
"Ekkheemm ...." Deheman Kiren membuat Fatih dan Siska menolehnya dan langsung melepaskan pelukannya.
"Lo mau apa lagi ke sini?" tanya Fatih yang melangkah ke depan Siska untuk melindunginya.
"Gue gak ada urusan sama lo, gue cuma ada urusan sama Siska. Jadi lo jangan sok jadi pahlawan, deh!" jelas Kiren menatap Fatih tajam.
"Denger! Siska ini cewe gue, jadi kalau dia ada masalah itu juga jadi masalah gue!" jawab Fatih dengan lantangnya.
"Lama-lama gue patahin juga semua tulang lo!" gumam Kiren yang sudah mulai kesal.
"Silakan kalau bisa!" sahut Fatih dengan gagahnya di hadapan semua Siska dan geng itu.
"Tapi gue nggak lagi mood buat debat sama lo. Gue mau ngomong sama Siska, jangan ganggu!" Kiren dengan cepatnya menarik tangan Siska entah kemana tujuannya.
"Gue gak akan nyerahin Siska gitu aja!" Fatih menarik tangan yang lain Siska.
"Karena gue lagi baik hati, kita akan tanding gimana?" ajak Fatih, Kiren hanya mengangguk dan menerima tantangan dari Fatih.
"Oke, gue tantang lo tanding basket sama gue!" Tanpa basa-basi lagi, Fatih langsung berjalan menuju lapangan basket di ikuti Kiren dan yang lainnya.
"Parah tuh si Fatih, gue harus kasih tau Adhim tentang ini." Hans yang tidak sengaja mendengar perbincangan antara mereka langsung melarikan diri dari tempat itu menuju kelasnya untuk mencari Adhim.
"Lo pikir gue gak bisa main basket? Lo gak tau, kalau gue dulu pernah juara basket," gumam Kiren yang di pikirannya hanya ada dendam dan kemenangan.
____________________
"Gue baru inget, kan Adhim udah pulang duluan tadi." Hans membalikkan tubuhnya menuju parkiran dan mencari seseorang di sana untuk di ajaknya melihat pertandingan Fatih dan Kiren.
"Mereka pada ke mana sih?! Waktu di butuhkan gak ada, tapi waktu mereka butuh bantuan aja, mereka selalu Hans bantuin gue dong, Hans itu dong, nasib gue emang tidak seberuntung orang lain," gumam Hans yang tidak menyerah berlarian ke semua penjuru sekolah untuk mencari Hendrik dan yang lainnya.
Dan ... sepertinya semesta sedang berada pihaknya, Hans akhirnya menemukan Hendrik sedang berada di ruang OSIS.
__ADS_1
"Drik, lo harus ikut gue!" Hans langsung menarik tangan Hendrik ke luar ruangan OSIS.
"Eh! Gue lagi–" belum sempat Hendrik berbicara, Hans memotongnya dan berkata, "Pokonya lo harus ikut gue!" Hendrik tidak lagi melawan dan mengikuti langkah Hans menuju lapangan basket yang berada di tengah sekolah itu.
"Lo liat itu, kan?" tanya Hans sambil menunjuk ke arah Fatih dan Kiren yang sudah siap untuk bertanding.
"Cewe itu!" gumam Hendrik yang langsung menatapnya sinis dan berlari menuju Siska yang sedang berdiri sendirian.
"Fatih sama Kiren lagi ngapain?" tanya Hendrik kepada Siska.
"Fatih gak mau kalau gue harus berhadapan sama Kiren lagi, jadi dia kasih tantangan buat Kiren, kalau dia menang Kiren gak boleh ganggu kehidupan gue dan jangan pernah datang ke sekolah ini. Dan sebaliknya, kalau Kiren menang, gue harus gabung sama geng mereka kembali dan jadi ketuanya," jelas Siska panjang lebar.
"Jadi bener, Siska dulunya adalah ketua geng motor," gumam Hendrik yang pandangannya entah menuju ke mana.
