
Selesai makan Siska semakin khawatir terjadi apa apa sama Aqila akhirnya dia memutuskan untuk mencari Aqila ke hutan,tapi di cegah oleh Adhim karena di hutan terlalu berbahaya.
"Biar gue aja yang cari Aqila,selagi pergi jangan ada yang tau kelompok lain termasuk guru,,,,kalau gue gak balik ke perkemahan jam 8 malem Lo boleh cari bantuan oke"jelas Adhim dengan membawa peralatan keselamatan
"Gue ikut"ucap Fatih menepuk salah satu bahu Adhim
"Lo di sini aja biar gue sendiri yang cari Aqila"tolak Adhim dan siap untuk berangkat
"Men gue sahabat Lo bukan musuh Lo jadi ijinin gue temenin Lo oke"Fatih kekeh mau ikut mencari Aqila
"Sebab itu Lo sahabat gue,gue gak mau Lo kenapa napa. Ini udah tugas gue nyari Aqila"jelas Adhim dan Fatih hanya menurutinya
🍁🍁🍁
Aqila terus berjalan mencari perkemahan maupun tempat pemukiman warga. Tetapi dia malah masuk lebih dalam ke hutan.
"Aqila di mana?"tanya Aqila takut karena harus sudah semakin gelap
Aqila yang kebingungan dan ketakutan di tengah tengah hutan kemudian mengambil ponselnya dan mencoba menelepon Siska.
"Yah,,,gak ada sinyal lagi"keluh Aqila dan menyimpan ponselnya di saku celananya
"Qila pasti ada di tengah hutan,,,apa Qila ikutin jalan yang tadi Qila lewati aja ya?Iya bener kenapa gak kepikiran dari tadi yah"ucap Aqila dan langsung menelusuri jalan yang tadi dia lewati,tapi saat dia menghadap ke belakang ada 2 jalur.
"Tadi Qila lewat mana ya?"Aqila kebingungan dan akhirnya memilih jalan sebelah kanan Aqila
"Ya Allah tolong Aqila menemukan jalan ke perkemahan,,,Aqila takut ya Allah"Aqila memohon dan mulai berjalan
Di tengah jalan Aqila mendengar sesuatu,karena dia pikir di hutan ini ada hewan buas Aqila pun berlari sekuat tenaga,tapi di saat dia lari,,,,
Bruukk,,,,,Aqila terjatuh dan kakinya terluka.
Akhirnya dia berhenti di sebuah pohon yang cukup besar.
Hari semakin gelap tapi Aqila tidak juga menemukan tempat perkemahan ataupun permukiman warga.
"Sakit,,,hiks,,,,hiks,,,,hiks,,,"Aqila menangis sambil menahan sakit
Aqila tidak pantang menyerah dia berdiri dan berjalan pelan sambil membawa kayu bakar yang sudah di kumpulkan nya tadi.
Dia tidak kuat menahan sakit di kakinya itu dan akhirnya dia tidak melanjutkan jalannya.
__ADS_1
🍁🍁🍁
Adhim terus mencari Aqila hingga ke tengah hutan,dia memberi tanda di pohon agar bisa pulang ke perkemahan.
"Aqila Lo di mana?Aqila,,,,"teriak Adhim sambil melihat sekeliling
Hari semakin gelap tapi Adhim tidak juga menemukan Aqila,dia hampir menyerah untuk mencari Aqila tapi dia berpikir bahwa Aqila hilang gara gara dia.
"Aqila Lo di mana?Maafin gue,,,,Aqila,,,,andai Lo ada di sini. Gue minta maaf,,,Aqila,,,,"Adhim kembali teriak dan semoga Aqila mendengar teriakannya itu
"Aqila,,,,"teriak Adhim sekencang kencangnya
Adhim khawatir terjadi apa apa sama Aqila,dia tidak menyerah dan terus mencari Aqila ke dalam hutan
🍁🍁🍁
"Sis,Lo ke Napa?"tanya Hans yang tiba tiba datang dan melihat Siska dengan bingung
"Eh,,,Hans nggak kok,,,,gak kenapa napa"balas Siska agak gugup. Perkataan Siska tadi membuat Hans semakin penasaran sepertinya terjadi sesuatu di antara mereka
"Kalian kenapa pada bengong?Ada apa?Jawab!"tanya Hans dengan nada lebih tinggi dari sebelumnya
"Adhim sama Aqila?"Siska nanya balik "Mereka ada kok,tapi nggak di sini"Siska beralasan.
