Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT

Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT
Hari Ke Dua (Part 2)


__ADS_3

"Mencintai merupakan sebuah anugerah besar dari Tuhan berikan kepada manusia. Maka dari itu,kita perlu senantiasa bersyukur dan menjaga segala anugerah itu."


🍁🍁🍁


 


permainan kali ini adalah trut or der, dimana pemain satu yang memilih antara trut atau der dan yang satunya lagi memberi pertanyaan. Jika memilih tantangan maka pemain harus menghabiskan sepiring lemon.


 


"Hendrik ke depan dan yang memberi pertanyaannya adalah Fatih," ucap Bu Kinar, mereka berdua ke depan.


'Sial. Gue mau nanya apa coba?' Fatih bingung dan akhirnya memutuskan untuk bertanya.


"Siapa nama orang yang menurutmu akan asyik bila di jadikan pacar?" tanya Fatih jail.


"Apa gue jawab aja ya pertanyaan nya?Tapi ... gue sih gak papa kalau di hadapan semua orang lah ini ... ada guru guys," bisik Hendrik bingung.


"Jawab ... jawab ... jawab ...." ucap semua orang yang ada di sana.


Hendrik tidak berpikir panjang dia memilih tantangan. Tapi ... pada saat dia ingin menjawabnya dia berpikir kembali ....


'Tapi ini kesempatan bagus sih ... kapan lagi coba ... hhmmm. Gue gak peduli! Mau semua orang ejek gue atau dosen marahin gue yang penting gue jujur atas perasaan gue,' kata Hendrik di hatinya.


"Kok Lo diem aja? Gak bisa jawab atau gimana?" tanya Fatih sekali lagi.


"Oke, gue jawab." Hendrik mencoba mengatur napas nya dan mengelus-ngelus dadanya karena dari tadi jantung nya tidak berhenti berdenyut kencang.


"Aqila!" ucapnya lantang. Mendengar perkataan Hendrik sontak membuat semua orang yang ada di sana berdiam.


Hening ... hening ....


'Hendrik suka sama Qila?' tanya Aqila tak menyangka Hendrik akan memanggil namanya.


"Aqila?" bisik semuanya kaget.


"Aqila?! Gak salah?" tanya Fatih tak percaya.


"Iya Aqila," balasnya santai. Hendrik dan Fatih kembali ke tempatnya.


"Oke selanjutnya yang ke depan adalah Aqila dan yang memberi pertanyaan adalah Hans," ucap Bu Kinar, dan mereka berdua ke depan.


Kali ini tantangan yang di berikan panitia adalah kecap manis dan kecap asin masing masing 2 sendok yang di campur lemon.


"Ya Allah ... semoga pertanyaannya mudah agar Aqila selamat dari tantangan itu," bisik Aqila sambil mendongakkan kepala menatap langit.


'Sekalian gue kerjain aja Hendrik biar dia malu sama semua orang,' pikir Hans ... lalu dia pun memberi pertanyaan.


"Apa jawaban lo kalau Hendrik nembak lo nanti?" tanya Hans sambil melirik ke arah Adhim dan tersenyum jail.


Tanpa berpikir panjang Aqila langsung menjawab "Yaaaa ... hhmmm ...."

__ADS_1


'Kalau bilang mau ... Qila kan sukanya sama Adhim ... kalau bilang nggak mau ... Hendrik pasti di ejek sama semuanya,' ucap Aqila dalam hati.


Akhirnya Aqila memutuskan untuk memilih tantangan yang di beri guru ... yaitu memakan kecap manis dan asin yang sudah di beri lemon.


"Qila memilih tantangan," katanya dengan lantangnya.


"Dia gila apa? Cuman ngejawab gitu aja malah milih tantangan," bisik Siska geram ... tapi Siska tahu alasan Aqila tidak menjawabnya.


"Kalau gue di posisi dia ... gue tinggal bilang aja nggak mau. Rebes," kata Fatih kepada Adhim, Siska tak sengaja mendengar perkataan Fatih tadi


"Gak semudah itu Tih. Gue tau Aqila itu orangnya gimana ... dia lebih memilih dia yang menderita dari pada orang lain yang menderita karena dia sendiri." Siska mencoba menceritakan kepada Fatih dan Adhim.


Setelah memakan 4 sendok kecap tersebut Aqila kembali ke tempatnya ... kelihatan Aqila menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Lo gak papa?" tanya Siska khawatir dengan keadaannya.


Menurut banyak orang memakan kecap di campur dengan lemon memang bisa untuk menyembuhkan orang yang sedang batuk ... bener gak? Aqila baru kali ini mencoba makan kecap di campur lemon. Menurut kalian gimana rasanya?Ada rasa asam sama manis nya gitu ... hehehe ....


Aqila langsung berlari ke arah tendanya di susul oleh Siska di belakang. Tak lama setelah Siska hendak masuk ke tendanya Aqila keluar terlebih dahulu.


Aqila membawa air mineral dan 1 kantong plastik. Siska yang melihat itu sudah tau apa yang akan Aqila alami dia pun langsung mengambil sebuah benda dan keluar menyusul Aqila.


"Katanya gak papa, tapi ini buktinya jadi muntah, kan?" sindir Siska yang sedang mengolesi belakang leher Aqila dengan kayu putih.


