Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT

Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT
Nadya Yang Jahat


__ADS_3

"Teeeeettt,,,"bel tanda istirahat berbunyi semua siswa berhamburan ke luar,tapi tidak dengan Aqila dia duduk di bangkunya sambil memainkan pensil di tangannya


"La mau ke kantin gak?"tanya Siska yang masih duduk di samping Aqila


Aqila tidak menjawab maupun menoleh kepada Siska dia terus memainkan pensil nya itu.


"Lo kenapa?"tanya Siska bingung sambil menepuk pundak Aqila sontak membuat Aqila kaget dan menjatuhkan pensil yang dimainkannya tadi


"Siska,,,,hiks,,,,,hiks,,,,hiks,,,,"ucap nya dengan suara lirih dan bersandar di bahu Siska


"Lo kenapa?"tanya Siska sekali lagi sambil mengusap-ngusap kepala Aqila


"Apa Aqila nyerah aja ngejar Adhim?"tanya Aqila yang masih menangis itu


"Nyerah?Kalau di bandingkan dengan level 1-10 Lo udah nyampe di level 6 tinggal 4 level lagi yang harus Lo lalui. Kali Lo nyerah sampai sini aja perjuangan Lo sebelumnya akan sia-sia,la"jelas Siska sambil membangunkannya Aqila dan memegang kedua pundak Aqila


"Watu pertama Lo masuk ke sekolah ini,gue emang gak setuju Lo Deket sama Adhim. Tapi gue nyadar Lo terus berjuang demi dapetin hati Adhim Sampai hari ini. Hari ini gue setuju 100% Lo bakal dapetin hati Adhim"jelas Siska kembali dan menyemangati Aqila


Aqila yang mendengar itu pun manghapus air matanya dan berkata,,,,


"Siska bener Qila gak boleh nyerah,Qila harus berjuang demi dapetin Adhim"ucap Aqila penuh dengan semangat


"Nah gitu dong,semangat gue yakin Lo bisa lewatin semua ini"kata Siska sambil tersenyum. "Ya udah kita ke kantin yu,gue udah laper nih"ajak Siska dan merekapun berjalan ke kantin


Ketika melewati lorong kelas keduanya bertemu Adhim,Fatih dan Hans di sana. Adhim tidak menghiraukan kehadiran Aqila di sana,dia melewatinya tanpa menyapa bahkan menolehnya pun dia tidak.Tiba-tiba tangan Adhim di pegang Aqila,Adhim pun menghentikan jalannya.


"Lepasin tangan gue"kata Adhim dengan nada tinggi sambil menepis genggaman tangan Aqila


"Qila gak mau"ucap Qila seperti anak kecil dan kembali memegang tangan Adhim


"La gue ke kantin ya"ucap Siska yang masih berdiri di samping Aqila. "Ayo,,,hey ayo"Siska memberi kode kepada Hans dan Fatih agar pergi dari sini. Untunglah Hans dan Fatih mengerti akhirnya mereka bertiga meninggalkan Adhim dan Aqila di sana


Adhim pun berjalan berlawanan dengan Hans dan Fatih. Adhim dan Aqila jadi sorotan para siswa yang ada di lorong kelas,mereka mengira bahwa Adhim dan Aqila pacaran.


Adhim yang mengetahui kalau dia jadi sorotan langsung melepaskan tangan Aqila dan berjalan cepat ke arah rooftoop.


"Adhim tungguin Qila"teriak Aqila yang tidak bisa menyusul Adhim karena kakinya masih sakit


Saat Aqila sampai di rooftoop dia melihat Adhim berdiri dengan Nadya. Saat Aqila ingin menghampiri mereka dia di cegah oleh Sarah dan Nency,Aqila tidak menyerah dia langsung melepaskan tangan Sarah dan Nency dengan sekuat tenaga dan berlari menuju Adhim dan Nadya .


Adhim dan Nadya menoleh ke belakang dan melihat Aqila yang sedang berjalan cepat menghampiri keduanya. Tapi lagi lagi Aqila di cegah oleh Sarah dan Nency.

__ADS_1


"Lepasin dia"suruh Nadya kepada kedua temannya itu dan mereka menuruti apa yang di katakan Nadya


Nadya akhirnya memegang dan menarik tangan Aqila dengan kencang sampai-sampai Aqila tersungkur. Nadya membawa Aqila tak jauh dari tempat Adhim berdiri.


"Lo ngapain di sini?"tanya Nadya dengan nada ketus


"A,,,Aqila cuman mau ketemu sama Adhim kok"jelas Aqila singkat sambil menundukkan kepalanya


"Gue kan pernah bilang,jangan deketin Adhim. Kenapa sih Lo gak ngerti ngerti juga?"kata Nadya sambil mendorong Aqila


"Kalau Lo deket-deket sama Adhim lagi,awas aja Lo"ancam Nadya yang mulai membelakangi Aqila dan berjalan menghampiri Adhim.


