Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT

Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT
S-2. Yang Sebenarnya!!


__ADS_3

Saat hendak memberitahu Jio, Aqila terlebih dahulu menerima notifikasi dari Jio tempat dimana acara adiknya di selenggarakan.


"Ini bukannya?!" gumam Aqila kaget saat melihat lokasinya.


"Ada apa, La? Kok ekspresi lo gitu banget?" tanya Siska kepo. Ia melihat lokasi yang di kirim Jio kepada Aqila.


"Bukannya ini lokasinya sama seperti yang di kirim Kiren tadi ya?" ucap Siska saat melihat lokasi yang di kirim Jio.


"Iya Siska bener. Kalau lokasinya sama, Qila gak perlu milih salah satu. Qila bisa langsung hadir di acara Kiren dan adik Jio."


"Emang lo gak cape gitu? Bulak balik ke acara Kiren dan adiknya Jio?" tanya Siska khawatir.


"Siska gak perlu khawatir, Qila bisa kok!" jawab Aqila dengan semangatnya.


Setelah selesai membeli kado untuk Kiren dan adik Jio. Aqila dan Siska membuka barangnya dan bersiap-siap.


"Kenapa lo pake baju itu, La?" tanya Siska bingung saat melihat Aqila naik motor besarnya dan memakai pakaian kaos dan jins panjang. Aqila malah terbahak-bahak melihat Siska yang memakai dress dan high heels.


"Kenapa lo ketawa gitu? Apa dress nya kebesaran? Atau gak cocok?" tanya Siska yang melihat dirinya dari kaca rumahnya.


"Bukan itu. Tapi, masa ia Siska pake dress sih. Apa gak ribet nanti naik motornya?" tanya Aqila yang masih tertawa geli.


"Gak bakalan lah! Gue kan gak nyetir. Lo yang nyetir, hehehe!" jawab Siska seadanya dan mencoba naik ke atas motor besar milik Aqila. Sebenarnya bukan punya Aqila sih, tapi punya Kiren. Karena, mereka berdua lagi ganti posisi, jadi motor besar Kiren di kasih ke Aqila.


Saat ingin naik, Siska tampak kesusahan, Aqila yang masih menunggu lama-kelamaan bosen dan membuka mulutnya sambil berkata, "Udah di bilangin juga. Masih aja ngeyel!" sindir Aqila yang melihat remeh Siska.


"Ya udah deh gue kalah! Lo tunggu di sini, gue mau ganti baju dulu!" Siska berlari kecil menuju kamarnya dan mengganti bajunya dengan kaos dan jins panjang sama seperti Aqila.


Setelah menunggu sepuluh menit, akhirnya Siska keluar dan membawa tas yang berisi sepatu dan pakaian yang akan di pakainya nanti.


"Ganti pakaian aja lama banget sih!" komentar Aqila kesal.


"Ya maaf, gue tadi cari baju gue gak ada jadi pake jaket deh!" jawab Siska dan naik ke motor Aqila. Aqila melajukannya dengan kecepatan di atas rata-rata. Karena tempatnya lumayan jauh, setengah jam baru sampai di hotel berbintang lima itu.


"Qila jadi inget ulang tahun kak Nadya waktu itu," ucap Aqila berdecak kagum melihat hotel berbintang lima yang di depannya di hiasi balon dan karangan bunga, memberi selamat kepada Aqila alias Kiren.


"Kenapa di sini cuma ada nama Aqila? Kenapa adik Jio gak ada? Padahal dia sama-sama ulang tahun di tempat ini!" Gumam Aqila bingung.


Aqila tidak terlalu memikirkan hal itu lagi, keduanya lalu berjalan masuk menuju lantai paling atas hotel ini.


Aqila kembali berdecak kagum melihat hiasan yang terpajang di sana. Begitu mewah dengan balon di setiap sisi ruangan tersebut dan tulisan happy birthday Aqila yang terpampang jelas saat pertama memasuki ruangan yang luasnya lima kali lipat di bandingkan rumahnya.

__ADS_1


"Mending kita ganti baju sekarang yu!" ajak Siska dan menarik tangan Aqila yang masih berdiri terpaku menatap sekeliling ruangan yang di penulis balon dan karangan bunga.


"Hai Aqila, hai Siska!" sapa Kiren yang tak sengaja melihat keduanya sedang berjalan menuju kamar mandi.


"Lo cantik banget hari ini!" ucap Aqila menatap Kiren kagum dan iri.


"Makasih loh. Bentar, kenapa kalian masih pake baju ini?" tanya Kiren menatap keduanya dari atas sampai bawah.


"Tadinya sih mau langsung paket dress, tapi karena Qila bawa motor. Jadi, Qila sama Siska paket jins, ini juga mau di ganti," jelas Aqila ramah.


