Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT

Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT
Mencoba Mencintai Dan Melupakan


__ADS_3

Sudah 4 hari Hendrik dan Aqila menjalin hubungan,mereka saling berkomunikasi di handphone masing-masing karena Aqila tidak sekolah kadang juga Hendrik mengajak Aqila untuk pergi ke suatu tempat. Sejauh ini hubungan mereka belum di ketahui siapapun kecuali keluarganya masing-masing.


Sedikit soal perasaan Aqila


Meskipun sudah beberapa hari ini Aqila tidak bertemu dan berkomunikasi dengan Adhim,tapi dia terus memikirkannya,dengan seiringnya waktu perasaan Aqila terhadap Adhim bukan semakin mengurang tapi malah menjadi menambah. Tapi di sisi lain Aqila juga berpikir kalau dia sudah mempunyai pacar yaitu Hendrik,Aqila berusaha mencoba mencintai Hendrik. Dia tidak mau menyakiti hati Hendrik hanya gara-gara Aqila masih memikirkan Adhim.


Pagi ini mentari kembali memunculkan diri dari tempat persembunyiannya. Hari ini Aqila beraktivitas seperti semula,dia sebenarnya belum di perbolehkan untuk sekolah tapi Aqila tetap bersikeras ingin sekolah.


"Selamat pagi"sapa Aqila kepada keluarganya yang sudah berada di meja makan


"Pagi"balas ayah dan nenek Aqila


"Mamah mana pah?"tanya Aqila sambil duduk di sebelah neneknya


"Masih di dapur"balas Saddam yang sedang memegang roti di tangannya


"Beberapa hari ini papa akan pergi lagi ke luar kota,kamu jaga mamah sama nenek ya"jelas Saddam sambil menyantap rotinya


"Siap pah"jawab Aqila yang sedang mengolesi roti dengan selai


Aqila melihat handphone nya ternyata ada notifikasi dari Hendrik kalau pagi ini dia akan menjemputnya.


Nenek Aqila yang melihat sekilas ke arah handphone Aqila melihat Aqila sedang membalas notifikasi dari Hendrik.


"Kamu beneran sayang sama dia?"bisik nenek Aqila


"Ih nenek,Qila beneran sayang sama Hendrik"balas Aqila sambil menjauhkan hp nya dari neneknya


Tak lama kemudian ada notifikasi dari Hendrik kalau dia udah sampai di depan rumah Aqila


"Hmmm...Aqila jalan sekarang soalnya Hendrik udah di depan"kata Aqila sambil menyalami ayah dan neneknya,tak lupa Aqila ke dapur untuk berpamitan kepada ibunya


"Kamu nggak bawa mobil?"tanya Aqila yang tidak melihat mobil Hendrik di halaman depan rumahnya


"Kali ini aku bawa motor,bosen naik mobil terus. Kali-kali naik motor,iya gak?"jelas Hendrik sambil nyengir


"Oh gitu...mobil aja udah bosen,apa nanti Qila jadi sama seperti mobil juga?"Aqila keceplosan dan langsung menutup mulutnya dengan tangannya


Hendrik tersenyum setelah mendengar itu,dia mendekat ke arah Aqila sambil memegang kedua tangannya sambil berkata,,,,,


"Mana mungkin aku bosen sama kamu,itu nggak akan mungkin. Kamu ini"kata Hendrik sambil mencubit pipi Aqila pelan


"Ih...kita jalan sekarang aja"Aqila melepas tangan Hendrik dari pipinya dan berjalan ke arah motor Hendrik


Dengan menggunakan motor Hendrik lebih cepat sampai sekolah daripada menggunakan mobil.


Sesampainya di parkiran,semua orang yang ada di sana melihat ke arah mereka berdua. Mereka masih berpikir kalau Aqila suka sama Adhim tapi dia malah jalan sama Hendrik.


"Tu cewe genit banget. Udah deketin Adhim,sekarang malah jalan sama Hendrik"kata Nency kesal

__ADS_1


"Iya gak ada kapok-kapoknya"balas Sarah yang juga ada di sana


"Kalau Nadya tau soal ini pasti dia seneng banget"sambung Sarah sambil tersenyum sendiri


"Ya Nadya senang,lah gue?Sakit Sar"kata Nency sambil melihat Aqila tajam


"Ya udah lah masih banyak cowo di dunia ini,bukan cuman Hendrik aja. Kita ke kelas aja yu"jelas Sarah dan menarik tangan Nency menuju kelasnya


Hendrik dan Aqila berjalan menelusuri lorong-lorong kelas,setelah sampai di depan kelas Aqila Hendrik memegang tangan Aqila dan berpamitan menuju kelasnya.


