Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT

Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT
Identitas Aditya Pratama


__ADS_3

Teeett ... teeett .... Suara klakson motor membuyarkan lamunan Adhim.


"Mas, di depan udah kosong. Jangan diem aja, jalan dong!" teriak pengendara motor di belakang dengan kesalnya.


"Iya, Pak maaf." Adhim langsung melajukan motornya dengan cepat.


Ketika sudah sampai di parkiran, Adhim melihat Adit dan Aqila keluar dari dalam mobil.


"Kamu sekolah di sini juga?" tanya Aqila yang melihat Adit keluar dari mobilnya.


"Iya, emangnya kenapa? Gak boleh ya?" tanya Adit kembali, sekaligus terheran-heran.


"Nggak gitu. Aqila cuma gak pernah liat Adit ada di sekolah ini," sahut Aqila yang merasa tidak enak atas pertanyaannya tadi.


"Gue baru masuk sekolah kemarin. Jadi gak sempat kenalan sama siswa yang lainnya. Yaudah masuk yu," jelas Adit dan tanpa berpikir panjang, ia menarik tangan Aqila menuju koridor kelas.


Aqila tidak nyaman dengan perlakuan Adit kepadanya, akhir nya dia memberanikan diri untuk berbicara, "Adit. Bisa gak, gak usah pegang-pegang tangan Aqila?"


"Emang kenapa? Lo gak nyaman ya deket gue? Ya udah gue akan ngejatuhin lo dari sekarang." Adit kecewa dengan perkataan Aqila tadi, ia melepas genggamannya dengan kasar dan berjalan cepat menuju kelasnya.


"Bukan gitu. Adit! Dengerin penjelasan Aqila dulu," teriak Aqila, tetapi tidak ada respon dari Adit.


'Kenapa tu orang marah sama Aqila? Harusnya dia ngerti kalau Aqila gak nyaman, kan? Awas aja lo Adit, kalau lo coba deketin Aqila, gue gak akan tinggal diam!' batin Adhim. Ia pun menghampiri Aqila yang masih terpaku melihat Adit berjalan menjauhinya.


"Aqila." Adhim menepuk pundak sebelah kiri Aqila.


"Hah! Eh, Adhim. Kamu kapan ke sini?" tanya Aqila perhatian.


"Tadi, gak lama setelah kamu datang," balas Adhim dan kemudian berjalan bersama Aqila.


"Kalau gitu, Adhim liat Aqila bareng sama Adit?" tanya Aqila sekali lagi. Aqila harap tidak.


"Iya liat, bahkan pas gandengan tangan juga liat," sindir Adhim sambil melihat Aqila kecewa.


"Kenapa lo bareng sama tu cowo? Dia bukan cowo baik buat lo, La," jelas Adhim. Aqila sempat tidak bisa menjawab pertanyaan Adhim.


"Adhim cemburu ya?" dengan refleks pertanyaan itu keluar dari mulut Aqila.

__ADS_1


"I—. Siapa bilang gue cemburu? Suka sama Lo juga nggak, gr banget," tukas Adhim, hampir saja Adhim keceplosan.


"Iya, Aqila juga tau kok." jawab Aqila, dari raut wajahnya menunjukkan kalau Aqila kecewa dengan jawaban Adhim.


Merekapun berpisah saat Adhim sudah memasuki kelasnya terlebih dahulu.


šŸšŸšŸ


"Hai, Aqila," sapa Adit dari depan pintu kelas Aqila. Suasana hari ini sedang istirahat dan Aqila berencana pergi ke perpustakaan mencari buku untuk tugasnya.


"Lo kenal sama dia, La? Dia anak siswa di sini juga? Kok gue belum pernah liat dia ada di sekolah ini." Siska bertanya berkali-kali, dipikirannya hanya penuh tanda tanya.


"Kenal, dia namanya Aditiya Pratama. Katanya sih, baru pindah kemarin," jawab Aqila sambil berbisik kepada Siska.


Rendi yang juga ada di sana bersama Siska dan Aqila, mendengar semua percakapan antara mereka berdua.


"Kalau dia baru kemarin pindah, kenapa rasanya lo sama Adit udah deket banget?" tanya Siska bingung. Tak biasanya Aqila jika ada orang baru bisa langsung sedekat ini.


"Qila juga gak tau, Adit yang duluan deketin Aqila. Malahan pas Qila mau berangkat sekolah tadi pagi, dia udah ada di depan rumah Aqila. Qila juga heran." Aqila menjelaskan kembali kejadian tadi pagi kepada Siska.


