
Saat sampai di parkiran,Aqila melihat motor yang kemarin sempat menabraknya sedang terpakir di samping motor Adhim.
La mungkin dia sekolah di sini?Atau jadi guru di sini?Tapi kalau jadi guru kemungkinan kecil
pikir Aqila sambil mengangkat bahunya Aqila berjalan menuju kelasnya
Aqila melihat sekumpulan siswa perempuan yang sedang mengobrol dan berteriak pelan,karena penasaran Aqila menghampiri dan bertanya,,,
"Ini ada apa?Kayak nya seru banget"tanya Aqila kepada mereka
"Lo gak tau La?Di sekolah ini ada murid baru dia ganteng,gak seganteng Adhim sih. Tapi dia orangnya baik hati dan perhatian. Idaman banget pokonya"jelas salah satu dari Meraka
Aqila pun pergi dan menuju kelasnya. Dia masih memikirkan murid baru tersebut,feeling Aqila menyebutkan bahwa Rendi Murid baru nya. Tapi Aqila tidak mempermasalahkan itu lagi.
"Aqila"panggil Siska seraya melambaikan tangannya
Belum sempat Aqila duduk Siska sudah menarik tangannya sambil berkata,,,
"La,Lo udah tau belum hari ini bakal ada murid baru di kelas ini"jelas Siska singkat
"Murid baru?"Aqila mengulangi perkataan Siska
"Iya murid baru. Yang gue tau namanya Rendi"ucap Siska
"Rendi?"Aqila kembali mengulangi perkataan Siska. Yang dipikirkan Aqa benar murid barunya adalah Rendi.
Bel masuk berbunyi,membuat siswa yang masih berada di luar masuk dengan tertib.
Kelas Aqila sedang ada pelajaran Bu Indi,mereka menunggu tapi tidak kunjung datang akhirnya ketua kelas dan wakilnya menyusul ke ruang guru.
"Di karenakan Bu Indi tidak hadir,kita di beri tugas mengerjakan hal 129"jelas ketua kelas
Semuanya mengambil buku paket dan mulai mengerjakan tugas yang di berikan Bu Indi.
Tak berselang lama pak Fahri (Kepala Sekolah SMA Nusantara) masuk di ikuti Rendi di belakangnya.
"Maaf mengganggu satunya sebentar"kata pak Fahri dengan suara lantang
Semua murid si kelas IPA 4 melihat ke depan. Semua kaget dan kagum melihat seorang pria berdiri di samping pak Fahri.
"Dia ganteng banget"gumam semua cewe yang ada di kelas itu kecuali Aqila,dia hanya menatap cowo itu dengan tatapan biasa
__ADS_1
"Anak-anak ini adalah murid baru di sini. Silakan perkenalkan diri"suruh pak Fahri dan Rendi pun mengangguk dan mulai berbicara...
"Perkenalkan,nama saya Rendi Henandra Putra,di panggil Rendi saya pindahan dari luar negri,alasan saya pindah ke sekolah ini karena rumah saya pindah"Rendi memperkenalkan dirinya dan dipersilahkan duduk
"Baiklah,Rendi semoga kamu betah di sini. Dan teman yang lainnya tolong bantuannya untuk Rendi mengejar pelajarannya"jelas pak Fahri dan kemudian berjalan keluar kelas
Rendi adalah anak dari seorang pengusaha luar negri. Ayahnya keturunan bule dan ibunya orang Indonesia asli,jadi jangan salah kalau Rendi mempunyai tampang menawan,berbadan tinggi dengan bola mata yang berwarna biru,dia mewarisi ketampanan ayahnya.
Rendi sebenarnya pindah ke sekolah ini dengan tujuan menemui Nadya. Ya Nadya adalah pacar Rendi,Nadya sudah lama tidak menghubungi Rendi,terakhir Nadya menghubungi Rendi dia berkata bahwa ingin memutuskan hubungannya,Rendi tidak tau alasannya kenapa makanya dia pindah sekolah ke sini agar tau alasannya.
Rendi yang duduk tepat di depan Aqila langsung berbalik menghadap ke arah Aqila dan mengulurkan tangannya.
