
Setelah makan,semua membereskan barang masing masing karena hari ini setelah permainan adu kecepatan semua akan pulang.
"Jika kalian sudah membereskan barang kalian dan apa saja yang akan di bawa saat nanti lomba adu kecepatan,harap berkumpul di lapangan"jelas pak Alim
Berhubung semua barang sudah beres,semua siswa berkumpul di lapangan.
"Apakah semua sudah berkumpul di lapangan?"tanya pak Alim memastikan
"Sudah pak"jawab semua dengan kompak
"Baiklah. Semua ketua kelompok harap ke sumber suara"kata pak Alim yang sedang memegang mik dan kertas
Semua ketua kelompok langsung menghampiri pak Alim,termasuk Adhim dan Hendrik. Pak Alim memberikan selembar kertas yang isinya peta,setelah menerima kertas tersebut mereka kembali ke kelompok masing masing.
"Kertas tersebut akan membantu kalian agar tidak tersesat nantinya"jelas pak Alim singkat
Semua mengangguk tanda mengerti apa yang di jelaskan pak Alim tadi.
Semua kelompok tampak bersiap siap di garis star,dan ketika pak Heri meniup priwitnya semua berlari sesuai yang ada di peta.
Di tengah perjalanan kelompok Adhim sempat ada perdebatan antara Fatih dan Andri sehingga sementara perjalanan mereka berhenti.
"Kalian bisa diem gak sih?Berisik tau gak"bentak Adhim sambil menatap mereka berdua dengan tajam
"Gara gara Lo jadi Adhim marah kan"ucap Fatih menyalahkan Andri
"Kok gue sih?Lo yang mulai duluan"Andri tak mau kalah dari Fatih
"Tinggalin aja mereka,tersesat tau rasa"kata Adhim kepada Aqila,Siska dan Cika
Mereka berjalan meninggalkan Andri dan Fatih yang sedang bertengkar, Fatih yang baru nyadar kalau Adhim meninggalkan mereka berdua,langsung menepuk nepuk pundak Andri.
"Dri,,,,dri,,,,kita di tinggalin"panggil Fatih sambil melihat ke arah Adhim
"Tinggalin?Aduh,,,"ucap Andri sambil menepuk jidatnya. Andri dan Fatih pun berlari agar bisa menyusul Adhim.
"Ini perjalanan terakhir kita,di sekitar sini ada bendera berwarna biru"jelas Adhim sambil melihat sekeliling
"Dhim,,,Dhim itu,,,itu"ucap Fatih sambil menepuk punggung Adhim keras
"Sakit tau!"gerutu Adhim
"Ya maaf,,,itu liat dulu"ucap Fatih sambil menunjuk ke arah batu besar
Ketika Adhim melihat batu besar itu,bendera yang ia cari ada di sana,dia langsung mengambil dan tersenyum senang.
__ADS_1
"Kita harus cepat kembali ke perkemahan. Ayo,,,ayo"ucap Adhim yang mulai berlari dengan membawa bendera tersebut
Di tengah perjalanan Aqila terjatuh,perban yang sebelumnya ada di kaki Aqila sekarang malah rusak dan luka yang ada di kakinya menjadi terlihat sangat jelas.
"Lo gak papa,La?"tanya Cika yang membantu Aqila bangun
"Qila gak papa kok,kalian jangan pedulikan Qila kalian fokus aja sama jalannya"kata Aqila sambil tersenyum dan menahan sakit
Adhim yang melihat itu langsung memberikan kertas yang di pegang nya tadi kepada Fatih dan memberikan tas yang di bawanya kepada Andri dan menghampiri Aqila.
Adhim jongkok dan berkata,,,"Ayo naik"suruh Adhim yang sudah bersiap di sana
Aqila tidak merespon dan langsung menuruti apa yang Adhim suruh.
"Lo sekarang yang mimpin"ucap Adhim kepada Fatih dan Fatih hanya menganggukkan kepalanya
"Adhim kenapa gendong Qila?"tanya Aqila ingin tau,mereka berdua berjalan paling belakang di antara Siska,Cika,Fatih dan Andri
"Gue ngelakuin ini cuman rasa kemanusiaan gue aja dan gue gak mau kalau kita kalah gara gara Lo"jelas Adhim dengan ekspresi yang sulit di artikan,Aqila hanya senyum saja tapi sebenarnya di dalam hatinya terasa ada yang menusuk
'Qila jangan terlalu berharap sama Adhim,,,,oke jangan terlalu berharap Qila,,'ucap Aqila dalam hati
Setelah beberapa meter mereka berjalan,,,mereka menemukan pekemahan yang jaraknya sekitar 100 meter dari tempat mereka berdiri.
