Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT

Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT
Rahasia Besar Siska


__ADS_3

"Cepet, ngomong. Lo mau apa datang ke sini?" tanya Siska menatap cewe tersebut tajam. Cewe tersebut bernama Kiren.


"Niat gue ke sini baik kok. Gue cuman mau ngajak lo nongkrong bareng kita lagi, kaya dulu," jelas Kiren yang entah pandangannya tertuju kemana.


"Maaf, tapi gue gak bisa," tolak Siska mentah-mentah.


"Tapai kenapa! Kenapa lo gak bisa? Apa gara-gara kejadian waktu itu, jadi lo gak gabung sama kita lagi?" Kiren beranggapan bahwa, karena kejadian yang menimpanya waktu itu, Siska jadi tidak bergabung bersama dengannya lagi.


"Gu– gue ... trauma, Ren," jawab Siska gugup, ia memutar ingatannya kepada kejadian yang menimpanya dulu.


"Ta–" Kiren menghentikan perkataannya setelah menyadari bahwa, Fatih dan uang lainnya menghampiri keduanya.


"Gue emang gak tau apa-apa tentang masa lalu lo sama Siska apa. Tapi, jangan tekan Siska kaya gini, lo tau sendiri, kalau Siska trauma akibat kejadian itu. Kenapa lo terus maksa dia?" tanya Fatih yang sedang menghampiri keduanya dan melihat ke arah Kiren tajam.


"Ini bukan urusan lo! Lo bukan siapa-siapa nya Siska, jadi jangan ikut campur," sahut Kiren sok berlagak sombong. Fatih menyeringai.


"Lo belum tau siapa gue ya? Gue sebenarnya pacar dia, jadi gue berhak tau semuanya!" Nadanya menaik saat mengatakan kalimat terakhir.


"Pacar?!" gumam Kiren tidak percaya.


"Sebaiknya lo pergi dari sini secepatnya!" kata Siska mengusir Kiren dari sekolah itu.


"Gue gak akan nyerah gitu aja, gue akan kembali lagi ke sini," ujar Kiren yang berjalan menjauhi Siska.


"Tapi lo perlu tau soal ini, Sis. Nanti malem ada pertandingan balap motor di jalan XX, kalau kita gak hadir ... taruhannya wilayah kita di ambil oleh geng musuh, bukan cuma itu ... tapi, kita juga jadi taruhannya. Cuma lo satu-satunya harapan geng ini, semoga keputusan lo bener ya, Sis," jelas Kiren panjang lebar, dia berbalik badan dan tersenyum pada Siska ketika sudah menjelaskan semuanya.


Semua geng tersebut pergi meninggalkan sekolah ini, dan mungkin mereka akan kembali. Bukan mungkin, tapi sudah pasti.


"Satu-satunya? Harapan mereka? Gue harus gimana?" batin Siska, ia butuh waktu untuk menjawabnya.


"Kamu ada apa urusan apa sama dia?" tanya Fatih ketus, tidak sepertinya Fatih begini. Mungkin karena Siska merahasiakan sesuatu darinya, jadi Fatih bersikap begitu kepada Siska.


"Sebenarnya ...." Siska tidak menggantungkan perkataannya, membuat orang yang berada di sana semakin dibuat penasaran dengannya.

__ADS_1


"Dulu ... aku sebenarnya anak geng motor," ucap Siska, semuanya di buat melongo mendengar hal itu.


"Kenapa kamu gak pernah cerita ini sama aku?" tanya Fatih sambil memegang kedua pundak Siska.


"Aku–" Siska tidak sanggup menceritakan semuanya kepada Fatih. Karena, setiap dia menceritakan tentang itu, ia teringat akan kejadian dulu.


"Ma– maaf!" Siska mendorong tubuh Fatih dan langsung pergi meninggalkan rooftop.


"Siska–" Fatih mencoba mencegah Siska, tapi tidak bisa.


"Geng motor? Ckckck ... pantes aja waktu Adhim di bawa ke rumah sakit, dia bisa bawa motor sport." Hans di buat terkikik mengingat kejadian Siska membawa motor milik Adhim.


