Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT

Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT
S-2. Teror


__ADS_3

"Semua rencana kita gak ada yang tau, kan?" tanya Kiki memastikan.


"Beres pokonya!" jawab Lion sambil mengangkat tangannya membentuk seperti huruf 'b'.


"Ya udah, gue duluan ya, Bro!" pamit Kiki dan berjalan menuju mobilnya dan melajukannya menuju rumahnya.


"Kenapa cemberut gitu mukanya?" tanya Kiki saat melihat Siska yang berada di sampingnya sedang cemberut.


"Aku tuh gak suka kalau Kakak deket sama Lion!" jawab Siska ketus dan memalingkan wajahnya melihat pemandangan di luar dari jendela mobil milik Kakaknya.


"Kenapa gak suka? Padahal dia anak yang baik loh, kakak malah berharap kamu bisa menjadi teman baik sama dia," jelas Kiki membela Lion.


"Pokonya kalau aku gak suka ya gak suka! Aku gak mau Kakak deket sama dia. TITIK!" sahut Siska kesal, ada penekanan pada kata terakhirnya.


"Pasti Kak Kiki mau nurutin permintaan gue. Secara dia selalu nurutin apa kemauan gue!" batin Siska senang.


"Gak!"


Siska yang tadinya seratus persen yakin kalau Kakak nya akan menjauh dari Lion, seketika semua kepercayaan itu hilang begitu saja.


"Apa?! Yang bener aja? Kak Kiki nolak permintaan gue cuma cowok gak jelas itu!" Siska kembali membatin, tapi ia sekarang mulai kesal dengan kakaknya itu.


Setelah sampai di rumahnya, Siska segera turun dari mobil dan berlari masuk. Bahkan Ibunya yang menyapa tidak ia pedulikan.


"Siska kenapa tu? Kayaknya kesal banget, pasti kamu penyebabnya, kan?" ucap wanita paruh baya yang ada di depan Kiki sambil menunjuk ke arahnya dan menatapnya curiga.


"Dianya aja yang baperan!" kata Kiki menatap punggung Siska yang sedang berlari ke dalam kamarnya.


"Nggak dulu, nggak sekarang. Kalian berdua selalu berantem, gak cape apa?" tanyanya sambil cekikikan.


"Tapi bukan Kiki yang mulai, Mah!" Kiki langsung masuk menuju kamarnya dan menyimpan tasnya di atas ranjang, lalu berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Sedangkan di rumah sakit, Aqila yang sedang duduk dan tidak melakukan apa-apa setelah kembali dari taman membuatnya sangat bosan dan ingin secepatnya pulang dari sini.


"Lo gak cape apa diem aja?" ucap Adhim tiba-tiba, padahal matanya sedang tertutup dan membelakangi Aqila. Sontak ucapan Adhim membuat Aqila tersentak dan menatap punggung Adhim heran.


"Lo juga, gak cape apa tidur mulu dari tadi?" tanya Aqila balik, Adhim membalikkan badannya menghadap Aqila.


"Buat apa cape? Toh tidur bisa buat kita gak ngantuk. Hahaha!!" sahut Adhim tertawa kecil.


Tiba-tiba dokter datang dan memeriksa keadaan Aqila saat ini.


"Karena suhu badan kamu sudah normal, kamu boleh pulang sekarang. Tapi, keluarga harus ada yang menandatangani surat izin pulang terlebih dahulu," jelas dokter tersebut dan berjalan keluar dari ruang inap.


"Kalau gitu, gue pulang juga." Adhim bangkit dari tidurnya sambil merapihkan rambutnya yang berantakan dengan tangan dan berjalan menuju pintu keluar.


"Eh! Tunggu!!" pekik Aqila saat Adhim hendak membuka pintu tersebut. Adhim menutup kembali dan menoleh ke arah Aqila dengan tatapan datar.


"Ada apa lagi?"


"M– makasih sebelumnya udah jaga gue di sini!" jawab Aqila cepat, Adhim hanya tersenyum kecil melihat Aqila dan membuka pintu tersebut.


"Sama-sama!" gumam Adhim saat sudah di luar.


"Akhirnya bisa pulang juga!" ucap Aqila lega sambil menggeliat karena tubuhnya saat ini terasa sakit semua.


Tak lama kemudian Asti datang dan membereskan pakaian Aqila.

__ADS_1


"Kita boleh pulang sekarang. Tapi, kamu inget, dua hari ke depan Mamah gak ijinin kamu untuk sekolah. Ngerti?" jelas Asti dengan tegasnya. Aqila hanya mengangguk dan membantu Ibunya itu membereskan barang-barangnya.


"Oh iya, Adhim dimana?"


"Udah pulang duluan." jawab Aqila seadanya.


"Padahal Mamah belum bilang terimakasih sama dia udah nungguin kamu sampai hari ini," sahut Asti dengan rasa menyesal.


