
Bel pulang sekolah berbunyi,hampir di setiap sekelas membuat kehebohan. Kayak di pasar aja haha,,,. Siswa berhamburan keluar dari kelasnya masing-masing begitupun degan Aqila hari ini Aqila pulang sendirian.
Biasanya Aqila langsung mencari Adhim tadi ini tidak,dia tidak ingin jadi PHO di antara Nadya dan Adhim. Siska dia ada eskul tambahan. Sedangkan Hendrik sendiri biasa menunggu di depan pintu kelas Aqila tapi sekarang tidak,dia sedang ada rapat untuk nanti memilihan ketua OSIS yang baru.
Aqila menunggu di depan gerbang dan ingin menyebrang jalan karena jalur yang menuju rumah Aqila di seberang jalan ini. Baru beberapa langkah menyebrang jalan,di belakang ada motor yang hampir nabrak Aqila,dia kaget dan berteriak histeris.
"Aaaaaaaa...."teriak Aqila terdengar sampai perkiraan sekolah,membuat orang di sekitar depan gerbang melihat Aqila dan tidak bisa berbuat apa-apa
Orang yang mengendarai motor itu kaget dan langsung menginjakkan rem. Dan untungnya ban motornya mengenai sepatu Aqila saja,jadi Aqila tidak apa-apa. Pengendara motor itu turun dan menghampiri Aqila yang masih berteriak.
"Hey,Lo gak papa?"tanya si pengendara motor itu
Aqila menangis dan Pengandara motor itu tampak kebingungan dia tidak bisa apa-apa dia pun bertanya kembali....
"Kenapa Lo nangis?Kan gue nggak nabrak Lo"
"Hiks,,,,hiks,,,kaki Aqila sakit"ucap Aqila sambil menunjuk ke jari jari kakinya yang tertindas ban motor
"Oh...iya maaf-maaf gue gak tau"ucap Pengandara motor itu sambil nyengir. Dia pun memindahkan motornya di samping gerbang dan membantu Aqila duduk di bangku yang ada di pos.
"Oh iya kenalin mana gue Rendi"kata Rendi sambil mengulurkan tangannya
Aqila membalas uluran tangannya dan masih bingung melihat Rendi dia melihat Rendi dari atas sampai bawah. Karena Rendi masih mengenakan helm nya jadi Aqila tidak tau bagaimana wajah Rendi hanya matanya yang terlihat berwarna biru.
"Hey..."Rendi membuyarkan lamunan Aqila
"Eh,iya nama aku Aqila Anatasya panggil aja aku Aqila atau Qila,aku kelas X IPA 4"ucap Aqila sambil tersenyum
"Oh iya,Aqila sebelumnya belum pernah lihat Rendi. Kamu..."belum selesai Aqila berbicara Rendi langsung menutup mulut Aqila dengan lengannya
"Nanti juga bakal tau kok"ucap Rendi dan dia pun berkata kembali "Sebagai permintaan maaf gue,Lo gue anterin ke rumah"
"Di anterin?Oh gak usah,Qila bisa pulang sendiri"tolak Aqila dan merasa tidak enak
"Pokonya gue anterin,oke"Rendi memaksa dan Aqila pun pulang bersama Rendi naik motor besarnya itu
Sesampainya di depan rumah Aqila...
"Rendi makasih udah anterin Aqila Samapi rumah"ucap Aqila sambil tersenyum
'Ini cewek cantik juga,akh...Ren Lo pindah ke sekolah itu cuman buat Nadya bukan yang lain'
pikir Rendi dan dia kesal sendiri
Rendi pun pamit pulang dan melajukan motornya dengan kecepatan normal.
🍁🍁🍁
Selesai Aqila ganti baju dia duduk di kur di kamarnya sambil melihat jendela. Entah apa yang di pikirkan Aqila,tapi dia hari ini sangat terpukul karena Adhim dan Nadya jadian.
Dreeettt...dreeettt...handphone Aqila bergetar. Aqila melihat ternyata itu telpon dari Hendrik
Mungkin soal nanti malam
pikir Aqila dan langsung menerimanya
'Hallo? Assalamu'alaikum
Hendrik memulai pembicaraan
__ADS_1
'Iya. Wa'alaikumussalam
balas Aqila yang masih menatap ke jendela
'Kamu jadi kan nanti malam?Kalau jadi aku jemput kamu nanti
tanya Hendrik memastikan
'Iya Qila jadi kok
balas Aqila malas
'Lo kenapa?
tanya Hendrik yang mendengar Aqila menjawab singkat,biasanya kalau bicara pasti dia panjang lebar
'Qila gak papa kok
balas Aqila menyembunyikan kesedihannya
'Kalau gitu kamu siap-siap dan kita bertemu orangtua ku
jelas Hendrik
'Sampai nanti. assalamu'alaikum
Hendrik menutup telponnya
'Waalaikumussalam
jawab Aqila
🍁🍁🍁
"Kamu terlihat sangat cantik"puji Asti yang sudah mendandani Aqila
"Mamah bisa aja"ucap Aqila malu
Mob Hendrik sudah sampai di depan rumah Aqila,Asti pun pergi keluar untuk bertemu Hendrik.
