
Hari sudah malam,,,Adhim tidak juga menemukan Aqila di hutan dia akhirnya menyerah dan ingin kembali ke perkemahan.
Saat dia hendak berjalan terdengar suara seorang perempuan meminta tolong.
"Tolong,,,,tolong,,,"teriak Aqila sambil menangis kesakitan
"Apa itu Aqila?"tebak Adhim dari suaranya terdengar seperti suara Aqila,Adhim pun langsung mencari asal suara itu
"Aqila,,,,Lo di mana,,,Aqila,,,"teriak Adhim sambil mencari cari asal suara itu
"Adhim?"bisik Aqila sangat senang "Adhim,,,Qila di sini,,,"Aqila membalas teriakan Adhim
Adhim terus mencari suara itu dan menemukan Aqila sedang duduk di sebuah pohon yang cukup rindang.
"Aqila?"panggil Adhim kaget melihat tubuh Aqila yang kotor dengan tanah
"Adhim,,,"panggil Aqila balik dan tersenyum senang
Adhim langsung memeluk Aqila sontak membuat Aqila kaget dan pipinya memerah.
"Lo gak papa?kaki Lo,,,?"tanya Adhim khawatir sambil melihat Aqila dari kepala sampai kaki dan Adhim menemukan luka yang cukup parah di bagian kaki kanan Aqila
"Kaki Aqila gak papa kok cuma sedikit sobek"balas Aqila tersenyum
"Gue bawa kotak obat bentar"Adhim mengambil kotak obat itu dan membersihkan luka di kaki Aqila
'Ini alasan Qila terus ngejar Adhim,perhatian dari Adhim yang Qila kangen. Meski Adhim sering nyakitin Qila tapi Adhim selalu ada saat Aqila butuh pertolongan' Aqila menceritakan perasaannya itu
"La,,,,maafin gue"ucap Adhim berbeda dari sebelumnya lebih lembut
"Maaf soal apa?"tanya Aqila bingung dan berpikir Adhim perasaan tidak punya salah sama Aqila
"Untuk semuanya"jawabnya merasa bersalah dan sambil menutupi luka Aqila dengan perban
"Qila tidak punya dendam kok sama Adhim. Qila kan suka sama Adhim jadi Qila gak bisa marah sama Adhim"jelas Aqila dengan polosnya
"Ya udah gue udah ngobatin Lo dan sekarang kita balik ke perkemahan" Adhim berdiri dan mengulurkan tangannya kepada Aqila
Saat Aqila berdiri kaki nya terasa sangat sakit dan kemungkinan tidak bisa jalan.
"Aaww,,,,sakit"keluh Aqila sambil memegang kakinya yang sakit itu
Adhim bernapas panjang dan mengeluarkannya kasar,tanpa pikir panjang Adhim jongkok dan memindahkan tas yang di bawanya di depan dadanya.
"Ayo naik"suruh Adhim yang sudah jongkok di hadapan Aqila
Tanpa menjawab Aqila langsung naik ke punggung Adhim dan Adhim berdiri dan berjalan menggendong Aqila.
"Adhim,,,"panggil Aqila
__ADS_1
"Hhmmm,,,,"
"Makasih"Aqila mulai berbicara
"Makasih untuk apa?"tanya Adhim pura pura tidak tau
"Untuk semuanya,,,"balasnya singkat Adhim pun tersenyum
Adhim tiba tiba berhenti dan menurunkan Aqila. Aqila bingung dan bertanya,,
"Kok berhenti di sini?Bukannya perkemahan masih jauh ya?"tanya Aqila penasaran
"Lo berat banget punggung gue bisa bisa patah kalau terus gendong Lo sampai ke perkemahan"jelas Adhim jujur
"Massa sih?"tanya Aqila diapun melihat badannya yang kecil itu
Akhirnya Adhim merangkul Aqila dan melanjutkan perjalanan nya.
🍁🍁🍁
"Ini udah jam 8 kurang tapi Adhim belum juga balik ke sini"ucap Siska sambil mondar mandir dan melihat ke arah hutan
"Sabar sis kita berdoa aja supaya mereka berdua selamat"Cika mencoba menenangkan Siska
Beberapa menit kemudian,,,,Udah jam 8 malam tapi Aqila dan Adhim belum juga keluar dari hutan.
"Kita tunggu 5 menit lagi kalau sampai 5 menit gak ada kita lapor ke panitia"usul Fatih dan semuanya setuju
Mereka sangat khawatir dengan keadaan Adhim dan Aqila termasuk Siska dia terus mondar mandir tidak karuan,tak lama kemudian ada yang keluar dari hutan.
