Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT

Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT
Cemburu


__ADS_3

Keesokan paginya di kediaman Siska ....


"Siska pamit, Mah. Assalamu'alaikum." Siska menutup pintu depan rumah dan berjalan menyusuri gang kecil yang hanya cukup untuk satu motor.


"Pagi, Sayang," sapa seseorang dari belakang, Siska di buat kaget dan tidak langsung menolehnya.


"Pasti itu Fatih. Tapi ... kenapa suaranya kok beda ya?" Akhirnya Siska menoleh, ekspresi wajahnya seketika berubah 180° setelah melihat siapa yang ada di hadapannya.


Siska tidak berkata apapun dan hanya menatapnya penuh kebencian. Karena tidak mau berurusan dengannya lagi, Siska akhirnya pergi dengan muka kusut.


"Eh! Kok malah pergi?!" Lion menjalankan motornya perlahan hingga sampai di jalan raya.


Siska tidak mempedulikan adanya kehadiran Lion di sisinya, ia terus melihat kanan untuk menemukan angkutan umum untuk kendaraannya menuju sekolah. Tak lama setelahnya, angkutan umum berhenti di hadapan Siska dan Siska langsung masuk tanpa menghiraukan Lion sedikitpun.


Hal yang tak terduga muncul, Lion malah mengikuti Siska masuk ke dalam angkutan umum tersebut dan duduk di samping Siska.


"Kenapa sih lo harus ikut gue ke sini?!" bentak Siska, sontak semua yang berada di dalam angkutan umum tersebut melihat ke arah keduanya.


"Secara, kan. Lo sekarang udah jadi pacar gue, ya ... gue gak mau lo kenapa-napa," jelas Lion dengan penuh perhatian.


"Kalian ternyata pacaran? Anak muda jaman sekarang ... ya," ucap salah satu penumpang yang menatap keduanya iri.


"Iya."


"Nggak!" Keduanya menjawab berlawanan, sehingga membuat pusing penumpang tersebut.


"Jadi yang mana yang bener nih?" tanya penumpang tersebut kepo. Sampai-sampai, rasa keponya meronta sampai ke seluruh tubuh. 😆


"Kita ng–" Belum sempat Siska jelasin, tangan Lion membekam mulut Siska.


"Kita beneran pacaran kok, buktinya kita baru jadian," jelas Lion sambil tersenyum ramah. Setelah mendengar perkataan Lion Siska di buat malu sehingga pipinya berubah menjadi merah.


"Ih! Apaan sih ni orang! Gue kan jadi malu gimana kalau semua orang tau? Secara, gue udah punya pacar!" gerutu Siska menatap Lion tajam.


"Mbak nya jangan malu gitu, malah harus senang ... udah punya pacar ganteng, baik, perhatian. Kurang apalagi coba?" Penumpang itu malah membela Lion daripada Siska yang menjadi korbannya.


"Untung gue masih sabar, kalau nggak! Udah gue pukul kalian berdua habis-habisan!" ucap Siska kesal dan masih menatap Lion tajam.


"Jadian sama lo juga nggak!" sindir Siska dan langsung menatap ke arah jendela paling belakang.


"Udah kok," sahut Lion yang bersemangat.


"Kapan?" tanya Siska ketus.

__ADS_1


"Sekarang," jawab Lion seadanya. Siska semakin di buat geram dengan Lion, ia memilih turun terlebih dahulu karena sekolahnya sudah berada di depan mata.


"Kita ketemu lagi nanti pulang, oke!" teriak Lion dari dalam angkutan umum.


Siska tidak menghiraukan ucapan Lion, dia hanya ingin masuk dan segera bertemu dengan kekasihnya itu.


"Tadi siapa?" tanya Fatih, pertanyaannya membuat Siska terkejut bukan main.


"Ka– kamu? Kapan ada di sini?" tanya Siska yang pura-pura tidak terjadi apa-apa.


"Dari tadi," jawab Fatih ketus, tidak biasanya Fatih bersikap dingin kepada Siska.


"Kamu kenapa?" tanya Siska yang mengkhawatirkan Fatih.


"Kamu yang kenapa! Kenapa kamu gak pernah bilang sama aku soal cowok tadi?" tanya Fatih dengan nada tinggi.


"Kamu cemburu?" Siska terkekeh mendengar perkataan Fatih.


