Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT

Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT
Mereka Jadian?


__ADS_3

Deg,,,,jantung Adhim mulai berdenyut kencang dan mengeluarkan keringat dingin.


"Gue kenapa sih?Kenapa rasanya liat Aqila deket sama cowok lain gue....ah gak mungkin gue gak mungkin suka sama dia"


Adhim kesal sendiri sambil mengacak rambutnya,Adhim tidak tau apa yang dirasakannya saat ini.


Adhim berjalan sampai hilang dari pandangan Aqila. Aqila hanya berdiri diam dan kemudian duduk di sebuah bangku yang tak jauh dari tempatnya berdiri.


"Qila tau Adhim sekarang nolak Qila,tapi Qila yakin nanti Adhim bisa menerima Qila. Ini hanya soal waktu


kata Aqila sambil membayangkan Adhim


Aqila berdiri dan berjalan mengikuti Adhim ke kelasnya. Saat di depan pintu kelas Adhim tidak ada seorang pun di sana. Aqila mencoba masuk dan ternyata Adhim ada di bangku belakang bersama Nadya. Mereka sedang berpegangan tangan. Dan mereka berdua di sana.


"Adhim.."panggil Aqila lirih


Mungkin semua orang tidak ada karena tidak boleh ada yang melihat mereka di sini


itulah yang dipikirkan Aqila saat ini


Adhim dan Nadya menoleh ke arah Aqila,Adhim menatap Aqila dengan dingin dan Nadya menatap Aqila dengan tajam,Aqila tau kalau itu kode dari Nadya untuk segera pergi dari sini. Tapi Aqila malah berdiri diam sambil meneteskan air matanya.


Nadya sudah tak tahan lagi,dia langsung menghampiri Aqila dan menarik tangannya dengan kasar ke luar.


"Lo tuh ya"ucap Nadya marah sambil menunjuk ke muka Aqila


"Udah gue bilangin jangan deketin Adhim lagi,Lo gak ada kapoknya"jelas Nadya dengan nada tinggi sambil melipat tangannya di bawah dada


Akhirnya Aqila memberanikan diri untuk bicara karena tidak tahan dengan kelakuan Nadya. "Iya Qila berani,lagi pula kak Nadya kan bukan siapa-siapa Adhim kenapa harus marah?"jelas Aqila sambil mengusap air matanya


Nadya semakin marah karena belum pernah ada orang yang berani lawan dia,kalau ada dia gak akan maafin orang itu. Karena marah Nadya tidak bisa mengontrol emosinya alhasil Nadya sempat mendaratkan tangannya di pipi Aqila tapi....


"Jangan karena Lo dari keluarga terpandang,Lo bertindak seenaknya"jelas Hendrik yang tiba-tiba datang sambil menahan tangan Nadya


Nadya mencoba menepis genggaman Hendrik,tapi tidak bisa.


"Awas aja Lo"ancam Nadya


"Lagi pula,gue dan Adhim udah jadian"kata Nadya,sudut bibirnya mengangkat


Adhim keluar dari kelas karena terdengar ada keributan di luar,dia melihat Hendrik sedang memegang tangan Nadya sambil melihat Aqila yang berlari.


Apa?Jadian?Ini gak mungkin gak mungkin


dalam hatinya terasa ada yang menusuk sakit sekali,Aqila sambil menggeleng gelengkan kepalanya pelan. Karena tidak ada yang mau tau kalau dia nangis Aqila langsung berlari menuju rooftoop.

__ADS_1


Hendrik melepaskan tangan Nadya ketika tau bahwa Adhim juga ada bersama mereka. Hendrik pun berkata,,,


"Sekali lagi Lo sakitin Aqila,dia itu bukan mainan yang nggak punya perasaan dia manusia Dhim,dia juga punya perasaan sama kayak kita. Ingat itu!"jelas Hendrik sambil menekan dada bidang Adhim dengan telunjuknya


Hendrik akhirnya pergi meninggalkan mereka berdua dan menyusul Aqila yang sudah berada jauh di depannya.


Adhim tidak paham dengan apa yang di bicarakan Hendrik. Adhim berpikir mungkin karena dia tadi berduaan di jelas bersama Nadya dan Adhim merasa bersalah atas kelakuannya tadi.


