
Hans berjalan dengan kesal dan di ikuti Aqila dan Rendi di belakang. Mereka tau apa yang di rasakan Hans saat ini,entah kemana Hans tapu mereka tetap mengikutinya.
"Aaww..."kata Siska sambil melihat siapa yang di tabraknya,ternyata yang menabrak Siska adalah Hans
"Sakit tau"kata Siska ketus
Hans tidak mempedulikan Siska dan tetap berjalan.
"Dih. Bukannya bantuin malah pergi"gerutu Siska dan berusaha berdiri
"Siska gak papa?"tanya Aqila membantunya berdiri
"Gak papa. Tu orang kenapa?Kayak kesal gitu"tebak Siska
"Karna Adhim"jawab Rendi
"Hah Adhim?Kok bisa?"tanya Siska kedua kalinya
Belum sempat di jawab Adhim menghampiri mereka dan bertanya,,,,
"Liat Hans gak?"tanya Adhim sambil ngos-ngosan
"Tadi ke sana"balas Aqila sambil menunjuk ke arah Hans berjalan
"Ok makasih"balas Adhim dia pun berlari ke arah yang ditunjukkan Aqila
"Apa sih yang terjadi sebenarnya?"tanya Siska kembali
"Tadi Adhim berduaan sama Nadya,terus datang Hans datang sama gue dan Aqila terus Hans nyeritain,kalau Nadya udah bohong sama semua orang kalau dia itu pacaran sama Adhim. Nah terus Adhim bilang dia udah tau,dan Hans ngelarang dia tuk deketin Nadya tapi Adhim bersikeras gak mau. Jadi Hans marah,gitu..."jelas Rendi panjang lebar
Siska mendengar dengan baik penjelasan Rendi dan mengangguk tanda mengerti.
"Oh..iya tadi Siska sama Fatih ngomongin apa?"tanya Aqila mengubah topik pembicaraan
”Iya gue kepo nih"kata Rendi
Siska sempat diam sebentar dan belum sempat Siska menjelaskan Rendi berkata....
"Kenapa diem?"tanya Rendi tak yang tak sabar
"Iya kenapa diem?"sambung Aqila yang tak sabar juga
"Ayo jelasin sama kita"kata Rendi kembali
"Iya jangan sungkan sungkan. Kita siap un..."belum sempat Aqila melanjutkan perkataannya Siska sudah menutup mulut Aqila dengan tangannya.
"Gimana mau cerita,kalian aja dari tadi ngomong"jelas Siska sambil melihat mereka bergiliran
Keduanya pun tertawa dan mempersilahkan Siska untuk menjelaskan nya.
"Gue....sama Fatih..."Siska memikirkan kata-kata yang tepat
"Apa?"tanya Aqila dan Rendi kepo
"Jadian"kata Siska,nada bicaranya rendah
"Apa?Jangan?"kaya keduanya serempak
__ADS_1
"Bukan...tapi ja-di-an"ucap Siska kembali
"Oh..."Aqila dan Rendi saling berpandangan dengan muka datar,tapi keduanya kembali berpikir dan tiba-tiba..... "Jadian?"teriak mereka tak percaya dan kaget
"Iiihhh...sssttt....jangan teriak napa"kata Siska dengan wajah kesal
"Eh iya maaf"balas mereka berdua
"Selamat ya"kata Rendi sambil menjabat tangan Siska
"Apa Siska sayang sama Fatih?"tanya Aqila
"Ya...nggak sih,tapi kan rasa cinta itu akan tumbuh dengan seiringnya waktu"jelas Siska seperti sudah berpengalaman
Tak lama kemudian Fatih menghampiri mereka dan bertanya....
"Kalian liat Hans sama Adhim gak?"tanya Fatih sambil melihat Siska malu
"Ekhemm...ada yang udah jadian nieh...."sindir Rendi kepada Fatih
"Apaan sih Lo"balas Fatih sambil menatap Rendi sinis
"Emang bener kan?"Rendi memastikan itu benar
Fatih menggaruk kepalanya yang tidak gatal seraya berkata...
"Iya. Kalian tau gak mereka di mana?"tanya Fatih kembali
"Tadi ke sana"jawab Rendi sambil menunjukkan ke arah yang sama seperti Aqila
"Ok makasih ya"Fatih berlari dan meninggalkan mereka bertiga
Hans berhenti di rooftoop dan di susul Adhim di belakangnya.
"Hans gue..."belum selesai Adhim berbicara Hans memotongnya
"Ngapain Lo ke sini?"tanya Hans ketus
"Gue minta maaf soal tadi"kata Adhim sambil menghampiri Hans
"Kapan Lo beneran minta maaf sama orang,gak pernah"sindir Hans dengan membelakangi Adhim
"Hey"teriak Fatih yang sudah tiba di sana juga
Keduanya menoleh dan menatapnya tajam.