"Tih! Lo gak boleh kalah dari cewe itu! Buktiin ke Siska lo bisa!" teriak Hendrik dengan sekencang-kencangnya.
"Siap Pak Ketos! Gue pasti bisa kalahin cewe ini!" sahut Fatih dengan semangatnya.
"Apa gue bongkar aja penyamaran gue? Tapi, kalau gue bongkar ... perjodohan itu akan ...." batin Adhea (Aqila), ia tidak tau harus melakukan apalagi selain jalan yang ia pilih ini.
"Lo bisa lepasin tangan lo gak?" kata Adhim, ucapannya membuyarkan lamunan Adhea (Aqila) . Dan ia baru sadar kalau kedua tangannya memeluk tubuh Adhim dengan erat.
"Emang kenapa sih? Gue lagi galau nih, jangan ganggu," jawab Adhea (Aqila) dengan nada malas.
"Siapa juga yang nanya," sindir Adhim, Adhea (Aqila) mulai kesal dan memukul punggung Adhim, sampai Adhim merasa kesakitan.
"Lo mending diem, atau gue turunin di sini!" ancam Adhim, di lihat dari nadanya Adhim serius dengan ucapannya.
"Ya mending gue turun di sini, daripada harus berduaan naik motor sama lo!" sahut Adhea (Aqila) yang sok tegar.
"Oh ... oke, sekarang turun!" Adhim menepikan motornya dan menyuruh Adhea (Aqila) turun dari motornya.
__ADS_1
"Ini serius?" tanya Adhea (Aqila) yang masih duduk di belakang Adhim.
"Kapak gue pernah bercanda?" ujar Adhim melihat Adhea (Aqila) tajam, setajam pisau.
"Ih! Padahal gue cuma bohong, tapi dia serius!" gerutu Adhea (Aqila) kesal dan langsung turun dari motor Adhim dengan raut wajah cemberut.
"Hhhaaa ... lo akhirnya terperangkap dalam jebakan yang lo buat sendiri. Makannya jangan main-main sama gue, lo tau kan akibatnya gimana," batin Adhim, ia merasa lega dan senyum kemenangan terukir di bibirnya.
"Adhim! Ih kok malah pergi beneran sih!" teriak Adhea (Aqila) yang menyesal karena rencananya tidak berjalan sesuai dengan apa yang ia harapkan.
___________________
"Kiren Yordania! Jangan kalah sama cowok rese itu, lo pernah juara basket, jadi jangan kecewain kita, ya!" teriak salah satu anggota geng tersebut.
"Kalian tenang aja, gue pasti akan menang di pertandingan ini!" teriak Kiren yang bersemangat.
"Jangan mimpi, gue pasti yang akan menang di pertandingan ini!" ucap Fatih sok berlagak keren.
"Mati gue, ternyata dia Kiren Yordania yang dua tahun lalu juara basket di tingkat nasional? Tapi gue gak akan nyerah gitu aja, gue akan berjuang sekuat tenang demi Siska!" jelas Fatih menyemangati diri sendiri.
Pertandingan pun di mulai, dengan pemain satu lawan satu. Dalam waktu sepuluh menit, keduanya masih belum mencetak angkat.
"Boleh juga dia," batin Kiren yang sedang mendribbling bole basket menuju ring.
Saat sempat ingin melambungkan bola menuju ring basket, bola tersebut berhasil di hadang oleh Fatih dan sekarang Fatih yang memegang bola basket tersebut.
"Gue suka sama lo," bisik Fatih. Kiren langsung terpaku sambil menatap Fatih penuh kebingungan.
Fatih melangkah melewati Kiren yang masih terpaku dan berbisik kembali. " Tapi boong! Hahaaah ..." Fatih tertawa simpul dan langsung memasukkan bola basket ke dalam ring tersebut.
"Gak mungkin! Gue ini juara nasional. Gak mungkin kalah dari Fatih!" batin Kiren, ia mulai serius menanggapi pertandingan ini.
__ADS_1