Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT

Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT
Pasangan Baru


__ADS_3

Sudah 4 hari Aqila menjauhi Adhim,dia pikir bisa move on dari Adhim tapi kenyataannya tidak. Di pikiran Aqila selalu Adhim dan Adhim.


"Siska apakah Qila nyerah aja ya?"tanya Aqila sambil menghadap ke arah Siska Rendi juga ada bersama mereka


"Nyerah ngejar Adhim?"tanya Siska sambil memainkan handphone nya


"Iya"jawab Aqila singkat


"Jadi selama ini Aqila suka sama Adhim?"tanya Rendi kepo


Siska menyimpan hp nya dan membalas perkataan Rendi "Iya,dia berjuang dengan sekuat tenaga. Eh bukan sekuat tenaga sekuat hatinya"jelas Siska


"Kenapa Lo ngejar orang yang sama sekali gak nganggap Lo ada?"Rendi bertanya heran


"Qila pikir Adhim bakal suka sama Qila"jawab Aqila


"Mending Lo sama gue aja"kata Rendi


Siska tertawa dan berkata,,,,


"Lo bisa aja bercanda Ren"


Rendi hanya diam mendengar kata Siska dan menatap Aqila dan Aqila pun menatap Rendi.


"Udah-udah kita jalan-jalan sekitar sekolah aja yuk,Qila bosen di sini"jelas Aqila mereka mengangguk


"Aaww,,,"Siska nabrak seseorang sambil meringis kesakitan


"Eh maaf-maaf"ucap orang yang di tabrak Siska sambil membantunya berdiri


"Kalau jalan tuh li,,,"Siska tidak menyelesaikan perkataannya saat melihat Fatih yang di tabraknya


"Fatih?"ucap Siska heran


"Ngapain Lo ke sini?"tanya Siska kembali


"Gu...gue...gue...mau..."ucap Fatih gugup. Aqila sudah tau apa tujuan Fatih datang ke sini


"Kali gitu Qila sama Rendi ke sana dulu ya"kata Aqila sambil menarik tangan Rendi


"Eh Aqila..."teriak Siska dan Siska menyusul Aqila,tapi belum sempat Siska mengejar Aqila Fatih sudah memegang pergelangan tangan Siska


"Lo ngapain megang tangan gue"kata Siska bingung


"Gue mau bicara sama Lo penting"ucap Fatih serius


"Iya nanti juga bisa kan?"Siska sepertinya sedang terburu-buru


"Gue maunya sekarang,plis"Fatih memohon dan Siska mengangguk


Mereka berjalan ke halaman belakang,di halaman belakang cukup sepi dan cocok untuk Fatih mengbrol dengan Siska. Mereka duduk di salah satu bangku di sana dan beberapa menit hening,,,


"Katanya Lo mau ngomong sama gue penting,kenapa sekarang malah diem?"kata Siska memecahkan keheningan itu


"Kalau belum siap ya udah bisa nanti,gue mau nyusulin Aqila dulu"sambung Siska


Fatih mencegah Siska dan mulai berbicara,,,


"Sebenarnya gue...."


"Lo mau ngomong apa sih sebenarnya kayaknya penting banget"kata Siska sambil menatap Fatih


"Gue suka sama Lo sis"kata Fatih malu


"Apa?Suka?"balas Siska kaget


"Iya sebenarnya gue sayang sama Lo sejak camping di puncak,meskipun galak tapi Lo juga perhatian itu yang membuat gue suka sama Lo"jelas Fatih dengan mantapnya

__ADS_1


"Lo beneran cinta sayang sama gue?"tanya Siska memastikan sambil melihat ke langit yang cerah


"Iya gue serius cinta sama Lo Sis. Lo pasti nerima gue kan?"kata Fatih PD


Siska tertawa kecil sambil berkata


"Lo PD banget kalau gue mau nerima Lo"


"Biarin"balas Fatih singkat


"Gue gak maksa Lo buat nerima gue"sambung Fatih


Siak dan Fatih pun saling berpandangan


"Gue mau ke kelas dulu. Nanti gue akan berbalik ke arah sini,kalau Lo nerima gue Lo masih duduk di sini dan kalau Lo nolak gue Lo berdiri. Apapun jawaban Lo gue terima dengan senang hati"jelas Fatih,Fatih pun berjalan ke kelasnya


Siak berdiri tetapi dia berpikir kembali,,,


Apa gue terima dia?Cinta bisa tumbuh kalau kita udah nyaman


pikir Siska dalam hati


Akhirnya Siska memutuskan untuk duduk di bangku tersebut


Fatih yang sudah berada di teras sekolah langsung berbalik badan dan melihat ke arah Siska yang masih duduk di bangku.


