Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT

Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT
Mengalah


__ADS_3

Setelah menunggu lama di rumah Adhim,tapi Adhim tidak sadarkan juga,mereka berpamitan pulang.


"La gue antar Lo pulang,ok"kata Rendi yang sudah berada di samping mobilnya


Belum sempat Aqila menjawab Hendrik langsung berbicara....


"Aqila pulang sama gue aja"


"Oke. Kalau gitu gue duluan semuanya"balas Rendi dan masuk ke mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan normal


"Yuk"ajak Hendrik,Aqila dan Hendrik pun masuk ke mobil


"Nanti malam kamu sibuk gak?"tanya Hendrik dengan menatap Aqila sekejap


"Nggak"jawab Aqila singkat


"Emang kenapa?"sambung Aqila sambil menatap Hendrik bingung


"Aku mau ajak kamu ke suatu tempat"balas Hendrik


"Suatu tempat?"tanya Aqila bingung


"Iya. Nanti juga tahu kok"jawab Hendrik sambil tersenyum manis


Di perjalanan Aqila tidak menatap Hendrik sedikit pun,Ia menatap ke arah jendela mobil dengan perasaan khawatir.


Hendrik yang tidak nyaman dengan keadaannya langsung memegang salah satu tangan Aqila


"Kamu kenapa?"tanya Hendrik bingung


"Nggak kok,Qila gak papa"balas Aqila sambil melepaskan tangannya dari Hendrik dan kembali menatap ke arah jendela mobil


Mobil Hendrik berhenti tepat di depan rumah Aqila.


"Aku jemput kamu jam 8 ya"kata Hendrik yang masih di dalam mobil


"Iya"jawab Aqila lesu dan berlalu meninggalkan mobil Hendrik


Hendrik keluar dari mobil dan berkata dengan lantang...


"Aqila."Aqila menoleh heran


"I Love You"sambung Hendrik sambil tersenyum,Aqila tersenyum


"Hati-hati di jalan"balas Aqila tidak membalas perkataan Hendrik


Hendrik kemudian masuk ke dalam mobil,Ia semakin yakin dari perlakuan Aqila terhadapnya bahwa tidak ada sedikitpun Hendrik di hati Aqila,bahkan sebesar biji zarah pun tidak ada.


Aqila masuk ke kamarnya dan membaringkan tubuhnya di ranjang yang empuk itu


"Qila harus lupain Adhim,harus lupain Adhim"teriak Aqila,teriakannya sampai terdengar ke bawah


Asti yang mendengar teriakan Aqila itu langsung bergegas ke kamar Aqila dan melihat Aqila tengah berbaring di ranjang

__ADS_1


"Kamu kenapa?"tanya Asti Sambil menghampiri Aqila,Aqila bangun dan memeluk Asti yang duduk di sampingnya


"Hiks hiks..mah"Aqila menangis di pelukan Asti,membuat Asti semakin khawatir


"Ada apa?Cerita sama mamah"kata Asti mencoba menenangkan Aqila


Aqila melepas pelukannya dan mencoba berhenti menangis


"Mamah tahu kan Aqila pacaran sama Hendrik?"tanya Aqila memulai topik


"Tapi Aqila nggak pernah mencintai Hendrik sebagaimana Aqila mencintai Adhim"sambung Aqila kembali menangis


"Kalau kamu cinta sama Adhim,kamu perjuangin dia. Mamah juga sama papah kamu dulu juga gitu,papah terus ngejar mamah dulu tapi dulu mamah benci banget sama papah kamu,meskipun mamah sering mengerjainya agar menjauh dari mamah tapi,papah kamu tetap memperjuangkan mamah dan sekarang mamah sadar kalau papah kamu itu adalah laki-laki yang baik untuk mamah"jelas Asti sambil mengusap rambut Aqila


"Tapi Hendrik..."Aqila mulai khawatir kalau dia memutuskan hubungan dengan Hendrik


"Kalau Hendrik itu mamah gak tahu,mamah cuman kasih saran aja. Mau Hendrik atau Adhim,mereka sama-sama anak yang baik"jelas Asti dan meninggalkan Aqila sendiri di kamar


Aqila berjalan dan menatap ke arah jendela kamar.


"Qila gak mau nyakitin Hendrik,tapi....apa Hendrik mau bertahan dengan sikap Qila yang seperti ini?"pikir Aqila


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam,Aqila bersiap-siap untuk pergi bersama Hendrik.


