Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT

Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT
S-2. Rasa Yang Tidak Pernah Terlupakan


__ADS_3

"Semuanya kayanya seneng banget. Aku juga ikut seneng liat mereka gini, terutama Kiren dan Adhim. Meskipun aku yang ada di posisi Kiren!" gumam Aqila yang sedang memotong beberapa rempah sendirian.


"Jangan bengong aja, kasian tuh semua bahannya di cuekin kaya gitu," ucap Siska tiba-tiba yang menghampiri Aqila dan duduk di sebelahnya.


"Eh, Siska! Maaf-maaf!" Aqila kembali melanjutkan aktivitasnya.


"Oh iya, si manusia bunglon ke mana?" tanya Siska, membuat Aqila menatapnya heran.


"Manusia bunglon? Sebutan siapa tuh?"


"Ituloh ... si Jio!"


Seketika Aqila tertawa mendengar perkataan Siska. Sontak semua yang berada di sana menatap heran ke arah Aqila.


"Kenapa tuh cewe?" tanya Adhim menatapnya datar. Kiren hanya membalasnya dengan senyuman kecil.


"Kenapa lo?" tanya Fatih sambil mengerutkan dahinya.


"Nggak kok! Maaf, tadi gue refleks aja!" Aqila pun seketika berubah drastis menjadi serius menatap Siska.


"Jangan sebut namanya di sini!" bisik Aqila. Membuat Siska menutup mulutnya dan menatap ke sekeliling takut ada yang mencurigainya.


"Masih ada lagi gak?" tanya Adhim yang menyimpan wadah berbentuk persegi kecil sebagai wadah bumbu untuk daging.


"Belum ada."


"Lambat banget jadi orang! Kalau terus gini, kapan selesainya!" sindir Adhim yang langsung merebut pisaunya dari Aqila.


Tapi saat merebutnya, tangan Adhim tidak sengaja menyentuh tangan Aqila. Keduanya seketika adu pandang.


Deg!


"Lagi-lagi perasaan ini muncul! Sebenarnya ada apa sama gue sih? Kenapa kalau deket kaya gitu sama Kiren, perasaan yang seharusnya saat gue sama Aqila muncul?" Adhim membatin.


"Jantung aku rasanya mau copot!" batin Aqila. "Tenang Aqila ... lo harus tenang!"


"Ekkhemm!" deheman Hans membuat semua yang sedang menyaksikan keduanya langsung sadar dari lamunannya.


"Ma– maaf!" Aqila dengan cepat melepaskan tangannya dan berjalan menuju Fatih untuk membantunya.


"Biar gue bantu." Aqila mengambil kipas yang berada di depannya dan mulai mengibaskan dagingnya.


Adhim yang masih tidak berkutik sama sekali, membuat Siska menatapnya bingung dan langsung bertanya, "Kenapa lo?"


"Gue gak papa!" jawab Adhim ketus, ia langsung memotong bawang merah agar Siska tidak mencurigainya.

__ADS_1


"Den, di depan ada temen Aden," ucap pembantu yang ada di rumah Fatih.


"Bentar ya guys." Fatih segera berjalan menuju ruang tamu untuk menemui orang tersebut.


"Lo siapa?" tanya Fatih yang sudah berada di ruang tamu dan menatap orang yang sedang duduk dengan heran.


Saat orang tersebut mendongakkan kepalanya, Fatih langsung melongo sambil mengerutkan dahinya.


"Lo?! Ngapain lo di sini?" tanya Fatih ketus, ia sungguh tidak suka dengan orang di depannya.


"Gue mau ketemu sama Siska," jawab Lion. Ya, Lion orang yang datang ke rumah Fatih.


"Sebaiknya lo pergi dari sini, sebelum gue ngusir lo dari sini!" kata Fatih, dari nadanya seperti Fatih mengancamnya.


"Gue gak akan pergi dari sini sebelum gue ketemu sama Siska!" jawab Lion dengan tatapan tajam ke arah Fatih.


"Lo inget, kan? Lo bukan siapa-siapa Siska lagi!" bisik Lion membuat Fatih mengepalkan kedua tangannya dan mengingat kejadian yang membuatnya sakit hati.


Flashback


Hari ini kebetulan sedang libur sekolah, di rumah Fatih rasanya bosen banget dan ingin pergi keluar. Tapi, saat Fatih mengajak Siska pergi ke luar, Siska tidak bisa karena ada acara keluarga.


"Huuufftt!" Fatih mengendus kasar sambil melihat langit-langit rumahnya.