"Jelas lah! Kamu itu cuma punya aku seorang, nggak ada yang lain!" ucap Fatih sambil memegang kedua pundak Siska.


"Ya bagus," sahut Siska sambil tersenyum senang.


"Maksudnya?" tanya Fatih bingung dan melepaskan genggaman tangannya.


"Jadi cowok itu siapa?" tanya Fatih, nadanya turun beberapa oktaf.


"Itu cuma temen, dia selalu gitu. Aku sih gak peduli," jawab Siska meyakinkan Fatih. Fatih akhirnya mempercayai Siska dan menggandeng tangannya menuju kelasnya.


"Pacaran mulu, hargai yang jomblo dong," sindir Rendi yang mendahului langkah keduanya.


"Yeee! Iri aja lo!" pekik Fatih sambil menjulurkan lidahnya dan mempererat genggamannya.


"Eh iya. Kenapa lo sekarang jarang kelihatan di sekolah? Adit juga sama. Kalian ke mana aja sih?" tanya Fatih penasaran, saking penasarannya sampai-sampai Siska di cuekin gitu aja.


"Dih! Di cuekin gitu aja!" gumam Siska kesal dan dengan cepat berlahan menuju kelasnya.


"Gue ada urusan bisnis keluarga. Kalau Adit katanya ...." Rendi tidak melanjutkan perkataannya.


"Adit kenapa?" tanya Fatih yang semakin penasaran.


"Apa gue kasih tau aja Fatih soal penyakit yang di derita Adit? Tapi gue udah janji gak akan salih tau ke siapapun itu orangnya," batin Rendi, ia masih mencemaskan keadaan Adit saat ini yang sedang terbaring di rumah sakit.


"Gue lupa," jawab Rendi sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


"Yaelah. Kirain tahu!" Fatih langsung ngambek dak menoleh ke arah belakang, tidak ada keberadaan Siska di sana.


"Lah?! Siska kemana?" Fatih mulai heran dan tidak menyadari kalau Siska mungkin sekarang sudah berada di dalam kelasnya.


🍁🍁🍁


Jam pelajaran pun sudah berakhir dan waktunya untuk semua murid pulang ke habitatnya masing-masing. Maksudnya ke rumahnya masing-masing .... 😅


Terlihat masih ramai oleh siswa, Jio berlari menerobos kerumunan itu menuju kelas Adhea (Aqila).


Dia mendapatkan informasi kalau di sekolah ini ada orang uang mirip sekali dengan wajah Aqila, dan Jio langsung menuju ke sana.


Saat sampai di sana, ternyata kelas tersebut belum buat dan Jio harus menunggu beberapa menit di depan kelas tersebut.


"Lo yang waktu itu, kan?" tanya Rendi kepada Jio.


"Lo siapa?" tanya Jio, ia tidak mengenal Rendi sama sekali.


"Gue sahabatnya Aqila." Rendi mengulurkan tangannya, tapi tidak di pedulikan oleh Jio.


"Lo mau apa ke sini?" tanya Fatih yang juga berada di sana bersama Rendi.


"Gue ada urusan penting sama Aqila," jawab Jio dan membuat Rendi dan Fatih penasaran.


"Di liat dari mukanya, ni orang jujur deh," ucap Fatih dalam hati sambil menatap Jio menyelidik.


Tak berlangsung lama, akhirnya kelas di bubarkan dan semua Siska keluar.


"Aqila!" Jio langsung menarik tangan Adhea (Aqila).


"Apaan si Jio?!" Adhea (Aqila) langsung menepis tangan Jio.


"Bener, kan?! Lo sebenarnya Aqila. Bukan Adhea!" kata Jio yang memegang tangan Adhea (Aqila) lebih kuat.


"Lepasin! Gue gak kenal sama lo!" Adhea (Aqila) berusaha melepaskan tangannya,tapi tidak bisa.


"Lo harus dengerin gue!" bentak Jio dan mulai serius menatap Adhea (Aqila).


"Lo jangan gitu sama cewek!" Rendi mendorong tubuh Jio.


"Udah! Biar dia cerita," cegah Adhea (Aqila) dan mempersilahkan Jio untuk bicara.


"Nyokap lo! Nyokap lo, La!" Jio mulai menjelaskan.

__ADS_1


"Mamah, kenapa?" gumam Aqila yang mulai khawatir (Sebutannya berubah manjadi Aqila kembali)


__ADS_2