"Bisa gitu, ya?" sahut Siska sambil tertawa kecil.


"Atau jangan-jangan ... kalian bisikin gue ya? Karena ketampanan gue ini gak ada duanya," sambung Adit dengan prrcaya dirinya.


"Dih, sorry ya. Lo bukan level gue," pekik Siska sambil menatap heran Adit dari ujung kepala sampai ujung kaki.


"Siapa yang nanya sama lo. Gue nanya sama Aqila. Ya, kan Aqila?" ucap Adit, berharap Aqila mengiyakan perkataannya.


"Gue duluan ke kantin ya. Soalnya udah laper banget nih. Bye." Tanpa basa basi, Rendi berjalan meninggalkan ketiganya menuju kantin.


"Udah jangan berantem! Katanya mau ke perpustakaan. Ya udah ayo. Adit, Qila sama Siska mau ke perpustakaan dulu, kalau mau ngajak ke kantin, lain kali aja ya." Aqila langsung menarik tangan Siska pergi dari hadapan Adit, menuju ke perpustakaan.


"Eh tunggu! Siapa yang bilang mau ngajak ke kantin, gue mau ngajak ke perpustakaan kok, kebetulan ada yang harus gue cari di sana," jelas Adit yang sudah tepat berada di hadapan Aqila dan Siska.


"Ya udah, kalau gitu kita ke perpustakaan sekarang juga," sahut Aqila dan berjalan bersama keduanya.


"Lo mau kemana?" tanya Adhim yang tiba-tiba datang dari arah samping.

__ADS_1


"Mau ke perpustakaan," jawab Aqila seadanya.


"Oh iya, kalian belum kenalan ya? Ya udah, Qila bakal kenalin kalian sama Adit. Adit ini Adhim, Hans sama Fatih. Adhim, Hans, Fatih, ini Aditya Pratama murid baru di sini." Aqila kemudian memperkenalkan Adhim dengan Adit massa lalunya.


"Bukannya tu Adit yang songong itu? Kok bisa di sini? Terus jalan sama Aqila dan Siska lagi," bisik Fatih bingung. Adhim tidak menghiraukan perkataan dari Fatih, dia terus menatap Adit dengan tatapan tajamnya.


"Kenapa kalian semua diam? Apa kalian udah saling kenal?" tanya Siska penasaran.


"Ya, kita udah kenal sama dia. Bahkan kenal lama," balas Hans tanpa menoleh ke arah Siska sedikitpun.


"Sebenarnya ada apa sih diantara kalian semua?" tanya Aqila dengan lantangnya.


"Aqila, ikut gue!" Tiba-tiba Adhim menarik tangan Aqila menjauh dari mereka.


"Tapi, mau kemana?" tanya Aqila yang mencoba melepas genggaman tangan Adhim.


"Udah iku aja!" tukas Adhim dengan sedikit kesal.


"Mereka mau kemana?" tanya Adit kepada ketiganya.


"Mungkin pacaran," balas Hans ketus.


"Pacaran!" Adit sontak kaget mendengar perkataan Hans tadi.


"Santai aja kali. Kenapa cemburu?" tanya Fatih sambil melihatnya sinis.


"Udah, jadi gak nih ke perpustakaan?"


"Gak jadi, gue mau ke kantin aja." Tanpa pamit, Adit berjalan meninggalkan ketiganya.


"Sayang .... Kamu jangan deket-deket sama dia, nanti aku cemburu," ucap Fatih sambil melihat Siska sendu. Siska menganggukkan kepalanya mantap.


Dari awal, Author belum kasih tau identitas Aditya ya? Sekarang Author mau cerita sedikit tentang Aditya Pratama.


Aditia Pratama adalah anak dari Wijaya Putra Pertama dan Fadilla Novita. Ayah nya mempunyai perusahaan dimana-mana, tapi takdir berkata lain, ayahnya meninggal saat Aditya melanjutkan pendidikannya di London. Sekarang yang mengurus perusahaan ayahnya adalah Aditya bersama kakaknya yaitu Regina Yulianti. Aditya berumur 17 tahun, sama seperti Adhim. Dia pindah ke sekolah SMA Nusantara, karena perusahaan yang di pimpinnya berada di indonesia salah satunya tak jauh dari tempat tinggal Aqila.


Mau tau kelanjutannya? Tunggu di chapter selanjutnya. Jangan lupa like, komen, saran dan vote juga.

__ADS_1


Untuk para Readers terima kasih udah mampir, dukungannya dan setia membaca di novel ini.


__ADS_2