"Qila gak bohong kok ... Qila cuman mual aja," balas Aqila lirih seperti sudah menangis.


"Gue buatin teh hangat aja ya ... tunggu di sini bentar," ucap Siska, dan Siska pun berjalan ke arah tempat di mana biasanya mereka masak.


"Loh kok pada ke sini? Permainannya juga belum selesai, kan?" ucap Aqila bingung.


"Bosen ah. Permainannya gak seru ...." balas Fatih sedikit lemas.


"Lo tadi gak papa?" tanya Cika kepada Aqila.


"Nggak kok, tenang aja," jawab Aqila dengan memberikan senyuman manisnya itu.


"Tadi kenapa lo gak jawab pertanyaannya?Padahal menurut gue ya ... itu pertanyaaan mudah buat lo," usul Fatih mengingat Aqila sukanya sama Adhim.


"Itu menurut Fatih, menurut Aqila pertanyaan itu susah," jawab Aqila tampak memanyunkan bibirnya sedikit.


Adhim yang dari tadi diam dan menyimak pembicaraan itu berdiri dan berjalan ke lapangan kembali.


Tak lama kemudian Siska datang dengan membawa segelas teh hangat untuk Aqila.


"Eh ada Fatih sama Cika juga, bukannya belum selesai ya permainan nya?" tanya Siska kepada mereka berdua.


"Emang belum sih ... dari pada bosen di lapangan mending ke sini," balas Cika nyengir.


"Ya udah gue balik ke lapangan ya, bye," kata Fatih yang sudah berdiri.


🍁🍁🍁

__ADS_1


Setelah sholat dan makan mereka istirahat sambil menunggu adzan Maghrib berkumandang.


"La ... gue gak marah kok kalau Hendrik suka sama lo ... tapi gue juga tau kalau lo gak suka sama Hendrik." Siska mulai menjelaskan kepada Aqila yang sedang duduk di batang kayu.


Aqila yang mendengar perkataan itu melirik asal suara itu dan menemukan Siska sedang berdiri di belakang Aqila.


"Eh Siska," kata Aqila dan Siska pun duduk di sampingnya.


"Jujur aja ya .. gue emang suka sama Hendrik tapi itu dulu ... sekarang nggak. Gue tau lo cintanya sama Adhim bukan sama Hendrik ... tapi lo jangan egois juga ... kasihan hati lo, La ... kalau gue ada di posisi lo gue bakal nyerah deketin Adhim dan kalau Hendrik nembak gue mau," jelas Siska panjang lebar.


"Kalau gue sih orangnya ... kalau ada orang yang berjuang demi gue meski belum ada rasa cinta di hati gue ... gue terima aja. Rasa cinta itu akan tumbuh meski keduanya tidak saling mencintai," sambung Siska kembali.


Aqila yang mendengar saran dan penjelasan dari Siska tampak berpikir sejenak, memikirkan saran yang di berikan Siska tadi.


"Oh iya ... tadi gue liat Lo makan sedikit kenapa?" tanya Siska mulai khawatir akan keadaan Aqila.


"Qila cuman nggak laper aja jadi makannya sedikit," alasan Aqila agar Siska tidak curiga.


"Allahu Akbar Allahu Akbar ...." Adzan Maghrib terdengar berkumandang.


"Sekarang udah ada toilet umum kita wudhu di sana aja yuk," ajak Siska kepada Aqila.


"Iya," jawab Aqila singkat.


Semuanya melaksanakan sholat berjamaah bersama di lapangan. Setelah selesai sholat tausiah oleh bapak guru dan dilanjutkan sholat isya berjamaah ... selesai sholat isya semua ke tenda untuk latihan adu bakat.


Semua tampak sibuk mempersiapkan untuk lomba kali ini. Termasuk Adhim dia sibuk dengan gitarnya.


Sedangkan Aqila, Siska , Fatih dan Cika sedang mendiskusikan tentang adu kecepatan.


🍁🍁🍁


Selesai latihan semuanya tidur lebih awal dari pada yang kemarin. Tapi Aqila belum tidur, dia tampak memikirkan sesuatu yang terus berputar putar di otaknya.


"Apa Qila nyerah aja ya?bGak Qila harus kuat pantang menyerah," bisik Aqila dengan menyemangati dirinya sendiri.


Tiba tiba datang Fatih menghampiri Aqila dan duduk di sampingnya sambil berkata ....


"Lo belum tidur, La?" tanya Fatih melirik Aqila sebentar.


"Belum ... Fatih juga kenapa belum tidur?" tanya Aqila balik. Fatih tersenyum.


"La gue boleh jujur ga sama lo?"btanya Fatih hatinya tiba tiba berdenyut kencang.


"Fatih mau bicara apa?"btanya Aqila bingung.


"Sebenarnya gue suka sama Siska ... dari semenjak deket sama dia gue rasanya nyaman," jelas Fatih atas perasaannya.


"Hah! Beneran? Qila gak mimpi, kan?" tanya Aqila menampar pipinya pelan.


Fatih yang melihat itu tersenyum dan berjalan ke arah tendanya.

__ADS_1


Aqila yang mendengar dan melihat Fatih ke arah tenda masih tidak percaya dengan perkataan Fatih tadi. Aqila pun masuk ke tenda dan tidur.


__ADS_2