Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT

Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT
Salah Paham


__ADS_3

Matahari mulai menampakkan diri dari persembunyiannya,pagi ini Aqila kembali sekolah setelah 4 hari berdiam di rumah dan sendirian,karena ayahnya pergi ke luar kota selama beberapa hari sedangkan ibu dan nenek Aqila pergi ke rumah saudara karena ada acara syukuran dan mereka baru pulang malam tadi.


Tok,,,tok,,,tok terdengar suara Asti mengetuk pintu kamar Aqila sambil berkata,,,,


"Qila. Kamu sudah bangun belum?Di bawah ada temen kamu nih"teriak mamah Asti dari balik pintu kamar Aqila


'Teman?Apa mungkin itu Siska?' gumam Aqila bingung dan sambil menyisir rambutnya yang lurus itu


"Iya sudah mah,sebentar lagi Qila nyusul"teriak Aqila tanpa membukakan pintu untuk Asti karena sibuk dengan rambutnya


Tak lama Asti dan teman Aqila menunggu di ruang tamu,Aqila sudah turun dan siap berangkat sekolah.


'Hendrik?Ngapain dia ke sini pagi-pagi?Apa yang di maksud teman tadi adalah Hendrik?' dalam hatinya Aqila masih bertanya-tanya


"Haii"sapa Hendrik sambil tersenyum dan sedang duduk bersama Asti di sofa


"Haii"balas Aqila dengan senyum terpaksa


"Tante kalau gitu kami pamit,assalamu'alaikum"salam Hendrik sambil mencium punggung tangan Asti di ikuti Aqila setelahnya


"Kalian hati-hati di jalan ya,jangan ngebut"pesan Asti kepada Hendrik dan Aqila yang sudah berada di depan pintu depan


"Siap bus Q"balas Aqila nyengir


"Hendrik tumben jemput Aqila,emangnya ada apa?"tanya Aqila yang sudah berada di dalam mobil Hendrik


"Sebagai teman baik,kita kan harus jaga satu sama lain,jadi aku mau kamu selamat sampai tujuan"ucap Hendrik sambil menyalakan mobil dan melajukannya di jalan raya


"Bagaimana dengan kakimu?Masih sakit?"tanya Hendrik memastikan tidak terjadi apa-apa


"Nggak kok dan ini sudah kering juga jadi nggak sakit"balas Aqila tanpa menoleh ke arah Hendrik


Seketika hening......


"Oh iya,rumah Hendrik di mana?Qila soalnya belum pernah ke rumah Hendrik"ucap Aqila memecahkan keheningan


Hendrik tersenyum dan berkata "Gak jauh kok dari sini,kalau mau nanti malam aku jemput kamu"balas Hendrik sambil tersenyum


"Hmmm....malam....nanti di pikirin dulu ya"balas Aqila dan berpikir kalau Adhim tau dia akan ke rumah Hendrik pasti marah besar


Tak lama mobil Hendrik berhenti di parkiran sekolah,pagi ini Aqila datang agak siang dari sebelumnya,sehingga banyak siswa di parkiran.


Keduanya keluar dari mobil dan kebetulan Nency dan Sarah juga ada di sana


"Hendrik bareng sama Aqila?Kenapa harus bareng dia sih"kata Nency kesal


"Dia udah deketin Adhim sekarang jalan sama gebetan gue,mau dia apa sih?"gerutu Nency yang semakin kesal melihat Aqila dan Hendrik mengobrol asik


"Udah lah Nen,masih banyak cowo di sekolah ini. Kenapa harus pilih Hendrik?"kata Sarah mencoba menenangkan Nency


"Lo gak tau,Hendrik itu udah ganteng,pinter,disayang guru dan gak kalah penting tajir"kata Nency yang sedang membayangkan bagaimana kalau dia jadi pacar Hendrik


"Udah lah,Lo tau kan Aqila sukanya sama siapa jadi Lo tenang aja"kata Sarah dan berjalan meninggalkan Nency yang terus melihat Hendrik dan Aqila


"Mau di anterin ke kelas gak?"tanya Hendrik


"Ng,,,nggak usah"balas Aqila sambil membenarkan rambutnya yang agak berantakan

__ADS_1


"Ya udah kalau gitu gue ke RO (Ruang OSIS) dulu ya"ucap Hendrik sambil melambaikan tangan kanannya


"Woy,sendirian aja"kata Fatih sambil menepuk bahu Aqila pelan,sontak membuat Aqila kaget


"Bikin kaget aja"balas Aqila yang akan membalas tepukan tadi Pati tidak jadi


"La gue mau ngomong sana Lo"ucap Fatih sambil bernapas panjang sepertinya ada hal penting yang ingin di bicarakannya


Aqila dan Fatih pun duduk di sebuah kursi yang tersedia di setiap depan kelas.


"Mau bicara apa?"tanya Aqila penasaran dan Fatih pun mendekat dan berbisik pada Aqila.


Selesai Fatih berbisik pada Aqila ke duanya tersenyum dan memandang satu sama lain.


