Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT

Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT
Putri Sekolah


__ADS_3

Hari demi hari telah Aqila lewati dengan semampunya. Tidak ada yang berubah dari Adhim,Ia tetap bersikap dingin kepada Aqila. Begitupun Nadya,Ia sama sekali tidak berubah. Sedikitpun. Bahkan meminta maaf pun tidak sama sekali,Nadya begitu baik memerankan karakternya di hadapan para guru dan siswa sikapnya yang begitu sopan dan bertutur katanya baik ditambah paras yang cantik membuat para guru dan siswa mengaguminya. Terutama kaum Adam semua memperebutkan Nadya kecuali Adhim. Tapi lain halnya dengan di hadapan Aqila dan Siska,sikapnya berubah 180 persen.


Hari ini semua siswa sudah berkumpul di lapangan upacara sesuai instruksi yang diberikan sebelumnya.


Terlihat di depan sumber suara sudah para guru dan beberapa OSIS di kanan dan kirinya.


"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu"salam kepala sekolah tidak lain adalah pak Fahri.


"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatu"jawab semua murid serempak.


"Maaf sudah mengganggu kegiatan belajar kalian. Bapak berdiri di sini untuk mengumumkan sesuatu kepada kalian semua. Kalian tahu kan di sekolah kita belum pernah ada putri sekolah,nah bapak dan guru semua sudah mendiskusikan bahwa,tahun ini akan ada putri sekolah di sekolah ini. Sebelumnya sudah di pilih siapa yang akan menjadi putri sekolah,dan bapak harap siapa saja yang menjadi putri sekolah harus menjadi panutan di sekolah ini"jelas pak Fahri.


"Putri sekolah?"bisikan tersebut terdengar jelas di telinga Aqila.


"Siapa yang akan menjadi putri sekolah nya?"tanya salah satu siswa.


"Pasti Nadya lah"balas siswa lainnya.


"Yang jadi Putri sekolahnya adalah....Nadya Ardiani dari kelas XI IPA 2"kata pak Fahri menyambut Nadya,yang berjalan menghampirinya.


Semuanya bertepuk tangan dengan meriahnya,termasuk para guru.


"Kenapa dia sih?Gue gak setuju kalau dia jadi Putri sekolahnya"gerutu Siska kesal.


"Kak Nadya kan cantik. Jadi,pantes kalau dia di pilih sebagai putri sekolah"balas Aqila yang sedang bertepuk tangan.


"Kok Lo belain dia sih?Seharusnya Lo kesal sama dia,dia udah pernah jahatin Lo"Siska pergi meninggalkan lapangan tersebut. Mungkin kerena Aqila lebih memilih Nadya daripada temannya sendiri.


"Siska mau kemana?"tanya Aqila bingung,tapi tidak ada balasan dari Siska.


"Nadya...Nadya....Nadya..."semua bersorak dengan kompaknya.


Nadya melihat ke arah Aqila dengan tatapan tajam. "Awas aja Lo Aqila"gumam Nadya.


"Kenapa kak Nadya lihat Qila gitu ya?"tanya Aqila heran. Aqila tidak menghiraukannya lagi,Ia langsung pergi menyusul Siska.


"Dan bapak akan mengumumkan siapa saja yang menjadi calon ketua OSIS. Jadi yang menjadi calon ketua OSIS tahun ini adalah...Anya dari kelas XI IPS 3,Hendrik dari kelas XI IPA 1 dan Wildan dari kelas XI IPA 3. Pemilihan ketua OSIS akan di selenggarakan dua Minggu lagi"jelas pak Fahri,dan calon ketua OSIS berdiri di depan para siswa.


"Bapak harap kalian memilih ketua OSIS yang tepat dan terpercaya. Sekarang bisa bubar dan melanjutkan kegiatan belajarnya,terima kasih"sambung pak Fahri,dan berlalu meninggalkan lapangan upacara.


Semuanya membubarkan diri dan kembali ke kelasnya masing-masing.


🍁🍁🍁


"Kalian setuju gak sih kalau Nadya jadi Putri sekolah di sini?"tanya Siska kepada teman-temannya.


"Ya nggak lah,kali aja gue milih Nadya. Ogah"balas Hans. Terlihat dari raut wajahnya kesal.

__ADS_1


"Iya tuh benar. Gue juga gak setuju kalau Nadya jadi putri sekolah"Fatih mengiyakan perkataan Hans.


"Kalau lagi makan diam aja. Jadi makanannya muncrat kemana-mana kan"keluh Siska,menatap Fatih kecewa.


"Iya maaf...maaf say..."belum sempat Fatih menyelesaikannya,tangan Siska sudah mendarat di mulut Fatih.


