
"Jadi kamu nggak tau apa yang di bicarakan aku sama Aqila?"
"Nggak! Emangnya apa?" tanya Fatih yang masih menatap Siska bingung.
"Ng– nggak penting. Yang penting sekarang adalah, kenapa kamu ngajak aku ke sini?" tanya Siska mengubah topik pembicaraan.
"Kamu sama Lion udah pacaran berapa lama?" tanya Fatih menatap Siska dengan tatapan yang belum pernah Siska dapatkan dari Fatih. Begitu dingin! Itulah menutur Siska.
"Ma– maksud kamu apa?" tanya Siska sedikit gugup.
"Aku tau semuanya! Sekarang kamu jawab pertanyaan aku, sejak kapan kamu sama Lion pacaran?" tanya Fatih kembali.
"A– aku ... sama Lion–" Siska tidak melanjutkan perkataannya.
"Kenapa Fatih bisa tau semuanya?! Apa tadi dia denger perbincangan gue sama Aqila?" batin Siska yang tubuhnya seketika di penuhi keringat dingin.
"Aku sama Lion nggak ada apa-apa kok. Dia cuma sepupu aku yang udah lama banget gak ketemu," jawaban Siska meyakinkan Fatih.
"Kamu nggak bohong, kan?" tanya Fatih semakin menatap Siska lekat. Mengerikan! Itulah yang ada di pikiran Siska.
Fatih kemudian menjauhkan dirinya dari Siska dan berkata kembali.
"Hubungan kita cukup sampai sini aja," ucap Fatih yang membelakangi Siska.
Deg!
Rasanya seperti di tusuk berkali-kali oleh panah, rasanya sangat sakit!
"Ta– tapi kenapa?" tanya Siska yang kemudian meneteskan air matanya.
"Aku udah nggak pantes lagi untuk kamu miliki, mending hubungan kita cukup sampai sini aja. Semoga kamu dapat laki-laki yang lebih baik daripada aku," jelas Fatih yang meninggalkan Siska sendirian di sana.
"Kiren!" gumam Aqila yang masih mematung di tempat.
"Aqila?! Apa dia udah tau soal Adhim?" gumam Kiren yang menatap Aqila biasa saja.
"Aku perlu ngomong sama kamu sebentar. Ikut aku!" suruh Aqila yang mendahului melangkah menuju lorong yang sepi di lewati para siswa.
"Ada apa?" tanya Kiren yang masih dengan sikap tenang dan sok tidak terjadi apa-apa.
__ADS_1
"Aku udah tau semuanya!" jawaban Aqila yang kemudian mendongakkan kepalanya menatap langit-langit lorong tersebut.
"Aku ikhlas di gantikan sebagai Kiren dan kamu sebagai Aqila. Asal Adhim bahagia," ucap Aqila yang mencoba untuk tegar menghadapi masalah ini.
"Aqila ..." gumam Kiren menatap Aqila kagum.
"Apa lo marah?" tanya Kiren memastikan.
"Sedikit. Tapi aku nggak pernah sekalipun marah sama orang yang ada di sekitar aku, meskipun dia selalu jahatin aku," tutur Aqila yang membuat Kiren semakin mengagumi Aqila.
"Kamu jangan khawatir, aku akan baik-baik aja. Lagi pula, tiga bulan lagi aku akan tunangan jadi kamu bisa bersama Adhim semalanya," sambung Aqila sambil tersenyum ikhlas.
"Tunangan! Kok bisa sama kak Jio ya? Apa ini kebetulan aja?" gumam Kiren yang tampak sedang berpikir keras.
"Kamu kenapa?" tanya Aqila penasaran.
"Ah, gue gak papa kok. BTW nama lo Aqila Anastasya ya?" tanya Kiren memastikan. Aqila hanya mengangguk.
"Kalau gitu kamu harus tau apa yang aku sukai dan nggak aku sukai," kata Aqila tiba-tiba. Membuat Kiren menatap Aqila terheran-heran.
"Kita sekarang berganti peran, jadi kamu harus jadi Aqila yang sebenarnya di mana Adhim. Termasuk aku, aku juga akan menjadi Kiren yang di kenal semua orang sebelumnya."
"Aqila ternyata baik ya. Meskipun dia yang jadi tunangan kak Jio," Kiren membatin.