Tok tok tok


"Sayang di bawah ada Hendrik tuh"ucap Asti di balik pintu kamar Aqila


Tak lama Asti menunggu di ruang tamu Aqila menuruni satu per satu tangga


"Kalau gitu Qila sama Hendrik pamit dulu mah,nek. Assalamu'alaikum"pamit Aqila sambil mencium tangan punggung Asti dan neneknya


Hendrik menyalami keduanya dan berlalu pergi meninggalkan Asti dan nenek Aqila di ikuti Aqila di belakang


Di tengah perjalanan Hendrik tampak gelisah,entah apa yang ada di pikiran Hendrik saat ini,Aqila pun memberanikan diri untuk bertanya


"Apa semuanya baik-baik saja?"


"Hah?I..iya semuanya baik-baik aja kok,tenang saja"balas Hendrik,pertanyaan Aqila membuyarkan lamunan Hendrik


Mobil Hendrik berhenti di sebuah cafe dimana Aqila dan Hendrik resmi pacaran


"Hendrik ngapain bawa Qila ke sini?"gumam Aqila sambil mengernyitkan dahi


"Ayo masuk"ajak Hendrik yang melihat Aqila terpaku di depan pintu masuk cafe tersebut,Aqila mengangguk


"Kamu ingat gak?Satu Minggu yang lalu kita resmi pacaran di cafe ini"jelas Hendrik sambil melihat-lihat sekitar


"Iya Qila ingat"balas Aqila sambil menatap Hendrik


Selesai makan mereka pergi dari cafe tersebut,Hendrik membawa Aqila ke suatu tempat yang cukup romantis

__ADS_1


"Ini Hendrik yang nyiapin semua?"tanya Aqila melihat takjub


"Nggak juga sih"balas Hendrik menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Aqila...."ucap Hendrik memulai pembicaraan


"Apa?"tanya Aqila


"Kamu jujur sama aku. Kamu benar cinta dan sayang sama aku?"tanya Hendrik,mata Aqila membulat


Aqila terpaku dan berpikir keras,apa yang harus Ia katakan pada Hendrik?Apa Aqila harus jujur bahwa Aqila tidak mencintainya atau mengatakan cinta padanya


"Kenapa Hendrik bertanya seperti itu?Qila...Qila...cinta dan sayang sama Hendrik"balas Aqila ragu,


'semoga keputusan ini yang terbaik ya Allah' pikir Aqila


Hendrik tersenyum dan menatap Aqila dengan serius


"Kamu selalu begini....tapi kata-kata itu tidak membuatku percaya padamu"jelas Hendrik


"Maksud Hendrik apa?"tanya Aqila terheran-heran


"Kamu sebenarnya cinta sama Adhim kan?"balas Hendrik menatap ke langit


Aqila tidak mengubris pertanyaan dari Hendrik,dia menunduk tidak ada kata-kata


"Aku.."belum sempat Aqila jawab telunjuk Hendrik sudah berada di bibir Aqila


"Aku sudah tahu jawabannya"balas Hendrik sambil tersenyum,Ia mencoba membuat Aqila nyaman


"Aku salut sama kamu yang lebih mementingkan diri sendiri dari pada orang lain,tapi keputusan kamu sekarang membuat aku kecewa,La"jelas Hendrik


"Apa yang Hendrik bicarakan?"tanya Aqila bingung


"Kamu tidak seharusnya menyembunyikan perasaan kamu,aku ikhlas kalau kamu sama Adhim,dia orangnya baik dan semoga bisa menjaga kamu nanti"jelas Hendrik kembali


"Kenapa Hendrik bicara seperti itu?"tanya Aqila air matanya seketika menetes


"Tolong jangan nangis. Aku nggak mau kamu mengorbankan perasaanmu buat aku. Aku sadar kalau di hati kamu cuman ada Adhim. Jadi sekarang kamu kembali perjuangkan Adhim ya..."Hendrik tersenyum dan ikut bahagia kalau Aqila bahagia


Aqila memeluk Hendrik,baru pertama kali Aqila memeluk Hendrik seperti ini


"Terima kasih untuk semuanya dan maaf Qila nggak bisa menjadi yang terbaik untuk Hendrik"kata Aqila menghapus air matanya


Tak lama setelahnya,mereka pulang dan hubungan keduanya tetap berjalan dengan baik.


.


.


.


"Jangan tanyakan apakah cintamu tulus kepadaku. Sebab aku dapat merasakannya sendiri dari apa yang telah kamu lakukan untukku" ~Aqila Anatasya~

__ADS_1


Jangan lupa like,coment dan vote juga ^_^


Terima kasih selalu setia membaca โ™กโ€ฟโ™ก


__ADS_2