Aqila dengan wajah yang masih tidak percaya,membalas uluran tangan Rendi
"Teman"ucap Rendi kepada Aqila sambil tersenyum dan berbalik badannya kembali ke depan
"Lo kenal sama dia?"tanya Siska kepo
"I...iya"jawab Aqila gugup
"Kenal di mana?"tanya Siska kembali
Siska hanya mengangguk dan kembali mengerjakan tugasnya.
🍁🍁🍁
Karena sekarang waktu istirahat Rendi mulai berbicara"La,kamu boleh antar aku ke kelas Nadya gak?"tanya Rendi dengan harapan Aqila mengantarnya
"Kelas kak Nadya?"tanya Aqila sambil meneteskan air matanya karena mengingat kejadian kemarin
"Kamu kenapa nangis?"tanya Rendi bingung dan berpikir apakah apa yang dikatakannya salah
Siska yang masih berada di samping Aqila kesal tapi dia mencoba meNgontrol amarahnya itu
"Kenapa Lo mau nemuin Nadya?"tanya Siska ketus
"Sebenarnya gue pindah ke sini untuk nemuin Nadya,dia memutuskan hubungan sama gue tanpa alasannya. Jadi gue mau tau alasan dia mutusin gue"jelas Rendi
Siska sudah tau kalau Nadya memutuskannya karena Adhim. Dan Siska mencoba menjelaskan kenapa Aqila sampai nangis
"Aqila sama Nadya di antara mereka ada masalah. Adhim Jihan cowok paling keren di sekolah ini tapi hatinya kaya es,dingin. Aqila penasaran dengannya jadi dia mencoba mendekati Adhim,tapi Nadya malah menghalangi karena dia suka sama Adhim. Sampai-sampai Aqila di bully dengan cara menendang kakinya yang luka dan mengguyurkan air ke seluruh tubuh. Jahat banget kan?"jelas Siska panjang lebar
__ADS_1
"Benarkah?Gue gak nyangka Nadya sekejam itu,dulu Nadya orangnya nggak gitu dia selalu baik ke semua orang"jelas Rendi dengan wajah kecewa
"Dia bisa ngelakuin apapun kalau ada yang menghalangi dia dekat sama Adhim"jelas Siska kembali
"Siska sudah Qila gak mau denger itu lagi"ucap Aqila sambil menghapus air matanya
"Kita ke kantin aja yuk. Soal Nadya maaf gue gak tau"ajak Rendi dan mereka berjalan ke luar
Saat di luar banyak siswa perempuan yang menghampiri mereka bertiga.
"Ren, minta no teleponnya dong"ucap salah satu siswa perempuan sambil memberikan hp nya di hadapan Rendi
"Aku juga mau dong,aku juga mau"ucap semua siswa yang ada di sana
"La,Sis ini gimana?Bantuin gue dong"ucap Rendi yang sedang di kerumini banyak cewe dan tampak pasrah
Aqila dan Siska tertawa lucu,mereka hanya diam melihat Rendi di kerumuni banyak cewe.
Rendi akhirnya lari dan menarik tangan Aqila dan Aqila memegang tangan Siska.
Mereka berhenti ketika kerumuna itu sudah tidak mengejarnya. Hendrik menghampiri mereka dan bertanya kepada Rendi...
"Lo anak baru itu ya?Kenalin nama gue Hendrik dari kelas X IPA 1"kata Hendrik memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya
"Hay. Gue Rendi Henandra Putra"balas Rendi sambil membalas uluran tangan Hendrik
"Kalian mau kemana?"tanya Hendrik penasaran
"Kita mau ke kantin,tapi semua cewe ngejar Rendi jadi kita lari kesini"jelas Siska sambil ngos-ngosan
Hendrik tersenyum geli. "Kali gitu bareng gue,gue juga mau ke kantin"kata Hendrik
Mereka mengangguk dan berjalan bersama menuju ke kantin.
.
.
.
"Perlu untuk kamu ketahui bahwa cinta itu seperti kematian,egois dan tiba-tiba"
__ADS_1