Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT

Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT
Bersamamu Aku Selalu Bahagia


__ADS_3

Hendrik melajukan mobilnya dengan cepat agar cepat sampai di rumah sakit,saat perjalanan menuju rumah sakit Hendrik menyempatkan untuk menelepon Siska.


'Hallo,sis? kata Hendrik yang menggunakan earphone Bluetooth di telinga kanannya


'Iya? tanya Siska lewat handphone nya


'Gue sama Aqila lagi di jalan Hendrik mulai menjelaskan


'Lo sama Aqila?Sekarang Lo sama Aqila mau kemana? tanya Siska penasaran


'Aqila,,,, ucap Hendrik yang sedang memikirkan kata-kata yang pas untuk di ucapkan


'Aqila,,,dia kenapa? tanya Siska kembali dan khawatir


'Tadi gue nemuin Aqila di rooftoop,dia nangis dan basah kuyup dan kaki di lukanya kembali mengeluarkan darah. Tapi tenang aja gue lagi bawa Aqila ke rumah sakit. jelas Hendrik


'Siapa yang ngelakuin itu ke Aqila? tanya Siska kesal


'Gue juga nggak tau,tapi,,,gue curiga sama Sarah dan Nency kata Hendrik


'Awas aja mereka! ancam Siska


'Lo jangan gegabah,kita kan belum ada bukti kalau mereka bersalah Hendrik mencoba menenangkan Siska


'Gue minta tolong sama Lo nanti tas Aqila Lo bawa dan bilangin ke Hans tas gue juga tolong bawa,karena rumah gue sama dia satu komplek jelas Hendrik


'Oke jawab Siska singkat dan menutup teleponnya.


🍁🍁🍁


Siska yang masih berada di kantin bersama Hans,Fatih dan juga di sana ada Cika,mencoba menjelaskan bahwa Aqila masuk rumah sakit dan sontak membuat mereka yang mendengarnya kaget dan bertanya,,,


"Kenapa Aqila masuk ke rumah sakit?"tanya Hans yang masih bingung dengan perkataan Siska


"Kata Hendrik sih,dia nemuin Aqila di rooftoop duduk sendirian lagi nangis lebih parahnya lagi Aqila basah kuyup dan luka di kakinya mengeluarkan darah lagi"jelas Siska lirih agar semua orang tidak mendengarnya


"Terus Hendrik tadi bilang sama gue kalau dia curiga pelakunya adalah Sarah dan Nency"sambung Siska sontak mereka kaget


"Apaa?"kata Hans,Fatih dan Cika kompak dengan nada tinggi sontak membuat semua orang yang ada di kantin menoleh pada mereka


"Sssstttt...jangan berisik!Nanti semua mendengarnya"kata Siska yang mulai kesal


"Apaa?"mereka mengucapkan kembali dengan nada pelan


"iya,tapi kita kan belum ada bukti kalau mereka bersalah"ucap Siska kecewa

__ADS_1


"Kalau menurut gue sih ya,yang di katakan Hendrik tadi bener. Coba kalian pikir-pikir siapa yang gak suka sama Aqila selain mereka bertiga?"usul Fatih dan semuanya berpikir dan mengiyakan apa yang di katakan Fatih


🍁🍁🍁


Setelah memarkirkan mobilnya di rumah sakit Hendrik memapah Aqila dan membawanya keruangan dokter Sani.


Saat memasuki ruangan dokter,dokter Sani kaget melihat Aqila yang basah kuyup dan kakinya yang kembali mengeluarkan darah. Aqila di bawa ke ruang UGD,Dokter Sani memberikan pertolongan pertama pada Aqila sedangkan Hendrik menunggu di luar.


Hendrik terus mencemaskan Aqila,dia tidak berhenti mondar mandir di depan pintu UGD. Tak lama kemudian dokter Sani keluar dari ruangan UGD dan berkata,,,


"Kamu tenang saja Aqila tidak apa-apa kok,hari ini juga sudah boleh pulang dan kalau bisa dia jangan dulu sekolah sampai 4 hari ke depan. Kalau tidak itu lukanya akan tambah parah"jelas dokter Sani


"Apa boleh masuk?"tanya Hendrik dengan wajah khawatir


"Iya boleh"balas dokter Sani sambil tersenyum


Hendrik masuk dan menghampiri Aqila yang sedang duduk di ranjang sambil melamun. Hendrik bingung dan langsung bertanya,,,


"La siapa yang lakuin ini sama kamu?"tanya Hendrik dan duduk di kursi yang ada di samping Aqila


Aqila tidak menjawab,seketika air mata menetes dan dia pun menangis. Hendrik semakin penasaran dan mencoba berpikir siapa yang melakukan ini pada Aqila,lalu dia teringat pada Sarah dan Nency.


kalau di pikir pikir tadi pas gue ketemu mereka wajah mereka seperti takut,gumam Hendrik


"Apa ini kelakuan Sarah dan Nency?"tanya Hendrik memastikan bahwa mereka pelakunya.Aqila menghapus air matanya dan mencoba untuk tenang


