Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT

Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT
S-2. Permintaan Maaf


__ADS_3

"Lo harus atur emosi lo! Gue tau, hubungan lo sama Siska sekarang ada masalah, kan?" kata Hans yang menenangkan sahabatnya itu.


"Darimana lo tau?" tanya Fatih yang mulai mengatur emosinya.


"Apa sih yang nggak gue tau tentang semua masalah kalian semua. Meskipun gue kadang-kadang gak jelas dan selalu bersikap biasa aja, tapi gue tau semua yang kalian alami!" jelas Hans, semakin Fatih menatap Hans bingung.


"Sekarang mending kita cepet ke belakang, semua udah nunggu lo di sana." Hans memindahkan topik pembicaraan dan berjalan terlebih dahulu menuju taman yang berada di belakang rumah Fatih.


Karena di depan rumah tidak memungkinkan untuk acaranya, akhirnya mereka memilih untuk memanggangnya di belakang.


"Tadi siapa?" tanya Siska penasaran Fatih duduk di samping Siska.


"Anu ... itu yang tadi di sekolah minjem buku, dia tadi mau ngembaliin," jelas Fatih sedikit gugup, Siska hanya mengangguk.


"Dari tingkah lakunya, kenapa Fatih sedikit kesal ya?" Siska membatin sambil memandang Fatih diam-diam.


Ddrrttt ... ddrrttt ....


Ponsel Aqila bergetar. Adhim langsung mengambilnya karena jaraknya berada tepat di depan Adhim. Di lihat dari namanya, tertera 'Jio'.


"Jio?!" gumam Adhim, ia terasa pamiliar dengan nama itu. Adhim pun berpikir keras dan bayangan kejadian itu muncul. Membuat Adhim merasa sakit di kepalanya semakin menjadi-jadi.


"Kenapa kepala gue sakit banget?!" gumam Adhim yang mencengkram rambutnya kuat.


"Lo gak papa?" tanya Siska yang berada di samping Adhim.


"Nggak kok!" jawab Adhim, ia merasa sakit di kepalanya lama-kelamaan menghilangkan karena tidak memikirkan hal itu lagi.


"Ma– maaf!" Aqila dengan cepat merebut ponselnya dari tangan Adhim dan berjalan menjauh dari mereka untuk mengangkat telpon.


"Kenapa harus menjauh?" tanya Fatih menatap Aqila heran.


"Apa mungkin!" gumam Siska, ia mengira orang yang sedang ditelpon dengan Aqila itu Jio.


"Hallo?


"Hallo. Hai Sayang, apa kabar?


tanya Jio yang jauh dari sana sambil tersenyum senang.


"Ba– baik. Gi– gimana kabar kamu?

__ADS_1


tanya Aqila gugup, ia takut kalau yang lain tau kalau yang sedang di telponnya adalah Jio.


"Baik. Oh iya, kok kamu belum tidur sih? Ini udah jam berapa loh,


kata Jio perhatian. Aqila hanya diam tidak menjawab sambil melihat jam di layar ponselnya.


"Kamu masih ada di sana, kan?


tanya Jio kembali, pertanyaannya membuyarkan lamunan Aqila.


"I– iya. Jio, aku ada urusan nih. Aku matiin telponnya ya


sahut Aqila dan langsung memutuskan sambungan telponnya dan berjalan menuju tempat pembakaran daging.


"Gak sabar nunggu tiga bulan lagi!" gumam Jio sambil menatap langit New York yang cerah tanpa awan.


"Tadi Jio, La?" bisik Siska yang sudah berdiri di samping Aqila yang sedang mengibas-ngibaskan daging di hadapannya.


"Iya," jawab Aqila singkat.


"Gue masih penasaran dengan apa yang tadi di katakan Hans!" gumam Fatih yang sedang membantu memotong bumbu untuk di baluri ke dagingnya.


"Apa sih yang nggak gue tau tentang semua masalah kalian semua. Meskipun gue kadang-kadang gak jelas dan selalu bersikap biasa aja, tapi gue tau semua yang kalian alami!"


"Hans kelakuannya memang suka kekanak-kanakan, tapi apakah bener dia tau semuanya?" pikir Fatih yang semakin penasaran dengan Hans.