"Mamah mau ke bawah dulu nanti kamu,jangan lupa pake jepitan itu ya"jelas Asti yang sudah berada di depan pintu kamar Aqila. Aqila mengangguk
Tok,,tok,,tok,,,suara Hendrik mengetok pintu dan Asti langsung membukanya
"Malam Tante,Aqila nya ada?"tanya Hendrik dengan sopan
"Oh iya ada. Aqila ini Hendrik sudah datang"teriak Asti dan Aqila menjawab "Iya mah bentar"
Tak lama kemudian Aqila turun menuruni tangga dengan menggunakan dres berwarna biru, high heels dengan rambut terurai dan jepit pita berwarna putih. Membuat Aqila terlihat sangat cantik.
Hendrik membelalakkan matanya takjub melihat Aqila yang cantik.
"Hendrik ayo"ajak Aqila,Hendrik tersadar dari lamunannya
Keduanya mencium tangan punggung Asti dan berpamitan.
Di tengah perjalanan tidak ada satupun dari mereka berbicara hening....hanya mesin mob yang terdengar.
"Di rumah kamu ada siapa aja?"tanya Aqila memecahkan keheningan
__ADS_1
"Ada mamah,kak Wulan sama aku"jawab Hendrik
"Ayah?"tanya Aqila karena tidak di sebutkan oleh Hendrik tadi
Saat mendengar sebutan ayah Hendrik jadi teringat kepada ayahnya yang meninggal dunia sejak dia kelas 2 SD.
"Ayah...sudah meninggal 8 tahun yang lalu"ucap Hendrik sambil senyum tipis,memperlihatkan bahwa dia bukan anak cengeng
"Qila minta maaf,Qila gak tau soal ini"ucap Aqila merasa bersalah sambil memukul bibirnya pelan
"Gak papa kok. Rumah aku ada di depan sana"ucap Hendrik tersenyum sambil menunjuk arah pagar rumahnya yang sudah dekat
Saat sudah memasuki halaman rumah Hendrik Aqila turun dari mobil dan melihat sekeliling dengan takjub.
"Rumah Hendrik besar banget"puji Aqila
"Ini hasil dari kerja keras papa. Rumah ini masih milik kami karena kak Wulan yang meneruskannya"jelas Hendrik
"Kenapa bukan kamu?Biasanya yang memimpin perusahaan kan itu laki laki"yang Aqila tau seperti itu
"Karna aku masih sekolah,kalau aku udah kuliah nanti aku akan lanjutin usaha papa"ucap Hendrik dengan semangat
Mereka pun berjalan dan masuk ke dalam rumah,di ruang tamu sudah ada mamah Hendrik dan kakaknya.
"Eh,kalian sudah datang"ucap mamah Hendrik kepada keduanya
Mamah Hendrik bernama Mita. Mereka duduk dan mengobrol,begitu pun Aqila dia sudah akrab dengan kakak dan mamah Hendrik.
"Kamu ikut,kakak ya"bisik kak Wulan kepada Aqila
"Mah,Drik kakak pinjem Aqila dulu ya"ucap Wulan sambil menarik tangan Aqila ke lantai 2
Sesampainya di lantai 2,mereka duduk di kursi sambil melihat bintang di langit.
"Hendrik sudah banyak cerita sama kakak soal kamu"Wulan memulai topik
"Benarkah?"tanya Aqila tidak menyangka
"Iya benar. Hendrik kalau curhat selalu sama kakak kalau sama mamahnya paling soal sekolahan"jelas Wulan
"Hendrik cerita apa aja sama kakak?"tanya Aqila penasaran
"Banyak,,,misalkan saat pertama bertemu,kamu suka sama siapa,nganterin kamu ke rumah sakit dan cerita waktu dia nembak kamu"jelas Wulan dan keduanya tersenyum
"Hendrik itu baru pertama kali bawa cewe ke sini,waktu masih SMP banyak cewe yang dateng kemari tapi tidak di ijinin masih sama Hendrik"jelas Wulan kembali
"Dulu waktu masih SD dia orangnya periang suka bercanda,tapi saat papanya meninggal dunia dia jadi orang yang pendiam,gak mau belajar dan sama temen dia ketus. Tapi saat itu dia mimpin ayahnya,di saat itulah Hendrik jadi berubah dan kembali seperti semula"jelas Wulan panjang lebar
Aqila tidak bisa berkata apa-apa dia hanya diam menatap Wulan dengan rasa kagum.
Wulan akhirnya mengganti topik dan mereka mengobrol akrab sebagaimana kakak dan adik.
.
.
.
"Apabila sesuatu yang kau senangi tak terjadi. Maka senanglah apa yang terjadi" ~Ali Bin Abi Thalib~
__ADS_1