"Gue gak bermaksud,,,,,"teriak Adhim kepada Hendrik tapi itu sia-sia saja Hendrik sudah jauh dan tidak mendengar teriakannya


"Udah lah Dhim,dia itu cuman caper sama kamu"ucap Nadya sambil memegang tangan Adhim


"Lepasin"Adhim melepaskan tangannya dari Nadya dan berjalan menuju kantin siapa tau teman-temannya masih ada di sana


🍁🍁🍁


"Apakah Adhim sebenci itu sama Qila?Apakah ini waktunya Qila nyerah ngejar Adhim?Aqila udah gak tahan lagi ya Allah"ucap Aqila sambil menangis sejadi-jadinya


"Aqila..."panggil Hendrik


Aqila tidak merespon Hendrik pun menghampiri Aqila dan memeluknya erat


"Kenapa Adhim gitu sama Qila?Kenapa Hendrik?Hiks,,,,hiks,,,"ucap Aqila kecewa,masih terisak


"Jangan paksain orang lain mencintaimu jika dia tidak mencintaimu,kamu mau berjuang atau mau nyerah,itu pilihan kamu. Jadi udah jangan nangis lagi ya"pesan Hendrik sambil menghapus air mata Aqila


🍁🍁🍁


"Aqila mana?"tanya Siska yang melihat Adhim menghampiri mereka sendirian


"Tadi gue liat Aqila lari ke rooftoop sambil nangis,di susul sama Hendrik"kata Adhim malas sambil meneruskan makan yang tadi


"Aqila nangis pasti karna Lo kan?"feeling Siska sambil menunjuk ke arah Adhim


"Aqila nangis bukan karna gue"bentak Adhim sontak membuat yang berada di kantin menoleh pada Adhim


"Gue cuman bilang gitu aja,jangan ngegas dong"ucap Siska lirih dan takut melihat Adhim marah


Adhim bernapas panjang dan mengeluarkannya pelan,mencoba mangatur emosinya. Adhim tidak mau membahas kejadian tadi lagi,dia pun pergi dari kantin dan menyusul Aqila ke rooftoop.


Ketika melewati lantai satu,Adhim bertemu Nadya,Sarah dan Nency sedang mengobrol,tapi Adhim tidak mempedulikan mereka dia tetap berjalan ke rooftoop.


"Adhim,,,"panggil Nadya sambil memegang tangan Adhim


Adhim menepis genggaman Nadya,tapi Nadya kembali menggenggam pergelangan tangan Adhim. Adhim kesal dan berkata,,,,

__ADS_1


"Lepasin gak?"suruh Adhim sambil menatap Nadya tajam,dia pun kembali menepis dan berjalan dengan cepat


Nadya pun mengikuti Adhim ke rooftoop.


Ketika di rooftoop....


Adhim melihat Hendrik sedang memegang bahu Aqila dan menatapnya dengan tenang.


"Kita pergi dari sini"ucap Hendrik dan memegang tangan Aqila untuk pergi dari sana


"Adhim..."gumam Hendrik dan Aqila yang melihat Adhim berdiri di depan pintu dan Hendrik melepas tangannya dari Aqila


Adhim mencoba mengontrol emosi,dia menghampiri keduanya dan berkata,,,


"Drik,gue mau ngomong bentar sama Aqila"ucap Adhim tenang


"Oh...iya boleh"balas Hendrik dan berjalan menuju ke bawah


Nadya tiba-tiba datang dan berteriak,,,


"Eh,Lo jangan deketin cowo gue"Nadya berlari ke arah Adhim dan Aqila,tapi belum sempat Nadya berlari Hendrik mencegahnya dan membawanya ke bawah.


"La..."Adhim mulai berbicara


"Hhmm..."jawab Aqila


"Gue tadi gak bermaksud,,,,"belum selesai Adhim bicara telunjuk Aqila sudah berada di bibir Adhim


"Qila ngerti kok,Aqila doain supaya hubungan kalian langgeng"ucap Aqila sambil tersenyum


"Hubungan?Hubungan apa?"tanya Adhim tidak mengerti sama sekali


"Adhim jangan pura-pura gak tau"kata Aqila sambil menatap ke arah Adhim


"Ya udah Qila mau ke kelas sebentar lagi bel"sambung Aqila dan Aqila pun meninggalkan Adhim sendirian di sana


Adhim mencoba mencari jawaban yang di ucapkan Aqila,dia mencoba berpikir keras tapi tidak menemukannya dan akhirnya Adhim pergi dari rooftoop.


.


.


.


"Saat seseorang sedang jatuh cinta ia akan rela untuk terus menunggu. Meskipun tak pernah di anggap ataupun dihargai"

__ADS_1


__ADS_2