
"Siska kok lama yah?"tanya Aqila heran
"Gue juga gak tau tuh. Kita samperin aja yu"ajak Rendi,keduanya berjalan ke luar
"Hay"kata Hendrik yang tiba-tiba datang dan membuat Aqila dan Rendi kaget
"Kirain apa"ucap Aqila sambil mengelus dadanya
"Mau ke mana?"tanya Hendrik
"Cari Siska"balas Aqila
"Baru aja aku liat Siska sama Fatih lagi jalan berdua di sana"jelas Hendrik sambil menunjukkan ke arah ketika dia datang
"Ekhem...tumben panggil aku"sindir Rendi kepada Hendrik
"Kan gue sama Aqila udah...."belum selesai Hendrik berbicara,Aqila menutup mulut Hendrik dengan tangannya
"Udah apa?"tanya Rendi kepo
"Pa..."belum sempat Hendrik berbicara tangannya sudah di tarik oleh Aqila
"Kita ke kantin aja yu"ajak Aqila sambil menarik tangan Hendrik agar menjauh dari Rendi
'Kenapa sih mereka?'
tanya Rendi di dalam hatinya
'Atau mungkin mereka pacaran?Ah gak mungkin,Aqila kan cinta banget sama Adhim. Gak mungkin lah Aqila nyerah gitu aja'
pikir Rendi
"Eh...gue juga mau ikut"teriak Rendi kepada Aqila yang sudah berada jauh di depannya
Ketika mereka berjalan menuju kantin,di tengah perjalanan mereka bertemu Adhim,Nadya dan yang lainnya.
"Mau ke kantin juga?"tanya Hans kepada Aqila
"Iya"jawab Aqila. Saat di depannya melihat Adhim,Aqila langsung melepaskan tangannya dari Hendrik dan menatap ke arah Adhim
"Dengar ya..sampai kapan pun Lo gak akan dapetin Adhim"bisik Nadya kepada Aqila
Aqila sempat terpaku dan terus menatap Adhim
"Heeey...."kata Hans sambil melambai-lambaikan tangannya di hadapan wajah Aqila,Aqila langsung tersadar dari lamunannya dan berjalan ke arah kantin di ikuti Rendi dan Hendrik di belakang
Mereka duduk di antara kerumunan siswa di kantin dan memesan makanan.
Seketika hening.....tidak ada perbincangan di antara mereka,hanya terdengar suara gemuruh siswa-siswi yang ada di sana
Semuanya menyantap makanan di hadapannya masing-masing,sementara Aqila hanya memain-mainkan makanannya dan melihat ke arah Adhim yang sedang menyantap makanannya dengan tatapan putus asa.
Hendrik yang sadar bahwa Aqila sedang menetap kearah Adhim bernapas panjang dan mengeluarkannya pelan.
__ADS_1
"Kok makanannya gak di makan?"tanya Hendrik memecah keheningan di antara mereka
"Nggak laper"jawab Aqila tidak bersemangat
"Bukannya kamu tadi yang ngajak aku dan Rendi ke kantin"balas Hendrik sambil menatap Aqila dengan sejuk
Aqila tidak membalas perkataan Hendrik dia terus memainkan makannya
"Aku suapin ya"Hendrik mengambil sendok di tangan Aqila dan menyuapinya. Tapi belum sempat Hendrik menyuapi Aqila,Aqila mencegah tangan Hendrik sambil berkata...
"Nggak papa,aku aja"Aqila merebut sendok dari Hendrik dan mulai memakan makanannya
Adhim dan Hans yang dari tadi memperhatikan Aqila dan Hendrik mulai bingung dan heran.
"Tumben panggil aku kamu. Jangan-jangan....Lo harus bergerak cepat bro"bisik Hans kepada Adhim,Adhim langsung menatap tajam ke arah Hans dan menatap ke arah Aqila dengan kesal
"Kok kamu malah diam?Aku suapin"Nadya mengambil mangkok dan sendok dan mulai menyuapi Adhim.
Tapi Adhim yang merasa tidak nyaman dengan suasananya langsung pergi tanpa pamit dari kantin tersebut.
"Adhim mau ke mana?"tanya Nadya nadanya naik beberapa oktaf
"Cari angin segar"balas Adhim dengan lantangnya
Hans yang dari tadi curiga kepada Aqila dan Hendrik langsung bertanya
"Apa yang kalian rahasiain dari kita?"
Keduanya tidak menjawab dan saling berpandangan. Hendrik yang sudah tau kalau Aqila ingin hubungan ini di rahasiakan dan Aqila berpikir kalau Hendrik agar hubungan ini di ketahui banyak orang,akhirnya mengemukakan pendapat masing-masing
"Kita apa?"tanya Hans yang semakin penasaran
"Kita pa..."belum sempat Aqila berbicara Hendrik langsung memotong perkataan Aqila "Pasti kalian heran kan kenapa gue sama Aqila panggil aku kamu?Kita udah sepakat kalau panggilan gue ke Aqila adalah kamu dan gue sendiri aku dan sebaliknya"jelas Hendrik dan Aqila langsung menatapnya bingung
'Kenapa harus di rahasiain?'
