqila mengambil ponsel yang berada di atas ranjang,ternyata ada yang menelepon Aqila dengan nomor tidak di kenal
"Hallo,ini siapa ya?"
tanya Aqila mulai bertanya-tanya
"Ini gue Adhim"
balas Adhim dengan nada yang berbeda dari sebelumnya
"Adhim?Adhim kenapa telepon Aqila?"
tanya kembali Aqila tapi tidak di respon oleh Adhim
"Adhim?"
Aqila memastikan masih terhubung
Tut...Tut...Tut...
telpon di matikan begitu saja oleh Adhim.
Aqila masih terpaku. 'Adhim mau apa ya?'pikir Aqila bingung
Aqila tidak memikirkan soal yang tadi lagi,Ia cepat-cepat bergegas pergi ke kamar mandi dan bersiap berangkat sekolah. Aqila menuruni anak tangga dan berjalan ke arah dapur.
🍁🍁🍁
Adhim Jihan
Pagi ini Adhim sudah bersiap berangkat ke sekolah,setelah semalaman Ia berdiam diri di kamarnya
Tiara sudah menceritakan semua tentang yang terjadi kemarin.
"Gue harus minta maaf sama Aqila"ucap Adhim kepada diri sendiri
Adhim mengambil ponselnya dan mencari kontak Aqila tapi tidak ada. Adhim sadar kalau dia belum punya kontaknya,Ia menelpon Fatih dan meminta nomor Aqila.
Adhim sempat memandang handphone nya lama,dan akhirnya dia memberanikan diri untuk menelpon Aqila.
Dia berpikir kembali dan mengurungkan niatnya untuk meminta maaf,Adhim memilih diam dan memendam perasaannya dalam-dalam.
🍁🍁🍁
__ADS_1
"Udah selesai mah?"tanya Aqila melihat Asti memasak
"Sebentar lagi,kamu siapin meja makan gih"suruh Asti
"Siap mah"balas Aqila,Ia menyimpan tas nya di salah satu kursi meja makan dan menyiapkan semuanya
Tak lama kemudian Asti menghampiri Aqila dengan membawa hasil masakannya dan menyimpannya di atas meja yang sudah tertata rapih.
"Kalau gitu Aqila berangkat sekolah ya mah,assalamu'alaikum"pamit Aqila,tidak lupa mencium tangan ibunya
"Wa'alaikumussalam. Hati-hati di jalan sayang"kata Asti lantang
"Siap mah"balas Aqila sambil mengacungkan jempolnya
Asti kembali melanjutkan rutinitasnya,Ia baru sadar kalau Aqila belum sarapan pagi ini
Ketika Aqila sedang menunggu taksi di depan rumahnya,tiba-tiba Adhim dengan membawa motor berhenti di depan Aqila.
"Adhim?"gumam Aqila,Adhim membuka helmnya dan merapihkan rambutnya yang berantakan
"Ngapain di sini?"tanya Aqila ketus
"Nggak ngapa-ngapain gue cuman kebetulan lewat dan liat Lo di sini"jelas Adhim berbohong
"Terus ngapain masih di sini?"tanya Aqila kembali ketus
"Gue niatan baik ke sini,naik"balas Adhim sambil menyuruh Aqila naik ke motornya
"Gak usah"balas Aqila dan berlalu meninggalkan Adhim
"Terserah. Tunggu aja sampai siang nanti,gue gak lihat ada angkut dan taksi di sana"jelas Adhim tersenyum licik
"Yakin gak ikut?"tanya Adhim memastikan
"Nggak"jawab Aqila,tangannya di lipat di dadanya
"Ya udah gue duluan,ok bye"belum sempat Adhim melajukan motornya Aqila memegang setir motor Adhim
"Qila ikut"ucap Aqila nyengir
"Tadi di tawarin gak mau,sekarang mau"sindir Adhim
"Ya udah naik"sambung Adhim dan bersiap melajukan motor besarnya itu
"Maaf tadi Qila bersikap seperti itu"kata Aqila merasa bersalah
"Kalau acting itu lebih bagus dikit napa"balas Adhim sambil tertawa jail,Aqila nyengir
Tak lama kemudian motor Adhim berhenti di antara motor-motor yang ada di parkiran sekolah SMA Nusantara
Aqila berjalan terlebih dahulu,sedangkan Adhim masih setia duduk di motornya sambil merapihkan rambut dengan tangannya
"Bilang terima kasih kek,apa kek"sindir Adhim melihat Aqila tajam
"Terima kasih"balas Aqila sambil tersenyum ramah
"La,gue minta maaf soal semua yang udah gue lakuin sama Lo. Lo bebas mau ngapain aja,mau benci gue,pukul gue sesuai yang Lo suka,bebas"jelas Adhim bersalah,nadanya lebih meyakinkan dari pada permintaan maaf sebelumnya
"Qila gak pernah marah sama Adhim,Qila kan suka sama Adhim jadi,buat apa Qila marah"jawab Aqila dengan polosnya
__ADS_1
"Jadi selama ini Lo gak pernah marah sama gue?"tanya Adhim tidak percaya Aqila sebaik itu
"Qila cuman kecewa aja,kalau soal marah gak pernah"balas Aqila menunduk malu
"Oh iya,selamat ya"ucap Adhim mengulurkan tangannya di hadapan Aqila
"Selamat soal apa?Perasaan ulah tahun Qila masih lama"kata Aqila heran
"Bukan soal ulang tahun ini soal Lo sama Hendrik,kalian udah pacaran kan?"balas Adhim,uluran tangannya tidak di balas oleh Aqila
"Oh soal itu"balas Aqila malas
"Qila harus cepat-cepat pergi ke kelas"sambung Aqila,berlari kecil ke kelasnya
"Hay Adhim"sapa Nadya dari belakang,Adhim menoleh ke arah Nadya dan tersenyum
"Gimana kabarnya?"tanya Nadya khawatir,Ia tahu kejadian kemarin dari teman-temannya
"Baik"balas Adhim,tampaknya pagi ini mood Adhim sedang baik
"Aku mau ngomong sesuatu sama kamu"Nadya menarik tangan Adhim dan membawanya ke halaman belakang sekolah
"Lo mau ngomong apa?Waktu gue gak banyak"ucap Adhim dingin
"Waktu pertama kali gue ketemu Lo gue...gue...udah...gue..."jelas Nadya gugup
"To the point aja"balas Adhim tidak mau basa basi
"Gue cinta dan sayang sama Lo Dhim"ucap Nadya tanpa basa basi lagi
"Gue gak bisa nerima cinta Lo Nad"balas Adhim melihat ke arah langit yang cerah
"Tapi kenapa?"tanya Nadya kecewa
"Gue mulai suka sama seseorang"balas Adhim
"Gara-gara Aqila,Lo gak nerima cinta gue?"tanya Nadya memastikan
"Ini bukan salah Aqila,ini salah gue yang mulai suka sama dia. Ngerti"jawab Adhim dengan menatap tajam Nadya
Karena tidak punya banyak waktu Adhim meninggalkan Nadya sendiri di sana.
"Awas aja Lo Aqila liat pembalasan gue"gumam Nadya kesal
.
.
.
"Bagaimana aku bisa membencimu jika rasa cintaku padamu selalu saja mendahului rasa benciku..." ~Aqila Anatasya~
Apa yang di rencanakan oleh Nadya?
Apakah nanti Adhim dan Aqila akan jadian ataukah sebaliknya?
Tunggu Eps selanjutnya ya...
TAQOBBALALLAHU MINNA WA MINKUM,MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN (MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN SEMUA 🙏😊
__ADS_1