Setelah semua setelah di bakar, akhirnya tiba juga saatnya memakan makanan tersebut.


"Selamat makan!" ucap semua serempak. Seketika semua memakan makanan itu dengan lahap dan sesekali tertawa.


"Gue akan selalu ingat momen ini," kata Aqila sambil tersenyum senang. Semua menatap satu sama lain dan juga ikut senang.


"Terima kasih Tuhan. Kau telah memberikan begitu banyak nikmat kepada hambamu ini," batin Aqila yang mendongakkan kepalanya menatap ke langit yang di penuhi dengan bintang.


🍁🍁🍁


Keesokan paginya ....


Masih di sekolah SMA Nusantara, semua siswa melihat kagum dan dibuat salting dengan penampilan Nadya yang beda banget dari yang dulu.


"Itu bukannya Nadya yang waktu itu, kan? Ngapain dia kesini?" bisik salah satu siswa yang berada di koridor kelas.

__ADS_1


"Gue juga nggak tau. Tapi, penampilannya itu lebih cantik dari yang dulu!" sahut siswa lainnya. Nadya mendengar jelas perkataan itu, ia hanya mengacuhkannya dan tetap berjalan.


Nadya berhenti di depan kelas Aqila yang sekarang di penuhi oleh banyak siswa SMA Nusantara.


"Gue mau nyari Aqila!" ucap Nadya dengan gaya khasnya itu. Tak lama kemudian, Aqila muncul dari kelasnya dan terdiam sesaat menatap siapa orang yang berada di depannya itu.


"Hai, lama nggak ketemu Aqila," sapa Nadya sambil tersenyum manis. Siska yang berada di belakang Aqila hanya memandangnya tidak suka.


"Ngapain dia ke sini lagi?" tanya Siska kepada Aqila. Aqila hanya diam menatap Nadya.


"Kak Nadya?! Kak Nadya ngapain di sini?" tanya Aqila yang masih dengan bahasa yang sama seperti dulu, yang membedakannya adalah penampilannya yang sekarang.


"Penampilan lo yang sekarang beda banget ya," komentar Nadya dengan nada lembut.


"Mending lo pergi dari sini deh! Sebelum gue laporin lo ke pihak sekolah!" usir Siska sambil mendorong tubuh Nadya.


"Siska!" Aqila menahan Siska yang ingin bertengkar dengan Nadya.


"Kak Nadya gak papa?" tanya Aqila yang merasa bersalah.


"Tenang aja, gue gak papa kok," jawab Nadya yang memperlihatkan senyum manisnya. Baru kali ini Nadya tersenyum seperti itu di depan Aqila. Sehingga membuat Aqila tidak bisa berkata-kata lagi.


"Kok malah bela dia sih!" gumam Siska kesal.


"Gue ke sini bermaksud baik kok."


"Di depan semua orang di sini, gue mau minta maaf atas kesabaran yang gue perbuat dulu! Gue sekarang sadar kalau gue seharusnya nggak rebut Adhim dari lo, dan gue gak seharusnya menfitnah lo sebagai cewe m*rahan. Jadi sekali lagi gue minta maaf!" jelas Nadya sambil membungkuk di depan Aqila.


Aqila hanya bisa tertegun melihat Nadya yang meminta maaf kepadanya secara langsung, bahkan di hadapan banyak orang.


"Lo jangan mau maafin cewe licik ini, La!" ucap Siska kesal.


"Gue emang nggak pantes buat lo maafin, tapi gue bener-bener nyesel udah ngelakuin itu sama lo, La!" tutur Nadya yang meneteskan air matanya. Membuat Aqila iba dengannya.


"Kak Nadya kayaknya tulus banget minta maaf sama aku," Aqila membatin.


Apakah Aqila akan memaafkan kesalahan Nadya? Atau malah sebaliknya?


Maaf kalau ada kata yang typo 🙏, kalau masih penasaran dengan kelanjutannya. Jangan lupa klik fav yang ada di bawah ini, tinggalkan like, rate 5, dan juga vote dari kalian semua 😊.


Sampai ketemu di episode selanjutnya 🤗.

__ADS_1


__ADS_2