"Teman teman itu Adhim,,,,"teriak Siska sambil menunjuk ke arah hutan
"Mana?Di mana Adhim?"tanya Hans dan semuanya langsung berdiri
Orang itu menghampiri mereka,Siska yang terus melihatnya sadar bahwa itu bukan Adhim dan Aqila.
"Kalian ngapain berkumpul di sini?"tanya Hendrik. Ya,,,dia orang yang tadi muncul di hutan
"Hendrik?Lo ngapain di hutan?"tanya Hans yang bingung melihat Hendrik keluar dari hutan
"Oh,,,,tadi gue ke toilet umum dan liat kalian ada di sini semua ya udah gue ke sini"jelas Hendrik dia berpikir semuanya baik baik saja,tapi dia sadar bahwa Adhim dan Aqila tidak ada bersama mereka
"Aqila ke mana?"tanya Hendrik yang tidak melihatnya dari semenjak sholat Maghrib
Semua tidak menjawab mereka hanya memandang Hendrik dengan wajah gelisah.
"Hey,,,gue tanya Aqila ke mana?"tanya Hendrik kepada siska. Hendrik kembali menanyakan hal itu dan Siska tidak menjawab apapun
"Tih Adhim ke mana?"tanya Hendrik yang juga tidak melihat Adhim ada di situ. Fatih sama dengan Siska tidak menjawab pertanyaan yang di berikan Hendrik
__ADS_1
Akhirnya Hendrik ikut diam dan duduk bersama dengan mereka.
Jam menunjukkan pukul 8 lewat 10 menit tapi Adhim dan Aqila belum juga muncul dari hutan.
Tanpa berpikir panjang Siska berjalan ke tenda panitia. Cika,Hans,Fatih dan Andri tau kalau Siska akan melaporkan ini kepada panitia.
Hendrik yang tidak tau apa apa menjadi sangat penasaran apa yang sebenarnya terjadi. Tak lama Siska berjalan mereka pun menyusul Siska.
"Sis,,,tunggu"teriak Fatih yang berlari mengejar Siska dan Siska pun menghentikan jalan nya
"Mereka belum juga kembali Tih,,,,jangan larang gue untuk lapor ke panitia,,hiks,,,hiks,,,"kata Siska sambil menangis dan menyandarkan kepalanya di dada fatih
"Gue tau Lo khawatir,,,,tapi tenangin diri Lo,Lo harus berusaha gak nangis di depan panitia"Fatih mencoba menenangkan Siska sambil mengusap usap rambut Siska dan menghapus air matanya
Setelah mendengar perkataan Fatih Siska berhenti menangis dan mereka berjalan bersama sama ke tenda panitia.
Di depan tenda panitia sudah ada Bu Kinar dan bi Indi. Siska tampak nggak berani melaporkan tapi ini demi kebaikan Adhim dan Aqila.
"Assalamu'alaikum Bu"salam semuanya kepada Bu Kinar dan Bu Indi
"Wa'alaikumussalam,,ada apa kalian kemari?Rame rame lagi"tanya Bu Indi sedikit penasaran
"Gini Bu,,,maaf sebelumnya mengganggu kenyamanan ibu,,,"Siska mulai bercerita
"Ini soal Adhim sama Aqila Bu,,,,mereka,,,"belum selesai bercerita tiba tiba ada yang memanggil Siska,,,,
"Siska,,,"panggil Aqila yang sudah kembali dengan Adhim
Semua menoleh ke arah datangnya suara dan senang melihat Adhim dan Aqila sudah kembali.
Semua ingin sekali menyambut kedatangannya akan tetapi di sana ada panitia jadi mereka harus menahan rasa senangnya.
"Tadi kalian mau nanya apa?"tanya Bu Indi kepada semuanya
"Oh,,iya Bu ini soal Adhim dan Aqila mereka akan tampil ke berapa?"Siska untungnya mempunyai alasan agar Bu Indi dan Bu Kinar tidak curiga
"Mereka akan tampil terakhir"jawab Bu Indi
"Kali begitu terima kasih banyak Bu"Siska pun kembali ke tenda dan di susul semuanya
"Aqila Lo udah kembali"Siska memeluk Aqila dengan eratnya
"Iya untungnya tadi ada Adhim akali gak ada gak tau gimana nasib Qila sekarang"jelas Aqila
"Dhim kemana aja sih Lo untung Lo gak kenapa napa kalau gak gue bisa bisa di marahin sama mokap sama nyokap Lo"ucap Fatih khawatir
"Lo cepetan bersih bersih nanti Lo tampil sama Aqila,,aaacie,,,"ejek Hans dan semua pun tertawa
"Merasa akan kehilangan kamu bahkan sebelum sempat merasa pantas memilikimu"
__ADS_1