🍁🍁🍁
Bel pulang berbunyi dengan nyaringnya ke setiap sudut sekolah SMA Nusantara. Membuat semua siswa tidak sabar untuk pulang ke rumahnya masing-masing.
"Hubungan kita cukup sampai sini aja."
"Hubungan kita cukup sampai sini aja."
"Hubungan kita cukup sampai disini aja."
Perkataan tersebut terus mengiang di pikiran Siska sampai sekarang. Ia tidak menyangka kalau Fatih akan memutuskannya dengan cara yang seperti ini, tapi ini juga salahnya sendiri tidak menceritakan semua masalahnya kepada Fatih.
Siska berjalan lesu menuju lapangan yang luas dan tidak ada seorangpun di sana.
"Aku benci hidup ini! Aku benci!" teriak Siska yang suaranya bergema di sana.
__ADS_1
"Kenapa harus terjadi seperti ini! Apakah aku tidak pantas memiliki dia sebagai pasanganku?! Apakah aku tidak pantas? Kenapa! Kenapa!" Teriakkan nya semakin lama semakin menurun nadanya.
Akhirnya Siska pulang karena hari mulai gelap. Tapi saat Siska ingin mengendarai motor besarnya, seorang yang tidak ia kenal mengirim sebuah lokasi dimana tempatnya yang lumayan jauh dari arah sekolah. Tapi dekat dari tempat tinggal Siska.
Orang itu memberi kesan kembali, kalau Siska tidak ke sana, Fatih akan habis di tangannya. Akhirnya Siska menancapkan gas menuju tempat yang di tuju.
Tak perlu waktu lama, sepuluh menit Siska sudah sampai di tempat tersebut. Dan ternyata, itu tempat cafe dekat rumahnya yang Siska sering sekali berkunjung ke sana bersama Fatih.
Saat Siska berjalan masuk ke cafe tersebut, semua tampak gelap dan tidak ada satupun orang di sana. Siska pun memberanikan diri untuk masuk ke sana.
Suara cekutan pintu cafe tersebut jelas terdengar dan suaka masuk perlahan. Tiba-tiba semua lampu di nyalakan dan Siska menatap ke depan yang menyatakan bahwa 'Happy one year anniversary, girlfriend'.
"Anniversary?!" gumam Siska terkejut dengan kedua tangannya menutupi mulutnya dan air mata yang bercucuran.
"I love you soo much," ucap Fatih yang tengah bertekuk lutut di hadapan Siska sambil memberikan sebuket bunga di tangannya.
"I love you too." Siska langsung memeluk Fatih erat.
"Kamu suka?" tanya Fatih yang tengah memeluk Siska. Siska hanya mengangguk dan menangis terharu.
"Makasih!"
Keduanya melepaskan pelukannya dan Fatih berkata, "Janji. Kita akan bersama selamanya." Fatih mengacungkan jari kelingkingnya yang artinya mereka berjanji akan selalu bersama selamanya.
Siska pun dengan tidak ada rasa keraguan di dalam hatinya langsung membalas nya dan tersenyum senang.
"Jangan nangis lagi dong." Fatih dengan lembut mengusap air mata yang membekas di kedua pipi pacarnya itu. Siska pun tertawa kecil.
"Jadi kenapa kamu tadi mutusin aku?" tanya Siska kesal.
"Maaf, kalau aku nggak gitu kamu akan tau kalau aku nyiapin ini buat kamu. Tapi kamu senang, kan?" jelas Fatih.
"Aku sampai teriak-teriak di tengah lapangan sekolah sebab kamu mutusin aku! Tapi aku seneng sekarang, karena kamu nggak mutusin aku." Siska memeluk Fatih kembali.
"Pasti ini keputusan yang berat buat kamu, Sis. Tapi aku akan menunggu kamu jelasin sendiri semuanya!" batin Fatih.
Apa Fatih udah tau semuanya? Tapi dari mana dia tau itu?
Jangan lupa klik dulu fav yang ada di bawah ini, Tinggalkan like, Rate 5, dan juga vote dari kalian semua. Karena itu membuat author semakin semangat dalam membuat ceritanya.
__ADS_1
Sampai ketemu di episode selanjutnya 🤗.