"Kalau gitu, gue mau sambut para tamu dulu. Kalian siap-siap aja ya." Kiren berjalan menuju pintu masih dan menyambut para tamu yang datang hari ini. Semua tamu di buat iri kepada Kiren karena penampilannya hari ini begitu cantik dengan gaun berwarna putih bergradasi pink, seperti warna yang menghiasi ruangan itu.


"Hallo, Kak?


"Hallo Adik ku yang manja!


ucap Jio sambil tertawa kecil.


"Kak Jio masih aja ngeselin!


sahut Kiren kesal.


"Iya maaf-maaf, maaf ya Kakak nggak bisa hadir di pesta kamu, soalnya banyak banget urusan di sini,


gerutu Kiren kecewa.


"Nggak bisa, ini penting banget soalnya,


Jio mencoba menjelaskan kembali.


"Lebih penting daripada ulang tahun Adik sendiri ya?


Kiren tidak terima.


"Ya nggak lah, ulang tahun kamu lebih penting daripada kerjaan di sini,


jawab Jio yang merasa bersalah.


Setelah mengganti pakaian dengan memakai dress, Aqila dan Siska keluar dari kamar mandi. Saat berjalan menuju ruangan tersebut, semua pasang mata menatap ke arah mereka.


"Cantik banget!"

__ADS_1


"Beautiful!" Itulah yang di katakan semua orang setelah melihat keduanya berjalan.


Aqila dan Siska hanya berjalan tidak menghiraukan tatapan semua orang terhadap keduanya. Mereka berjalan menghampiri Kiren yang sedang berbincang hangat dengan seseorang di telpon.


"Kamu cantik banget!" ucap Kiren melihat Aqila kagum.


"Makasih," sahut Aqila menunduk malu.


Tak lama kemudian, datang dari pintu masuk tiga laki-laki tampan dan satu perempuan dengan memakai jas, sedangkan perempuan memakai dress berwarna merah sambil menggandeng tangan pasangnnya memasuki ruangan tersebut. Aqila, Siska dan Kiren yang berada di sana melihat laki-laki tersebut berdecak kagum dan bahkan ketiganya tidak mengedipkan mata saat melihat ketiga laki-laki yang sedang menghampiri mereka.


"Adhim, kamu keliatan ganteng banget hari ini!!" puji Kiren yang langsung memegang kedua tangan Adhim, tanpa menghiraukan sekitarnya.


Ya yang di maksud tiga laki-laki tadi adalah Adhim, Fatih, dan Hans. Sedangkan yang di maksud satu perempuan adalah Cika.


"Ekkhemm!!" deheman Fatih membuat Kiren tersentak dan langsung melepaskan tangannya. Ketiganya masuk di ikuti empat perempuan cantik.


"Apakah yang sedang berbincang bersama perempuan cantik itu adalah aqila? Yang ulang tahun hari ini?" tanya salah satu orang yang melihat mereka berjalan masuk.


"Iya betul itu dia. Dia adalah anak dari Bayu, pemilik perusahaan Bayu company yang terkenal itu loh. Kita beruntung di undang ke sini!" jelas temannya.


"Tapi, bukankah namanya Kiren ya? Kenapa jadi Aqila?" tanya orang yang baru saja datang menghampiri keduanya.


"Benar juga. Kenapa namanya Aqila?"


"Mungkin itu nama panggilan Kiren. Bisa saja Kiren biasa di panggil Aqila di keluarganya, jadi namanya di ganti Aqila," jelasnya berpikir positif.


"Baiklah, karena sebentar lagi acara akan di mulai. Semua orang harap merapat di sini," ucap MC tersebut. Semua orang berkumpul di depan kue yang besar dan menyanyi lagu selamat ulang tahun.


Sebelum Kiren meniup lilinnya, ia pertama-tama berdoa dan kemudian meniup lilinnya. Suara gemuruh tepuk tangan bergema di ruangan tersebut.


"Siska, Qila mau ke kamar mandi sebentar ya!" Siska mengangguk, Aqila berlari kecil menuju kamar mandi karena sudah tidak tahan.


"Kue yang pertama akan di beri pada siapa nih ya?" ucap MC yang berada di samping Kiren yang sedang memotong kuehnya.


"Tunggu!" teriak seseorang di arah pintu masuk. Semua menoleh ke arah suara tersebut dan menemukan Jio yang sedang membawa kado di tangannya.


"Kakak!" gumam Kiren, matanya berkaca-kaca melihat Kakak nya yang datang ke sini.


"Kakak! Jadi? Jio kakak Kiren?" Gumam Siska dan Fatih serempak yang tak sengaja mendengar kata-kata tersebut keluar dari mulut Kiren.


Jadi Jio sebenarnya adalah Kakak Kiren? Apa yang akan terjadi selanjutnya?

__ADS_1


Kalau masih penasaran, jangan lupa klik fav yang ada di bawah ini, tinggalkan like, rate 5, dan juga vote dari kalian semua.


Sampai ketemu di episode selanjutnya 🤗.


__ADS_2