Tak lama kemudian suara notifikasi dari ponsel Fatih. Ia mengambil dan menekan notifikasi tersebut. Di lihatnya nomor tidak di kenal.


"Siapa sih ni orang! Ganggu gue aja!" gumam Fatih yang membanting ponselnya itu ke atas ranjangnya.


Ting!


Lagi-lagi ponsel Fatih mendapatkan notifikasi dari orang yang sama.


081*********: Terserah lo mau datang atau nggak. Tapi, Siska. Pacar yang lo sayang itu ada di sini sama gue!


Setelah membacanya, Fatih langsung melemparkan ke lantai sampai layar ponsel tersebut pecah.


Author: Mending buat gue aja tuh handphone daripada di banting kaya gitu!


Fatih: Terserah aja lah, Thor. Mau lo ambil juga gak papa! Sekarang gue mau pergi dulu!


Kembali ke awal ....


Fatih mengambil jaketnya dan kuncinya yang tergantung, lalu berlari menuju cafe tersebut.


Setelah sampai di cafe tersebut, Fatih melihat Siska sedang berbincang hangat dengan seorang wanita dan pria yang umurnya hampir sama dengan orang tuanya.

__ADS_1


"Siska lagi ngobrol sama siapa? Gue gak bisa denger, apa gue lebih deket aja ya?" Fatih lalu duduk di belakang kursi yang di duduki Siska.


Tak lama setelahnya, datang seorang laki-laki seumuran dengannya menghampiri meja tempat Siska sedang berbincang bersama kedua orang itu.


"Kamu lama banget di kamar mandinya. Siska udah nunggu kamu dari tadi loh," ucap wanita tersebut, mungkin kedua orang itu orang tua laki-laki tersebut.


Fatih pun melirik sekilas menatap laki-laki tersebut. Siapa sangka kalau laki-laki tersebut adalah Lion.


"Ngapain mereka di sini?" gumam Fatih yang langsung memindahkan pandangannya ke depan.


"Jadi kalian udah pacaran berapa bulan?" tanya pria yang tadi Fatih dengar, Lion menyebutnya Papah.


"Pacaran!" gumam Fatih yang terbawa emosi dan meremas kertas menu yang ia pegang.


"Kurang lebih udah satu bulan, Mah," jawab Yuda cepat sambil tersenyum paksa.


"Satu bulan?! Jadi ini yang di katakan acara keluarga?!" Fatih membatin, karena ia tidak mau semakin terbawa suasana, Fatih pun pergi dari cafe tersebut dengan perasaan tak karuan.


"Kenapa kamu bisa-bisanya bohongin aku kaya gitu, Sis?!"


Lion tersenyum kemenangan saat melihat Fatih keluar dari cafe tersebut dan membatin, "Tepat kena sasaran!"


Flashback end


"Denger! Gue belum putus sama Siska, jadi status gue masih pacar Siska. Ngerti!" pekik Fatih sambil memegang kerah jaket Lion.


"Hubungan kalian itu tinggal menghitung hari, nanti juga putus, kan?" kata Lion dengan tenangnya.


Fatih yang semakin di selimuti amarah, berniat untuk menyelesaikannya secara fisik. Tapi saat ingin mendaratkan pukulannya, tangan Fatih di tahan oleh Hans yang tiba-tiba datang entah darimana.


"Sabar, Tih! Lo jangan ladenin oenag kaya dia, kita mending ke belakang sebelum oenag ini merusak semuanya!" cegah Hans yang menatap Lion tajam.


"Lo juga, mending lo pergi dari sini sebelum semua orang di sini tau kalau lo ada di sini! Terutama Siska!" usir Hans dan menunjuk pintu utama.


"Dimana dia tau gue tentang Siska?" batin Lion dan ia langsung berjalan menuju keluar.


"Lo harus atur emosi lo! Gue tau, hubungan lo sama Siska sekarang ada masalah, kan?" kata Hans yang menenangkan sahabatnya itu.


"Darimana lo tau?" tanya Fatih yang mulai mengatur emosinya.


"Apa sih yang nggak gue tau tentang semua masalah kalian semua. Meskipun gue kadang-kadang gak jelas dan selalu bersikap biasa aja, tapi gue tau semua yang kalian alami!" jelas Hans, semakin Fatih menatap Hans bingung.


Kalau ada kata yang typo, mohon di maafkan 🙏😅.


Masih penasaran dengan kelanjutannya? Di tunggu ya, nanti author akan usahakan up setiap hari. Ya ... walaupun nggak selalu setiap hari sih 😄.

__ADS_1


Mohon dukungannya dari kalian semua 😊.


__ADS_2