"Iya aku maafin"Siska tersenyum malu.


"Sekarang udah berani main sayang-sayangan di sekolah,nih"sindir Hans kepada Fatih.


"Biarin. Dari pada jomblo melulu"balas Fatih,melihat Hans tajam.


"Udah jangan gitu"Siska angkat bicara,Fatih nyengir.


"Gue kesel banget hari ini"sambung Siska.


"Kesal kenapa?"tanya Fatih penasaran.


"Massa Aqila belain si Nadya itu sih. Padahal kan Nadya udah jahatin Aqila mulu"jelas Siska kesal.


"Kenapa dia belain Nadya?"tanya Hans tidak menduga,kalau Aqila berkata seperti itu.


"Gue juga gak tau"balas Siska malas.


"Ekhem.."deheman keras Adhim membuat semua orang yang ada di kantin melirik ke arahnya.


"Kok gak sama Aqila?"tanya Siska bingung.


"Ya...kali aja"balas Siska seadanya.


🍁🍁🍁


"Siska di mana sih?"gumam Aqila,sambil menyusuri koridor kelas.


"Hay"sapa Nadya ramah kepada Aqila.


"Kak Nadya?Ada apa kak?"tanya Aqila,terheran-heran.


"Ikut gue"suruh Nadya,dan Aqila mengikutinya dari belakang.


Nadya membawa Aqila ke lorong kelas yang sepi. Tidak ada siswa kecuali mereka.


"Kak Nadya ngapain bawa Qila ke sini?"tanya Aqila,sambil melihat sekitar dengan takut.


"Gue cuman mau bilang aja sama Lo. Kalau permainan di mulai sekarang. Ngerti!"bisik Nadya dengan nada mengancam.


"Permainan apa kak?"tanya Aqila dengan polosnya.

__ADS_1


"Liat aja nanti"balas Nadya tersenyum licik.


Nadya dan kedua temannya itu meninggalkan Aqila sendirian di sana. Entah apa yang di rencanakan Nadya kali ini,tapi sepertinya tidak main-main.


Aqila pergi dari tempat yang sepi itu. Tak lama kemudian dari balik tembok ada yang memegang bahu Aqila.


"Aqila..."sapa seseorang dari balakang tersebut. Seperti bisikan.


Aqila semakin ketakutan,bulu yang ada di tubuh Aqila naik. 'Kenapa jadi merinding gini ya...'.


Aqila memberanikan diri menoleh ke belakang dan....


"Aaaaaaa....aaaaa...."Aqila berteriak sekencang-kencangnya.


"Ini gue Hendrik"ucap Hendrik menenangkan Aqila.


Aqila berhenti berteriak "Hendrik ngagetin Qila aja" ucap Aqila mengusap-usap dadanya.


"Hahaha...maaf. Tapi kamu..eh maksudnya Lo kalau lagi ketakutan lucu juga ya"goda Hendrik cengengesan.


"Ih Hendrik"Aqila menepuk dada Hendrik pelan.


"Habisnya aku eh,gue liat Lo sendirian di sini. Ngapain?"tanya Hendrik heran.


"Qila...Qila...nggak kok. Kita ke kantin aja yuk"balas Aqila memindahkan topik pembicaraan.


Keduanya berjalan menuju kantin,Aqila masih memegang tangan Hendrik. Tak sadar sepasang mata sedang mengamati mereka dari kejauhan.


"Lepasin"Nency memisahkan tangan Aqila dari Hendrik.


"Kak Nency"gumam Aqila.


"Beraninya Lo,pegang tangan cowok gue"kata Nency kesal,sambil menggandeng tangan Hendrik.


"Lepasin. Siapa juga yang mau jadi cowok Lo"Hendrik melepaskan tangan Nency darinya.


"Udah jangan ladenin dia,kita ke kantin aja yuk"belum sempat Aqila menjawab,Hendrik sudah menarik tangannya menuju kantin.


"Ih..."Nency kesal,dan menghampiri Nadya dan Sarah.


"Gak berhasil?"tanya Nadya yang dari tadi mengamati Nency,Nency menggelengkan kepalanya.


"Lo ngejar Adhim,Lo ngejar Hendrik dan gue ngejar Rendi"kata Sarah sambil memikirkan rencana untuk deketin Rendi.


"Hah Rendi?"Nadya kaget mendengar perkataan Sarah.


"Iya Rendi. Lo udah gak cinta lagi kan sama dia"balas Sarah memastikan.

__ADS_1


"Gue?Ya nggak lah"balas Nadya mantap.


Ketiganya berjalan seperti halnya model,menuju kelasnya.


__ADS_2