"Kata Sani tadi kamu boleh pulang sekarang dan katanya 4 hari ke depan kamu jangan dulu ke sekolah"Hendrik menjelaskan kembali perkataan dokter Sani tadi


"Kalau gitu Qila mau pulang aja,di sini gak betah"ucap Aqila dengan wajah masam


"Ya udah kamu tunggu di sini aku akan bayar biaya pengobatannya,oke"ucap Hendrik sambil tersenyum kepada Aqila dan berjalan keluar


"Hendrik kamu mau ke mana?"tanya dokter Sani yang melihat Hendrik keluar dari ruang UGD


"Kamu San,aku mau ke administrasi untuk bayar pengobatan Aqila"jelas Hendrik


"Kamu bisa nanti bayarnya kok tenang aja"kata dokter Sani sambil tersenyum


"Kalau gitu makasih,aku bawa Aqila pulang dulu"Hendrik pun kembali ke ruang UGD


Baru satu langkah Hendrik berjalan dokter Sani berkata,,,"Jaga dia baik-baik"pesan dokter Sani kepada Hendrik,Hendrik pun mengiyakan perkataan dokter Sani


Tak lama kemudian Hendrik kembali ke ruangan sambil berkata,,,


"Kita pulang sekarang"ajak Hendrik sambil mengulurkan tangannya

__ADS_1


"Kok sebentar?Emang tempat administrasinya Deket banget ya?"tanya Aqila heran dan turun dari ranjang itu


"Tadi saat keluar saku ketemu Sani,katanya bayarnya nanti saja"jelas Hendrik sambil memapah Aqila ke luar


"Hendrik,,,"panggil Aqila lirih dan sudah berada di pintu depan rumah sakit tersebut


"Iya?"balas Hendrik sambil melihat ke arah Aqila


"Makasih,,,meskipun Adhim kaya Hendrik yang perhatian,memperlakukan perempuan dengan lembut"kata Aqila tapi itu hanya angan-angan Aqila


Hendrik tersenyum mendengar perkataan Aqila,dia tau apa yang di rasakan Aqila dan di pikirannya pasti dia sangat terpukul atas kejadian tadi.


Hendrik pun membawa Aqila masuk ke mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan normal. Hendrik berencana membawa Aqila ke sebuah tempat agar moodnya kembali baik.


Di tengah perjalanan Aqila hanya terdiam dan melihat ke jendela mobil. Untuk memecahkan keheningan itu Hendrik menyalakan lagu kesukaannya,tapi cara itu tidak membuat Aqila senang kembali dan akhirnya mobil Hendrik berhenti di suatu mall yang cukup besar nan megah.


Lalu Hendrik membukakan pintu dan menarik tangan Aqila yang masih duduk di dalam mobil. Dia mengajak Aqila ke sebuah toko baju untuk mengganti bajunya yang basah dan setelah selesai mengganti bajunya Hendrik membawa Aqila ke game center yang juga berada di mall tersebut.


"La?Kamu gak seneng ya?"tanya Hendrik yang melihat Aqila berjalan dengan lesu dan wajah yang masih musam


Aqila tidak menjawab pertanyaan yang Hendrik berikan,dia hanya ingin menghibur dirinya untuk saat ini,entah bagaimana caranya.


Setelah sudah berada di depan pintu masuk game center mata Aqila terbuka lebar dan menganga sambil melihat sekelilingnya ada banyak permainan di sana,ini adalah salah satu tempat yang membuatnya bahagia. Aqila pun memegang tangan Hendrik dan menariknya masuk ke taman hiburan tersebut.


"Hendrik Aya kita masuk"ajak Aqila dengan senangnya sambil menunjuk ke dalam


"Baiklah tapi kita harus beli kartu dulu baru boleh masuk"kata Hendrik tersenyum,Aqila langsung menarik tangan Hendrik sontak hampir membuat tubuh Hendrik tersungkur


"Kita main ini ya"ucap Aqila yang sudah berada di depan permainan yang ia pilih tadi


Setelah Aqila mencoba berbagai permainan hatinya mulai tenang dan tidak memikirkan kejadian yang dialaminya tadi.


Setelah puas bermain mereka pulang,Hendrik mengantarkan Aqila sampai ke depan rumahnya.


"Hendrik,,,makasih ya. Qila jadi tenang sekarang....dan soal yang Hendrik nembak Qila waktu itu.....,maaf Qila belum bisa jawab"jelas Aqila yang masih di dalam mobil Hendrik


"Iya gak papa kok,santai aja"ucap Hendrik sambil tersenyum. "Oh,iya nanti tas kamu Siska yang bawa jadi tenang aja"sambung Hendrik dan Aqila mengangguk


Hendrik melajukan mobilnya meninggalkan Aqila di depan rumahnya.


.


.


.

__ADS_1


"Yang penting orang harus berani memilih dulu,jadi kita tau jodoh apa tidak"


__ADS_2