"Mamah tenang aja, Adhim kan anaknya Tante Tiara. Jadi, bisa kapan-kapan ngucapin terima kasih nya."


Ting!!


Suara masuk notifikasi dari ponsel Aqila. Ia menatap layar telpon itu, ternyata itu Jio.


Jio: Aqila, aku denger kamu masuk ke rumah sakit ya? Kenaoa bisa sampai ke rumah sakit? Apa kamu sakit? Atau terjadi sesuatu? Gimana keadaan kamu sekarang? Apa kamu baik-baik aja?


Berbagai pertanyaan terus di berikan kepada Aqila lewat aplikasi chat.


Aqila: Kamu jangan khawatir, aku baik-baik aja kok ☺️.


Jio: Maafin aku ya yang gak bisa ada di saat kamu lagi sakit!


Aqila: Iya gak papa


Aqila meletakkan ponselnya kembali di dalam tasnya karena sudah tiba di rumahnya.


Saat sudah merebahkan tubuhnya di atas ranjang, tiba-tiba ponsel Aqila bergetar, ia pun mengambilnya tanpa melihat siapa orang yang menelponnya, tanpa berpikir panjang menggeser tombol berwarna hijau ke atas.


"Hallo?


ucap Aqila memulai pembicaraan.


sahut orang tersebut dengan suara yang serak sekaligus menyeramkan.


"Siapa kamu?!


pekik Aqila yang gemetar ketakutan.


Belum sempat orang itu menjawabnya, sambungan telpon sudah terputus.


Tuuutt!!


"Hallo?! Hallo?!" Karena ketakutan, Aqila meletakkan ponselnya jauh darinya.


Tak lama kemudian ponsel Aqila bergetar kembali. Membuat Aqila tersentak kaget dan tidak ingin mengangkat telpon itu lagi, karena takut orang yang sebelumnya.


Semakin di diamkan, ponsel itu masih bergetar. Akhirnya Aqila memberanikan diri untuk mengangkatnya.


"Jangan pernah gang–


"Hallo?


Aqila menghentikan ucapannya setelah mendengar suara tersebut.


"Adhim!!


Gumam Aqila dan saat melihat nomornya, ternyata itu benar Adhim.

__ADS_1


"A– ada apa?


tanya Aqila memastikan.


"Kenapa suara lo seperti ketakutan gitu? Apa terjadi sesuatu?


tanya Adhim khawatir.


"Itu bukan urusan lo! Oh iya, kenapa lo nanya kaya gitu? Khawatir sama gue ya ... hayo ngaku ....


sahut Aqila dengan PD nya.


"Cih! Lain kali jangan ke-PD-an jadi orang!


Adhim beralasan.


*~*


Author: Kalau khawatir bilang aja kali, gak usah malu-malu kucing kaya gitu!!"


Adhim: Mending lo diem aja deh Thor!


Author: Wah mulai ngelawan dia! Awas aja nanti!!


*~*


"Lo mau ngapain nelpon gue?


tanya Aqila yang penasaran.


"Gue cuma ngetes aja, apa nomor lo masih aktif atau nggak!


jawab Adhim ketus. Ia langsung memutuskan sambungan telponnya begitu saja. Membuat Aqila berdecak kesal.


🍁🍁🍁


Dua hari kemudian ....


"Siska, aku mau ngomong sama kamu! " Fatih menarik tangan Siska yang sedang berbincang dengan teman sekelasnya.


Setelah sampai di rooftop, Fatih melepas tangan Siska dan berkata, "Aku rasa, sebaiknya hubungan kita cukup sampai sini aja deh!"


Ucapan Fatih barusan, membuat Siska menatap Fatih heran. Ia berpikir bahwa Fatih hanya bercanda seperti waktu yang ia lakukan kepadanya.


"Kamu masih aja bercanda. Hahha!!" sahut Siska sambil tertawa geli, sedangkan Fatih hanya melihat Siska dengan tatapan bingung.


"Tapi ini serius! Ini gak bercanda. Aku mau hubungan kita cukup sampai sini aja!" ucap Fatih yang memegang pundak Siska agar ia berhenti untuk tertawa dan mendengar perkataannya kali ini.


"Kamu serius?" tanya Siska yang berubah drastis tatapannya terhadap Fatih.


"Aku serius!"


"Ta– tapi kenapa?" tanya Siska, air matanya sudah membendung di kedua pelupuk mata.


Kenapa Fatih bisa mutusin Siska ya? Apa karena kejadian kemarin, tapi gak mungkin juga. Soalnya kan kemarin itu Kakaknya Siska. Kalau bukan karena itu, terus kenapa dong? Kalau tau komen di bawah ya 😁.


Jangan lupa klik dulu fav yang ada di bawah ini, tinggalkan like, rate 5, dan juga vote dari kalian semua.

__ADS_1


Sampai ketemu di episode selanjutnya 🤗.


__ADS_2