Aqila memberi isyarat dan Hendrik membalasnya dengan isyarat pula 'Udah gak papa'
"Oh...gitu. Gue tadi sempat heran sih dan berpikir kalau kalian pacaran,tapi gak mungkin lah,ya kan?Buktinya Aqila sukanya sama Adhim dan gue tau kalau dia gak akan nyerah gitu aja. Gue yakin itu"jelas Rendi
Setelah mendengar perkataan itu Aqila tersenyum terpaksa
Hendrik yang merasa sudah tidak ada kesempatan lagi buat dia ada di hati Aqila,berpikir kalau dia akan memutuskan hubungannya dengan Aqila,menurutnya ini adalah keputusan yang benar.Hendrik mencoba tidak memperlihatkan kekeceweannya dan berusaha agar tetap senyum.
Aqila yang tidak enak dengan Hendrik langsung memegang tangan Hendrik dan menguatkannya agar tidak berbuat yang tidak-tidak. Hendrik mengangguk dan tersenyum kepada Aqila dan Aqila membalas senyuman itu.
Selesai makan mereka kembali ke kelasnya masing-masing,Aqila membawa Hendrik ke lorong kelas yang di sana tidak banyak siswa yang lewat.
Hans yang masih curiga dengan keduanya langsung menarik tangan Rendi dan diam-diam mengikutinya dari belakang
"Lo mau bawa gue ke mana?"tanya Rendi dengan suara lantang
"Sstttt....nanti mereka tau kalau kita ngikutin mereka. Gue masih curiga sama mereka jangan-jangan mereka ngerahasiain hal yang besar"jelas Hans sambil berbisik
__ADS_1
"Lo bener juga,ya udah ayo"balas Rendi dengan semangatnya
Sesampainya di lorong.....
"Kenapa tadi gak jujur aja sama mereka kalau kita itu pacaran?"tanya Aqila bingung
Setelah Rendi dan Hans mendengar perkataan Aqila,mereka langsung kaget dan saling pandang.
"Aku nggak mau kalau kamu pacaran sama aku karena terpaksa. Aku sadar kalau kamu sebenarnya masih sayang sama Adhim kan?Aku ikhlas kok kalau kamu sama dia asalkan kamu bahagia"jelas Hendrik
"Qila udah bilang sama Adhim kalau Qila udah nyerah ngejar Adhim"balas Aqila
Hendrik langsung menatap Aqila dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Maksudnya?"tanya Hendrik sekali lagi
"Iya...waktu itu Aqila jalan sama Adhim dan di watuk itu juga Aqila bilang ke Adhim kalau Aqila udah nyerah untuk ngejar Adhim"jelas Aqila sambil menundukkan kepalanya karena tidak enak dengan Hendrik
"Kamu serius?"tanya Hendrik tidak percaya,Aqila mengangguk
Hendrik langsung memeluk Aqila dan sontak membuat Aqila kaget,Aqila mencoba melepaskan pelukannya tapi Hendrik memeluknya begitu erat
Rendi dan Hans yang dari tadi memperhatikan keduanya dari balik tembok langsung kehilangan keseimbangan dan bruukk...keduanya jatuh dan langsung berdiri karena takut ketahuan Aqila dan Hendrik
Hendrik langsung melepaskan pelukannya setelah mendengar suara ribut,Hendrik melihat ke arah asal suara,tapi tidak ada siapa-siapa. Akhirnya keduanya cepat-cepat pergi ke kelas masing-masing.
🍁🍁🍁
"Adhim harus tahu Sola ini"kata Hans
"Iya"balas Rendi,keduanya berlari menuju kelas Adhim
"Adhim....Adhim....Adhim..."kata Hans yang sudah berada di kelasnya dan dengan napas ngos-ngosan
"Lo harus soal ini bro"sambung Hans sambil memegang dadanya dan bernapas panjang
"Soal?"tanya Adhim tanpa melihat ke arah Hans sedikit pun dan terus melihat ke arah buku novel yang di pegang nya
"Soal Aqila bro"balas Hans,seketika Adhim menoleh kepada Hans
"Aqila?Emang urusannya sama gue apa?"tanya Adhim sambil kembali fokus pada buku novelnya itu
"Lo aja yang cerita"ucap Hans kepada Rendi
"Aqila dan Hendrik udah pacaran"Rendi menjelaskan kabar utamanya,Adhim langsung melihat Rendi dengan tatapan sinis
"Gue gak bohong tadi gue sama Hans denger sendiri kalau mereka pacaran"sambung Rendi
Adhim yang awalnya tidak percaya sekarang percaya,dan langsung pergi keluar untuk menenangkan diri.
.
.
__ADS_1
.
"Awalnya aku benci di cintai,namun kini malah aku yang mulai menaruh hati" ~Adhim Jihan~