"Santai aja kali natapnya"kata Fatih seraya menghampiri mereka berdua
"Kalian kenapa sih?"tanya Fatih kepo
"Ini bukan urusan Lo,Tih"balas Hans ketus
Fatih pun diam dan menatap satu-satu kearah Adhim dan Hans
"Gue udah lama temenan sama Lo Dhim,gue tau apa yang Lo rasain selama ini. Tapi bukan gini caranya"jelas Hans dengan nada tinggi
"Apa yang Lo maksud?Gue gak ngerti"balas Adhim sambil menatap Hans penuh tanda tanya
__ADS_1
"Jangan mencoba so polos"kata Hans kedua sudut bibirnya naik
"Gue bener gak ngerti Hans,Lo jangan keras kepala"jelas Adhim nadanya menaik
"Lo ada rasa kan sama Aqila?Kenapa Lo sakitin dia?"tanya Hans sambil menunjuk ke wajah Adhim
Adhim tidak merespon dia hanya diam dan menatap Hans tajam.
"Gue gak marah sama Lo Dhim. Gue cuman Lo gak mau ngerasain rasanya kehilangan cewe yang Lo sayang"jelas Hans as ambil memegang pundak Adhim
Massa lalu Hans cukup rumit,dia pernah jatuh cinta kepada seseorang,mereka saling mencintai,tapi ada orang ketiga di antara mereka,dan orang ketiga tersebut pernah mengungkapkan perasaannya kepada kekasih Hans,tapi di tolak. Akhirnya cewe itu memutuskan hubungan dengan Hans tanpa sebab. Ada orang yang berencana membunuh Hans,waktu itu Hans sedang berjalan dan di belakangnya ada mobil,mobil itu sempat menabrak Hans tapi Hans di selamatkan oleh mantan kekasihnya itu dan yang tertabrak malah wanita yang dicintainya bukan Hans. Wanita itu sempat kritis beberapa hari,tapi Tuhan berkehendak lain,Wanita itu meninggal dunia. Hal tersebut membuat Hans terpukul dan sempat bunuh diri tetapi teman dan keluarganya mencegah dan mencoba menenangkannya,Hans pun kembali ke kehidupan semula.
"Gue gak suka sama dia"bentak Adhim
"Gue ngerti,tapi gue udah ngasih tau Lo ya..."balas Hans
Tiba-tiba datang Hendrik,Aqila dan yang lainnya ke rooftoop.
"Ngapain Kelian ke sini?"tanya Adhim dingin
"Kita gak mau terjadi apa-apa sama kalian berdua"jelas Aqila
"Jangan sok peduli"ucap Adhim tegas
"Lo gak punya hati ya"sindir Hendrik sambil menatap tajam Adhim
"Jangan ikut campur"balas Adhim kesal
"Masalah Aqila masalah gue juga"kata Hendrik sambil menghampiri Adhim dan Hans
"Lo deketin Nadya cuman mau Aqila cemburu kan? Dan jauh-jauh dari Lo?Pengecut Lo"sindir Hendrik
Mendengar perkataan Hendrik Adhim marah dan mendaratkan pukulannya di sudut bibir Hendrik,membuat Hendrik terjatuh ke bawah,dia mencoba berdiri sambil menghapus darah yang ada di sudut bibirnya.
Sontak membuat semua yang ada di sana terpaku dan tidak bisa berbuat apa-apa. Hendrik mencoba membalas pukulan Adhim,tapi Aqila sudah di antara mereka berdua dan mencegahnya.
"Udah..udah..."teriak Aqila sambil memisahkan keduanya
"Qila gak mau kalau pertengkaran ini karena Qila"Aqila mencoba menjelaskan dan meneteskan air matanya.
"Kita pergi dari sini"suruh Adhim kepada Fatih dan Hans. Merekapun pergi dari rooftoop tanpa pamit dan meninggalkan semuanya
"Hendrik kamu gak papa?"tanya Aqila sambil menyentuh luka sembab di sudut bibirnya
"Gak papa,ini cuma luka kecil kok"balas Hendrik sambil tersenyum
"Kenapa Hendrik berbicara seperti itu tadi?Jadi gini kan jadinya"jelas Aqila sambil menangis
Gue akan ngelakuin apapun asalkan Lo bahagia La
gumam Hendrik dalam hati
Semuanya pergi dari rooftoop dan Aqila membawa Hendrik ke UKS untuk di obati.
.
.
__ADS_1
.
"Aku seperti terbang ke angkasa ketika kau melihatku. Ku harap angin akan memberitahumu betapa aku mencintai mu"