"Wah,temen Lo sendiri deketin cewe Lo Dhim,cukcukcuk....."ejek Hans yang melihat Fatih dan Aqila sedang duduk berdua sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Dia bukan cewe gue dan bahkan gak akan pernah"ucap Adhim dengan menatap Hans tajam dan berjalan menuju kelasnya,Adhim tidak menoleh ke arah Aqila dan Fatih,dia pura-pura tidak melihat keberadaan mereka berdua. Saat melewati mereka Fatih langsug memanggil Adhim tetapi tidak direspon


Aqila langsung pergi ke kelasnya tanpa pamit pada Hans dan Fatih.


"Tih,,,tih,,,,kalau nikung jangan di depan orangnya jadi ketahukan man semuanya?"sindir Hans


Setelah mendengar perkataan Hans,Fatih bingung dan mencoba mencerna perkataan Hans tadi.


'Gue nikung?Emng dia udah punya?' gumam Fatih yang masih tampak bingung.


Hans pun menyusul Adhim di ikuti Fatih di belakangnya


Aqila masuk ke kelasnya dan duduk di samping Siska yang sedang mengobrol dengan Cindy teman sekelas Siska dan Aqila.


Teeeeett.....bel masuk berbunyi semua siswa masuk kelas dan mulai belajar.


🍁🍁🍁


"Ayo"balas Siska semangat


Sesampainya di kantin....tampak banyak siswa yang datang hingga bangku yang berada di sana semuanya terisi penuh.


"Bagaimana ini?Kita mau duduk di mana?"tanya Aqila kecewa


"Gue juga gak tau"balas Siska seadanya


"Aqila"panggil Fatih sambil melambaikan tangannya kearah Aqila dan Siska


Aqila masih mencari-cari sumber suara itu dan akhirnya ketemu. Aqila langsung berjalan menghampiri Fatih sambil menarik tangan Siska


"Untung saja ada 2 bangku kosong"ucap Aqila lega dan duduk bersama Fatih,Adhim dan Hans


"Kalian mau pesen apa?Biar gue teraktir,mumpung gue lagi baik hati"kata Fatih sambil nyengir dan melanjutkan makan


"seriusan?"tanya Aqila tidak percaya dan Fatih pun mengangguk


"Mbak,aku pesen baso satu sama teh dingin satu."teriak Aqila kepada Mbak kantin


"Siap"balas mbak kantin


"Siska mau apa?"tanya Aqila sambil berbisik

__ADS_1


"Samain aja,tapi minumannya jus mangga ya"balas Siska


"Oke. Mbak baso nya jadi 2 sama jus mangga nya 1"teriak Aqila kembali


"Makasih ya udah di traktir"Aqila berterima kasih sambil tersenyum manis


Tak menunggu lama baso dan minuman Aqila dan Siska datang,mereka menikmati makanan itu.


"Oh iya,ini nomor teleponnya"kata Aqila sambil memberikan sesobek kertas yang isinya nomor telepon


"Oke makasih"balas Fatih sambil tersenyum


Adhim yang dari tadi diam,sudah tidak tahan lagi melihat tingkah laku Aqila kepada Fatih maupun sebaliknya.


Apa sebenarnya mereka tutupi?Apa mereka sekarang udah pacaran?Pake di kasih nomor telepon segala.


pikir Adhim penasaran dan kesal,dia pun pergi dari kantin itu tanpa menghabiskan makanan dan minumannya


"Adhim..?"ucap lirih Aqila yang melihat Adhim berjalan ke arah halaman belakang


Baso yang tadi di pesan Aqila belum habis,tapi Aqila langsung berjalan mengikuti Adhim pergi.


Mereka mau kemana?Apa gue ikutin aja ya?Gue takut terjadi apa-apa lagi sama Aqila.


kata Siska yang mengkhawatirkan keadaan Aqila


"Mereka mau kemana?"tanya Fatih yang sepikiran dengan Siska


"Gak tau" jawab Hans dan Siska kompak


🍁🍁🍁


"Adhim..."panggil Aqila sambil berlari


Adhim pura-pura tidak mendengar panggilan Aqila dia terus berjalan menyusuri halaman belakang sekolah


"Adhim tunggu"Aqila mencegah Adhim di depan dan Adhim pun menghentikan langkahnya


"Ngapain Lo nyanperin gue?"tanya Adhim ketus


"Adhim marah ya sama Aqila?"tanya Aqila merasa bersalah


"Lo pikir aja sendiri. Lo jangan nganggu gue lagi sama sama Fatih aja"kata Adhim kecemplosan


"Oh...Adhim marah gara-gara Fatih ya?"kata Aqila sambil tersenyum meledek


"Siapa yang marah. Gue gak marah kok"jawab Adhim bohong agar Aqila tidak tau apa yang dirasakannya saat ini


"Pagi tadi Fatih bicara sama Aqila kali dia suka sama Siska dan tadi nomor yang di kasih itu nomor Siska"jelas Aqila,siapa tau Adhim mempercayai perkataan Aqila


"Ya terus?Apa urusannya sama gue?Udah lah gue mau ke kelas aja"kata Adhim dan berjalan meninggalkan Aqila sendirian di sana


.


.


.

__ADS_1


"Feeling wanita itu kuat,dia bisa tahu kalau dia udah nemuin pria yang tepat buat hidupnya dia"


__ADS_2