Sontak membuat Fatih meloncat kegirangan dan melambaikan tangannya kepada Siska.


Siska tersenyum geli melihat Fatih dan membalas lambaian Fatih.


Ini udah pilihan yang benar Sis.


gumam Siska dan berjalan mencari Aqila


🍁🍁🍁


"Qila juga gak tau"jawab Aqila apa adanya


"Siska sama Fatih sedang membicarakan apa ya?"gumam Aqila,Rendi mendengarnya


"Gak tau"balas Rendi


"Aqila...Rendi"panggil seseorang di belakang mereka


"Apa?"jawab keduanya kompak


"Kalian mau ke mana?Gue ikut dong"kata Hans. Ya Hans yang tadi memanggil mereka


"Kita juga gak tau"balas Aqila


Hans coba memikirkan dan mendapat ide,,,


"Gimana kalau kita ke...."Hans tidak melanjutkan kata-katanya


"Ke mana?"tanya Rendi kepo


"Nggak jadi"jawab Hans sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Oh...iya tumben Lo gak sama Adhim dan,,,siapa yang satunya lagi itu. Oh ya Fa....Fa..."kata Rendi sambil memikirkan nama teman Hans yang satunya lagi


"Fatih maksudnya?"tebak Hans karena teman yang selalu bersamanya hanya Adhim dan Fatih


"Nah itu Fatih"jawab Rendi sambil menunjuk ke arah Hans


"Fatih tadi katanya mau pergi,gak tau kemana dan Adhim...biasa dia sedang bersama Nadya"jelas Hans dan mereka bertiga duduk di bangku yang tak jauh dari mereka berdiri


"Dan kenapa Lo gak nyamperin Adhim?Gue pikir-pikir selama beberapa hari ini gue gak liat Lo ke kelas Adhim"ucap Hans kepada Aqila

__ADS_1


"Qila gak mau mengganggu hubungan mereka berdua"balas Aqila dengan wajah sedih


"Hubungan?Maksudnya Adhim dan Nadya?Mereka tidak ada hubungan apa-apa"jelas Hans dan membuat Aqila menatap Hans bingung


"Iya. Lo pikir mereka pacaran?Itu nggak mungkin. Dan Lo tau Adhim beberapa hari ini jarang ngomong dan sering melamun"sambung Hans


"Tapi kak Nadya kata...mereka pacaran"ucap Aqila


"Nadya bilang gitu?Wah kalau Adhim tau ini pasti dia marah besar"pikir Hans


"Tunggu apa lagi ayo kita cari Adhim"kata Rendi sambil menatap mereka berdua


Akhirnya mereka mencari Adhim ke kelasnya.


Saat sampai di sana mereka melihat Adhim sedang berdua bersama Nadya di sana.


"Adhim..."teriak Hans,Nadya dan Adhim menoleh kepada mereka


"Aqila"gumam Adhim


"Lo harus tau ini"Hans mulai menjelaskan dan menghampiri mereka berdua


"Tau apa?"tanya Adhim


"Nadya udah bohong sama Lo,dia bicara ke semua orang bahwa Lo dan dia udah jadian"jelas Hans,tapi Adhim tidak kaget karena dia sudah tau soal itu


"Gue udah tau soal itu"balas Adhim dingin


"Udah tau?Jadi kenapa Lo masih deket-deket sama dia?"tanya Hans heran


"Agar Aqila nggak deket-deket sama gue lagi. Puas?"balas Adhim dengan nada tinggi


"Lo bukan Adhim yang gue kenal dulu,Lo berubah Dhim"kata Hans dia pun mundur dan keluar dari kelas itu


"Tapi Hans,,,"cegah Adhim,tapi itu hanya sia-sia saja mereka sudah keluar dari kelas


"Ini semua gara-gara Lo tau gak?Udah lah jangan deket-deket lagi sama gue"bentak Adhim kepada Nadya


Nadya hanya menundukkan kepala dan Adhim berjalan ke luar kelas.


Nadya mengambil hp nya dan menelepon seseorang.


"Hallo?


Nadya mulai berbicara


Iya Nad?


tanya Sarah. Ya Sarah yang sekarang dia telepon


"Kita lakukan rencananya hari ini


suruh Nadya kepada teman-temannya


"Oke


balas Sarah


Nadya menutup teleponnya dan keluar dari kelas Adhim.


.


.


.


"Manusia yang paling lemah adalah orang yang tidak mampu mencari teman. Namun yang lebih lemah dari itu adalah orang yang mendapatkan banyak teman tapi menyia-nyiakannya" ~Ali Bin Abi Thalib~

__ADS_1


__ADS_2