Mereka yang baru sadar kalau kelompok Hendrik menuju ke sini,langsung berlari dengan sekuat tenaga begitupun Adhim,dia kesulitan berlari karena sedang menggendong Aqila.
"Emang Lo bisa jalan?"tanya Adhim memastikan
"Bisa kok"jawabnya dan Adhim pun langsung menurunkan Aqila dan memegang tangan Aqila
Aqila terus berlari tanpa menghiraukan luka di kakinya itu. Aqila tidak sadar kalau kakinya mulai mengeluarkan darah.
Dan,,,mereka memenangkan perlombaan ini di susul kelompok Hendrik. Kalau telat 1 menit saja mereka pasti sudah kalah dan kelompok Hendrik yang menang.
"Kita menang"teriak Fatih sambil meloncat kegirangan
"Adhim kita menang"kata Aqila sambil memegang kedua tangan Adhim
Lagi lagi Adhim tidak terlihat senang hanya wajah datar yang dia perlihatkan.
"Adhim gak seneng ya?"tanya Aqila sambil mengernyitkan keningnya
"La,,kaki Lo"ucap Adhim yang baru menyadari kalau kaki Aqila mengeluarkan darah
Aqila langsung melepaskan genggamannya dan melihat kakinya.
__ADS_1
"Nanti juga sembuh"balasnya sambil tersenyum
"La,selamat ya"kata Hendrik yang tiba tiba datang menghampiri Aqila dan Adhim
"Iya makasih"jawabnya
Adhim yang selalu kesal saat Hendrik bersama Aqila dia pun menghampiri Fatih dan meninggalkan Aqila dan Hendrik.
"La kaki Lo?Kita ke tenda medis ya"ajak Hendrik yang khawatir dengan keadaan Aqila
"Qila gak papa kok ini cuman luka biasa"balas Aqila berbohong sambil menahan sakit
"Luka sekecil apapun kalau gak di obatin nanti infeksi. Apalagi ini luka robek"jelas Hendrik dan Hendrik membawa Aqila ke tenda medis,Aqila hanya pasrah saja
"Ibu hanya bisa kasih perban saja,nanti pulang dari sini kamu harus langsung ke rumah sakit ya untuk penanganan lebih lanjut"jelas Bu Indi yang sedang membersihkan darah yang ada di kaki Aqila
"Iya Bu"jawab Aqila singkat
Semua kelompok sudah sampai di perkemahan dan sekarang waktunya untuk mengumumkan kelompok mana yang menang.
"Untuk kelompok Dani point yang di kumpulkan sebanyak 15 point,kelompok Jawara point yang di kumpulkan sebanyak 25 point,kelompok Pandu point yang di kumpulkan sebanyak 70 point,kelompok Hendrik point yang di kumpulkan sebanyak 150 point dan untuk kelompok Adhim point yang di kumpulkan sebanyak 250 point"jelas pak Heri sambil memegang selembar kertas
"Jadi kelompok yang menang adalah kelompok Adhim,,,,untuk kelompok Adhim silakan maju ke depan"suruh pak Heri seraya memberikan piala yang terbuat dari kayu
Setelah pengumuman tersebut semua kembali ke tenda masing masing untuk di bereskan kembali.
"Aqila ke mana ya?"tanya Siska yang sedang membereskan tendanya bersama Cika
"Gak tau"jawab Cika
Tak lama kemudian Aqila muncul dan membantu Siska dan Cika membereskan tenda.
"La,tadi Lo kemana?"tanya Siska ingin tau
"Gak kemana mana kok tadi ngobrol sama temen di sana"jawab Aqila berbohong
"Kaki Lo gak kenapa napa?"tanya Siska khawatir
"Nggak kok tadi cuman perbannya yang rusak"balasnya sambil tersenyum
Setelah membereskan tenda semua kembali ke lapangan dan berjalan menuju parkiran.
Semua siswa masuk ke dalam bis dan siap untuk berangkat.
Di perjalanan semua yang ada di bis tertidur karena lelah kecuali sopir bis. Sehingga keadaan pun menjadi hening.
__ADS_1
"Terkadang hati mampu melihat apa yang tidak nampak oleh mata"