Hans semakin geram dengan tingkah laku temannya itu lalu dia bertanya kepada Fatih,,,
"Tih,,,Adhim mana?"tanya Hans pelan sambil menepuk bahu Fatih keras
"Sakit tau"Fatih membalas tepukan tersebut lebih keras
"Salah Lo sendiri gak jawab pertanyaan gue"balas Hans sambil memegang pundaknya yang di pukul oleh Fatih tadi
"Kalian kenapa sih?Apa terjadi sesuatu sama Adhim?kalian punya mulut gak sih?gue sahabatnya Adhim,gue berhak tau di mana dia"jelas Hans yang dari tadi sudah geram melihat mereka
"Tih gue sahabat Lo,Lo gak mau cerita sama gue?"tanya Hans tapi Fatih tidak menjawabnya
Melihat Fatih tidak menjawab pertanyaannya itu Hans pun berjalan ke tenda Adhim untuk mencarinya. Saat Hans di tenda dia tidak menemukan keberadaan Adhim.
Dan akhirnya Hans mencari ke tenda Aqila tapi tidak menemukan Adhim di sana. Hans pun berjalan menghampiri Fatih dan duduk di sampingnya.
"Gue udah cari Adhim ke tendanya tapi gak,di tenda Aqila pun gak ada. Sebenarnya kemana Adhim?"tanya Hans ingin tau
__ADS_1
Fatih memberi isyarat kepada Siska dan Siska mengerti apa yang di pikirkan oleh Fatih,dan akhirnya Siak mulai berbicara,,,,
"Adhim,,,,,Aqila,,,,mereka,,,,"kata Siska yang bingung harus ngomong yang sebenarnya atau tidak
"Adhim,,,Aqila mereka kenapa?"tanya Hans kepo
"Mereka pergi ke hutan"Siska menjelaskan sedikit tentang keberadaan Adhim dan Aqila
"Di hutan?Ngapain mereka di sana?"tanya Hans kembali dan Siska menjawab,,,,
"Ceritanya gini,,,tapi itu persediaan kayu bakar hampir habis akhirnya Aqila yang mencari kayu bakar itu ke hutan,,,"Siska mulai menjelaskan kejadian tadi
"Setelah selesai makan Aqila belum juga balik ke perkemahan dan akhirnya Adhim yang cari Aqila di hutan,,,karena dia pikir Aqila hilang karena dia. Dan Adhim berpesan di saat gue nyariin Aqila gak boleh ada orang yang tau hal ini termasuk guru tapi,,,,,"
"kalau dia gak balik ke perkemahan jam 8 malam dia nyuruh gue cari bantuan. Dan sampai sekarang Adhim sama Aqila belum juga balik kita khawatir terjadi apa apa sama mereka"jelas Siska panjang lebar,,,Siska pun meneteskan air mata
"Kenapa kalian baru bilang ini ke gue?"tanya Hans bingung
"Karena kita udah janji sama Adhim kalau gak boleh ada orang yang tau soal ini"balas Siska
"Gue akan laporin ini ke panitia"ucap Hans yang langsung berdiri tapi tangan Hans di pegang oleh Fatih
"Lo jangan ceroboh,Hans!"bentak Siska
Hans pun duduk kembali dan berpikir keras
"Kita tunggu Adhim sampai jam 8 malam kalau dia gak balik kita lapor ke panitia. Kalau dia balik sebelum jam 8 semua akan baik baik aja"jelas Siska agar Hans tidak bertindak ceroboh
Terdengar adzan berkumandang mereka bersiap siapa sholat Maghrib berjamaah.
🍁🍁🍁
"Tolong,,,,,tolong,,,,"teriak Aqila lirih,,,hiks,,,,hiks,,,hiks,,,. Aqila terus menangis tidak tahan menahan sakit di kakinya
"Tolong,,,,tolong,,,hiks,,,hiks,,,"teriaknya sambil menangis
"Aqila,,,,Lo di mana,,,Aqila,,,"teriak adhim dengan memegang senter
Aqila yang sudah tak kuat menahan sakit akhirnya dia melihat seberapa besar lukanya. Waktu dia buka ternyata lukanya cukup parah dan ada luka robek.
"Aku nggak mungkin begini terus,melepas kepergian mu,tanpa tau kapan kamu akan kembali dan apakah kamu mau kembali"
__ADS_1