Siska dan Rendi yang melihat dari dalam kelas,heran dan bingung kenapa Hendrik memegang tangan Aqila seperti itu.


"Tadi Hendrik ngapain La?"tanya Siska penasaran


"Cuma memegang tangan Qila aja kok"balas Aqila sambil tersenyum


Siska dan Rendi saling berpandangan. Mereka belum tahu kalau Aqila dan Hendrik resmi berpacaran.


"Adhim gimana La?"tanya Rendi mengubah topik pembicaraan


"Ya...nggak papa"jawab Aqila seadanya


"Lo nggak sepertinya,apa Lo sakit?"Siska menyentuh kening Aqila memastikan apa Aqila sakit atau tidak


"Qila gak sakit kok tenang aja"balas Aqila


Siska masih penasaran apa yang sebenarnya terjadi,karena tidak biasanya Aqila bersikap seperti ini.


🍁🍁🍁


"Berisik woy"balas salah satu Siswa yang ada di dalam kelas


"Diem Lo. Liat Nadya gak?"tanya Sarah kepada salah satu teman sekelasnya


"Tadi gue liat ada di kelas Adhim"jawab siswa tersebut


Akhirnya Sarah dan Nency berlari menuju kelas Adhim yang berada di lantai bawah


Sarah memasuki kelas Adhim dan menarik tangan Nadya.


"Ada apa sih?"tanya Nadya kesal


"Gue ada berita penting buat Lo"balas Sarah dengan napas ngos-ngosan


"Berita apa?"tanya Nadya penasaran seketika kekesalannya seketika menghilang


Sarah menceritakan kejadian yang dilihatnya tadi di parkiran dan saat Nadya mendengar itu dia sangat senang.


"Bagus,jadi gue bisa deketin Adhim kapan aja"kata Nadya,kedua sudut bibirnya naik

__ADS_1


"Lo jangan senang dulu,gimana yang kita ceritain itu gak bener,ya... mungkin mereka jalan bareng karena ketemu di jalan kali"jelas Sarah


"Lo bener juga,tumben Lo pinter"balas Nadya sambil melihat Sarah


"Sarah gitu loh..."ucap Sarah sambil mengibaskan rambutnya


"Kita harus nyusun rencana"kata Nadya sambil berjalan menuju kelasnya di ikuti Sarah dan Nency di belakang


"Dhim,itu mereka pada ngomongin apa sih?"tanya Hans kepo


"Mana gue tau"balas Adhim dingin


Tak lama kemudian bel masuk berbunyi siswa yang berada di luar masuk ke dalam kelasnya masing-masing.


🍁🍁🍁


"Lo mau kemana?"tanya Hans kepada Fatih


"Mau ketemu bebep Siska lah"jawab Fatih,menghentikan jalannya


"Fatih punya Siska Adhim punya Aqila,lah gue?Punya siapa?"kata Hans yang menceritakan nasib malangnya


"Gue gak suka sama Aqila"Adhim menatap Hans tajam


"Udah lah Dhim,mending Aqila buat gue aja dari pada di sakitin Lo Mulu"balas Hans seketika Adhim melihat Hans dengan kesal


"Natapnya jangan gitu juga kali"sindir Hans


"Gue pergi dulu ya"pamit Fatih dan kemudian keluar dari kelasnya dan berjalan menuju kelas Siska


"Sis,dicariin Fatih tuh"teriak salah satu teman sekelas Siska


"Bentar ya"Siska langsung berdiri dan berjalan menuju pintu depan kelasnya


"Saat kenaikan kelas nanti gue balik ke London lagi"jelas Rendi kepada Aqila


"Kenapa balik lagi?"tanya Aqila penuh tanda tanya


"Ngapain juga gue di sini,niat gue ke sini awalnya untuk Nadya,tapi sekarang Nadya jadi berubah La. Dia dulu bukan gitu orangnya. Lagi pula rumah gue di London,gue di sini cuman nginep di sodara gue"jelas Rendi


"Qila turut prihatin atas kak Nadya Qila juga tau kalau kak Nadya itu sebenernya baik kok,tapi cuman kebawa sama situasi aja"Aqila mencoba merasakan apa yang dirasakan Rendi saat ini


"Makasih ya,La Lo dan Siska emang temen baik gue"balas Rendi


.


.


.

__ADS_1


"Jangan menginginkan persahabatan orang yang tidak menginginkannya darimu" ~Ali Bin Abi Thalib~


__ADS_2