"Apa yang lucu?" tanya Hendrik sambil mengerutkan keningnya.


"Ah nggak," jawab Hans sambil menggaruk kepalanya.


"Eh? Lo kemana?" tanya Hans melihat Fatih bingung, Fatih tidak menjawabnya, ia tidak mempedulikan keberadaan teman-temannya dan sepertinya moodnya sedang tidak baik hati ini.


"Dia mau kemana?" tanya Adit penasaran.


"Paling dia nyamperin gebetannya," jawab Hendrik yang acuh tak acuh saat melihat Hans pergi.


"Gue juga denger rumor kalau, Hans lagi Deket sama si Cika. Gue gak sempet pikir, kenapa Cika mau-maunya sama si Hans ya?" jelas Rendi yang sedang menelurkan bagaimana hubungan Hans dan Cika kedepannya.


"Sebagai Ketos yang ganteng, baik dan perhatian ... kita ke kelas saja, pelajaran sejarah sudah mau di mulai," kata Hendrik memuji diri sendiri, kedua tangannya berada di pundak Rendi dan Adit.


"Cih! Ganteng dari mananya coba. Semua orang juga tau, lebih gantengan gue daripada lo," gumam Rendi menatap sinis Hendrik.


"Lo ngomong apaan tadi?" tanya Hendrik yang mendengar Rendi berkata sesuatu.


"Nggak, gue cuma ... jijik liat muka lo!" jawab Rendi yang kemudian berlari secepatnya.


"Awas aja ya! Liat aja lo nanti!" teriak Hendrik yang kesal dengan Rendi.

__ADS_1


"Huufftt ...." Adit menggeleng pelan melihat tingkah laku keduanya seperti anak kecil.


"Oh iya, udah dua hati ini gue gak liat Nadya, dia kemana ya?" ucap Adit memikirkan sosok Nadya.


"Ah! Apa yang ada di pikiran lo si, Dit! Gue gak mungkin suka lagi sama tu cewe brengsek!" sambung Adit yang kesal pada dirinya sendiri.


____________________


"Gue gak mungkin cerita soal ini ke Fatih," ucap Siska yang sedang duduk sendirian di halaman belakang.


"Apa yang lo rahasiain dari gue, Sis? Kenapa lo gak pernah cerita soal geng motor itu?" tanya Fatih yang sedang bersandar di besi pinggir lapangan basket.


🍁🍁🍁


Keesokan harinya ....


"Selamat pagi." Adhea (Aqila) bangkit dari tidurnya dan langsung berlari menuju kamar mandi.


"Mah, Adhea boleh tinggal di sini sebagai pembantu kita?" tanya Adhim yang sedang menyantap makanannya.


"Adhea siapa?" tanya Tiara menatap anaknya itu bingung.


"Itu loh mah ... yang mirip banget sama Aqila," jawab Adhim singkat. Tiara langsung mengangguk menyetujui permintaan Adhim. Sebenarnya bukan permintaan, tapi dia hanya ingin bertanya saja.


"Hallo, Tante," sapa Adhea (Aqila( sambil tersenyum ramah.


"Hallo Aqila ... eh maksudnya Adhea," jawab Tiara yang juga tersenyum.


"Oh iya, mulai sekarang, kamu sekolah di sekolah Adhim ya .... Soal biaya, Tante yang bayar semuanya, mau kan?" tanya Tiara, Adhea (Aqila) terdiam.


"****** gue! Sekolah di sana lagi? Gimana nasib gue selanjutnya ya?" Adhea (Aqila) mulai bingung harus menjawab apa.


"Baiklah," jawab Aqila sambil tersenyum paksa. "Kalau gak karna Tante Tiara, gue gak mau satu sekolah sama ni orang, apalagi sekelas. Ogah!" Mata tajam Adhea (Aqila) tertuju pada orang di depannya, yaitu Adhim Jihan.

__ADS_1


__ADS_2