
"Adhim mau apa ke sini?"tanya Aqila kembali
"Bentar"balas Adhim,dia melihat ke arah Asti dan berkata "Apa saya boleh Aqila ikut saya Tante?"Adhim meminta izin dengan harapan di izinkan
Tanpa pikir panjang Asti menjawab "Boleh,tapi jangan lama-lama ya..."
"Nggak lama kok Tante,terimakasih"balas Adhim dengan semangatnya
"Tapi,mah..."Aqila tidak setuju dengan jawaban yang Asti berikan
"Kamu ikut sama Adhim aja,mamah percaya kok sama dia"jelas Asti sambil mengusap rambut Aqila
"Kalau begitu kita jalan sekarang Aqila"kata Adhim sambil mengulurkan tangannya. Aqila membalas uluran tangan Adhim
"Kami permisi Tante"sambung Adhim dan mereka berdua keluar dari ruang tersebut
Tak lama Aqila keluar Saddam (ayah Aqila) masuk ke ruang perawatan tersebut
"Aqila mana mah?"tanya Saddam yang tidak melihat Aqila duduk di atas ranjang
"Tadi Adhim kesini,katanya mau bawa Aqila"jelas Asti singkat
"Jadi inget jaman dulu ya mah"kata Saddam sambil memikirkan jaman remajanya
"Kita pulang sekarang ya..."kata nenek Aqila kepada Asti dan Saddam,keduanya mengangguk dan berjalan ke luar
🍁🍁🍁
Adhim menggandeng tangan Aqila sampai parkiran. Aqila berpikir sejenak,dia tidak melihat motor Adhim di sana. Kemudian Adhim berjalan ke arah salah satu mobil dan ternyata itu mobilnya.
Aqila sempat terpaku,tapi Adhim langsung menarik tangan Aqila dan membukakan pintu untuknya. Setelah membukakan pintu Adhim berjalan ke arah samping yang lainnya.
Di tengah perjalanan Adhim baru sadar kalau Aqila tidak memakai sabuk pengaman,dia meminggirkan mobilnya dan mendekat ke arah Aqila.
'Apa yang di lakukan Adhim?'
ucapnya dalam hati,dia pikir Adhim akan melakukan hal yang tidak-tidak kepadanya. Aqila langsung mendorong dada bidang Adhim
"Lo kenapa sih?Oh....gue tau,Lo pikir gue mau melakukan hal-hal yang di luar batas gitu?Gue juga punya otak kali"jelas Adhim,dia memalingkan wajah nya ke depan
"Terus Adhim mau ngapain deket-deket Qila kayak gitu?"tanya Aqila dengan beraninya
"Lo gak masang sabuk pengaman,jadi gue mau masangin"jelas Adhim
Aqila yang baru sadar langsung memasang sabuk pengaman itu. Dan Adhim kembali melajukan mobilnya di jalan raya.
"Adhim mau bawa Qila ke mana?"tanya Aqila memecahkan keheningan
"Taman kota"jawab Adhim yang masih menyetir
'Ngapain Adhim bawa Qila ke taman kota?' gumam Aqila
Mobil Adhim berhenti di parkiran taman kota,keduanya keluar dari mobil dan berjalan keliling Yaman tersebut.
Hari ini Aqila tidak seperti biasanya,dia menjadi orang yang pendiam,entah apa yang mempengaruhi Aqila,mungkin karena kecelakaan yang menimpanya waktu itu. Adhim yang merasa ada yang kurang dari Aqila berpikir keras.
"Apa yang kurang dari dia?"gumam Adhim sambil melihat Aqila
__ADS_1
"Adhim kenapa liatin Aqila kayak gitu?"tanya Aqila
Adhim langsung memalingkan wajah nya dan berkata "Siapa yang liatin"balas Adhim dingin
Setelah selesai mengelilingi taman kota,mereka duduk di salah satu kursi.
"Gue beli minum dulu,Lo tunggu di sini"kata Adhim dan berjalan meninggalkan Aqila di sana sendirian
"Apa Aqila bicara sekarang aja ya?"gumam Aqila sambil melihat ke arah langit yang berwarna orange
Tak lama kemudian Adhim datang dan memberikan Aqila sebotol minuman.