Tapi belum sempat Nadya menghampiri Adhim Aqila berkata dengan nada lumayan tinggi,"Qila gak takut kok"


Nadya yang mendengar itu langsung berbalik ke hadapan Aqila dan menarik rambutnya itu,sambil berkata,,,


"Untung di sini ada Adhim kalau nggak udah mati Lo sama gue"ancam Nadya tidak main main


Melihat Nadya sedang berbicara dengan Aqila,Adhim pun pergi dari rooftoop itu. Nadya yang melihat Adhim pergi dari sana memperlihatkan senyumannya kepada Sarah dan Nency.


"Kalian urus dia mau kalian apain kek yang penting dia kapok dan gak Deket Deket Adhim lagi,ngerti?"suruh Nadya dan Nadya pergi dari rooftoop itu untuk menyusul Adhim


Sarah dan Nency yang masih di rooftoop langsung menghampiri Aqila dan plaak,,,,tangan Sarah mendarat di pipi Aqila.


Aqila tidak kuat lagi dengan kelakuan mereka,tapi apa yang harus Aqila perbuat?Dia tidak melakukan apa-apa dia hanya menangis sambil memegang kaki yang terlukanya itu.


"Biuuurr,,,"Sarah mengguyurkan air kepada Aqila. Aqila duduk dan menangis,di sana tidak ada siapa-siapa kecuali Sarah dan Nency


"Pekerjaan kita udah selesai"ucap Sarah sambil tos ala geng mereka


"Kita pergi,tinggalin dia"ucap Nency,mereka pun meninggalkan Aqila sendirian di rooftoop


🍁🍁🍁


"Sis,Lo liat Aqila gak?"tanya Hendrik dan duduk di samping Siska yang sedang makan bersama Fatih dan Hans


"Tadi sih Aqila sama Adhim,tapi gak tau kemana"jawab Siska sambil makan


"Kalau makan tuh jangan bicara"sindir Hans kepada Siska


"Lo juga jangan makan sambil bicara"balas Siska

__ADS_1


"Gue nggak sambil bicara"kata Hans membela diri


"Itu bicara"balas Siska tak mau kalah. Sontak Fatih dan Hendrik pun ikut ketawa


"Ya udah kalian lanjutin makannya,gue mau cari Aqila dulu"ucap Hendrik dan berjalan mencari Aqila


Hendrik sudah mencari Aqila ke sekeliling sekolahan tapi Aqila tidak ada,hanya 2 tempat lagi yang belum Hendrik datangi yaitu halaman belakang dan rooftoop. Tanpa berpikir panjang Hendrik mencari Aqila ke halaman belakang sekolah.


Di halaman belakang sekolah pun nggak ada dan akhirnya Hendrik mencari Aqila di rooftoop. Saat menaiki tangga Hendrik bertemu dengan Sarah dan Nency.


"Eh Hendrik,mau kemana?"tanya Nency genit


"Ke atas kak"jawab Hendrik dengan napas ngos-ngosan


"Jangan panggil kak,panggil aja Nency"balas Nency sambil tersenyum


"Baik kak,eh maksudnya Nency,kalau gitu aku ke atas dulu ya"kata Hendrik dan mulai berjalan menaiki tangga


"Eh mau apa ke sana?"cegah Nency sambil memegang tangan Hendrik


"Cari Aqila"balas Hendrik dengan terburu buru


"Aqila gak ada di sana"ucap Nency bohong,karena dia gak mau ketahuan kalau dia sama Sarah memperlakukan Aqila dengan semena mena


"Oh,,,gitu ya yaudah makasih ya"Hendrik akhirnya turun dan mencari Aqila ke kelas Adhim


"Dhim"panggil Hendrik yang ada di depan pintu kelas Adhim,dia melihat Adhim sedang bersama Nadya


"Hmmm,,,"balas Adhim


"Liat Aqila gak?"Tanya Hendrik


"Tadi di rooftoop"balas Adhim singkat


Hendrik tampak berpikir dan bingung. Kata Nency Aqila tidak ada di sana tapi Adhim kata Aqila di sana. Hendrik pun berjalan ke rooftoop.


Sesampainya di rooftoop Hendrik melihat Aqila sedang duduk sambil menangis,dia pun menghampiri Aqila.


"La,Lo kenapa?"tanya Hendrik yang melihat Aqila basah kuyup dan kakinya kembali berdarah


Aqila tidak menjawabnya dia terus menangis tak henti henti. Akhirnya Hendrik menggendong Aqila dan membawanya ke mobilnya yang ada di parkiran.Hendrik pun melajukan mobilnya menuju rumah sakit.

__ADS_1


"Seseorang yang menginginkanmu akan menerimamu apa adanya. Dan seseorang yang tidak menginginkanmu akan meninggalkanmu meski kau sempurna"


__ADS_2