Seketika hening.....hanya terdengar gemuruh orang-orang yang berada di sana
"Qila mau bicara sesuatu sama Adhim"
"Gue mau bicara sesuatu sama Lo"
kata Adhim dan Aqila kompak
"Adhim aja duluan"kata Aqila mempersilahkan Adhim untuk berbicara
"Lo aja,gue gak penting kok"tolak Adhim
Akhirnya Aqila yang berbicara
"Aqila...."Aqila memulai pembicaraan
"Aqila nyerah"sambung Aqila menundukkan kepalanya,dia tidak berani melihat ke arah Adhim
"Nyerah soal?"tanya Adhim bingung
'Lo nyerah di saat gue udah mulai suka sama Lo,La' pikir Adhim,tapi dia mencoba untuk memendam kekesalannya
"Adhim nggak marah kan?"tanya Aqila,dia memberanikan diri untuk menoleh ke arah Adhim dan menghapus air matanya
"Ngapain gue marah. Itu yang gue mau dari Lo sejak dulu"jelas Adhim berbohong
Aqila akhirnya bernapas lega,dia kemudian bertanya "Tadi Adhim mau bicara apa?"
"Itu nggak penting,lagi sekarang"balas Adhim sambil memperlihatkan senyum manisnya itu. Baru kali ini Adhim tersenyum kepada orang lain
"Kita pulang sekarang aja yuk...ini udah hampir malam"ajak Adhim dan berjalan ke parkiran
Drrrttt....drrrttt....handphone Aqila bergetar
"Assalamu'alaikum mah
salam Aqila
"Wa'alaikumussalam
balas Asti
"Sekarang kamu sama Adhim lagi di mana?
Tanya Asti khawatir
__ADS_1
"Aku sama Adhim mau pulang kok mah,ini lagi di jalan
jelas Aqila
"Kalau gitu hati-hati ya...
pesan Asti
"Iya mah
balas Aqila dan menutup telponnya
"Mamah kamu ya?"tanya Adhim memastikan
"Iya,tadi mamah telpon lagi di mana"jelas Aqila singkat
Tak lama kemudian mobil Adhim berhenti di depan rumah Aqila
"Mau mampir dulu?"tanya Aqila yang sudah keluar dari mobil Adhim
"Nggak usah"balas Adhim singkat
Asti dan Saddam menghampiri mereka,Adhim keluar dari mobil dan menyalami keduanya
"Maaf Tante,agak telat nganterin Aqila nya"kata Adhim tidak enak
"Tidak apa-apa,asalkan Aqila selamat"Balas Asti
"Kalau gitu saya pulang dulu Tante"pamit Adhim
"Eh...mau kemana mampir dulu ke dalam"ajak Saddam sambil memegang pundak Adhim
"Lain kali aja om,ada urusan yang harus saya kerjakan"jelas Adhim
"Kalau bergigi hati-hati di jalan ya"pesan Saddam
Adhim mengangguk dan masuk ke dalam mobil dan melajukannya ke jalan raya
Setelah di rumah Aqila,Adhim tidak langsung pulang ke rumah,dia pergi ke tempat yang terdapat danau dengan jembatan di atasnya dan pemandangan yang cukup indah.
Petang ini tidak banyak orang di sana,jadi Adhim bisa meluapkan perasaannya di sana.
"Kenapa?Kenapa harus nyerah di saat gue mulai suka sama dia?"teriak Adhim di atas jembatan
Adhim mencoba mengendalikan dirinya dia berpikir
'Ini kan yang gue mau?Kenapa gue harus marah kalau Aqila nyerah?Oke Dhim....Lo harus jauhin Aqila'
gumamnya dan lalu pergi dari tempat itu
Adhim melajukan mobil dengan kecepatan di atas rata-rata dia masih kesal dengan dirinya sendiri.
Setelah sampai di depan rumahnya dia langsung pergi ke kamarnya dan pergi ke kamar mandi untuk membasuh muka dan gosok gigi,setelah di kamar mandi Adhim membantingkan tubuhnya di kasur. Dia terlelap dengan kaki di bawah kasur.
.
.
__ADS_1
.
"Perpisahan hanya berlaku untuk mereka yang mencintai lewat mata. Karena untuk mereka yang mencintai dengan hati dan jiwa,tak akan ada yang namanya perpisahan"