
"Aku sudah cinta kamu. Sekarang yang aku butuhkan adalah kamu mencintaiku."
🍁🍁🍁
Pagi ini tampak semua bangun dengan segarnya. Karena semalam mereka tidur lebih awal dari sebelumnya. Pagi ini masih sama dengan pagi sebelumnya ... iya pagi ini semua senam dan masak bersama.
Kali ini permainan yang akan di lakukan adalah estapet hula hoop, dimana kelompok masing masing berpegangan tangan satu dengan lainnya.
"Bapak akan mulai permainannya ... dimulai dari sekarang ... pritt ...." ucap pak Alim dengan meniup priwitnya.
Semua tampak tegang dan berhati-hati ... karna jika salah satu hula hoop itu lepas dari bagiannya maka akan didiskualifikasi.
Setelah sampai pada orang terakhir. Orang tersebut mengambil bendera yang ada di atas meja dan kelompok yang pertama berhasil mengambil benderanya adalah kelompok Pandu.
"Kita kalah lagi ... gimana ni?" ucap Andri kepada semuanya.
"Kan masih ada permainan lagi nah di permainan itu kita yang harus menang, oke," jawab Aqila menyemangati semuanya.
"Nanti setelah sholat dhuhur akan ada permainan bakiak dan itu di butuhkan cukup tiga orang," kata Adhim yang tiba tiba datang dengan napas ngos-ngossan.
"Kemana aja lo?" tanya Fatih kepada Adhim.
"Habis di panggil sama guru katanya permainan bakiak hanya tiga orang dan adu bakat ...." kata Adhim perkataannya seketika berhenti dan membuat semuanya semakin penasaran.
"Adu bakat apa?" tanya Siska kepo.
"Adu bakat minimal harus dua orang," balas Adhim malas karena dia gak mau kalau berurusan sama Aqila nanti.
"Udah lah gak usah di pikirin ini biar gue yang atur, oke," sambung Adhim dan langsung berdiri dan berjalan ke toilet umum yang tak jauh dari tempat perkemahan.
🍁🍁🍁
Setelah melaksanakan sholat Dzuhur berjamaah di lanjutkan dengan permainan bakiak.
"Adhim semangat!" teriak Aqila sontak membuat orang yang di dekatnya menoleh ke arah Aqila.
"Apaan sih malu-maluin aja tu orang," bisik Adhim melihat Aqila dengan mata sinis.
"Bersedia semuanya? ... 1 ... 2 ... mulai." Tampak pak Heri memberi aba-aba dan meniup priwitnya. Priitt ....
"Kanan kiri kanan kiri ...." teriak Adhim yang menjadi orang pertama diantara Andi dan Fatih.
Semuanya bersorak untuk kelompok masing masing,tapi hanya satu kelompok yang menang dan ketika sampai di finish kelompok Hendrik yang berhasil di susul kelompok Adhim.
Adhim sangat kecewa dan kesal dan langsung berlari ke tenda. Aqila yang melihat itu langsung menyusulnya.
"Adhim," panggil Aqila pelan dan Adhim melirik Aqila dengan tatapan tajam.
__ADS_1
"Ngapain Lo ke sini?" tanya Adhim ketus. Aqila pun duduk di samping Adhim.
"Adhim marah ya karena tadi gak menang?" tanya Aqila sedikit takut karena Adhim termasuk orang yang emosional.
"Lo pergi aja sana!" usir Adhim dengan nada lebih tinggi dari sebelumnya.
"Tapi ...." ucap Aqila, tapi Adhim langsung menyergahnya. "Kenapa sih lo hadir di hidup gue?" tanya Adhim kesal.
"Mungkin ... jodoh kali," balas Aqila nyengir dan Adhim setelah mendengar itu tersenyum nakal.
"Jodoh?! Lo bukan tipe gue ... inget itu baik baik!" balas Adhim sambil menunjuk ke arah Aqila.
"Qila bakal berjuang gimanapun caranya agar bisa dapetin hati Adhim," ucapnya Adhim langsung membalas ....
"Coba aja kalau bisa." Adhim lalu pergi dan meninggalkan Aqila sendirian di sana.
Tak lama kemudian semua siswa kembali ke tendanya dan pergi berwudhu untuk melaksanakan sholat ashar bersama.
🍁🍁🍁
Semua kembali memasak untuk makan malam, persediaan kayu bakar habis sehingga harus mencari ke hutan.
"Adhim ... persediaan kayu bakar udah mau habis jadi harus gimana?" jelas Aqila yang melihat Adhim sedang asyik dengan ponselnya.
"Adhim!" panggil Aqila sekali lagi dan Adhim tidak menoleh sedikitpun kepada Aqila.
"Apa?" tanya Adhim pura pura tidak mendengar penjelasan Aqila tadi.
"Kayu bakar udah mau habis jadi gimana?" tanya Aqila kembali mengulang pertanyaan tadi.
"Ya ambil aja sana di hutan," balasnya tanpa melihat ke arah Aqila.
"Terus siapa yang harus ngambilnya?" tanya Aqila lagi.
"Ya ... lo lah siapa lagi," jawab Adhim ketus.
"Kan harusnya Adhim yang ngambil kok jadi Aqila sih?" ucapnya dan Adhim pun menatap Aqila dengan tatapan tajam.
"Lo liat gue lagi apa? Gue sibuk kalau gak lo yang lain aja sana!" bentak Adhim, Aqila langsung menunduk dan berlari ke tempat dia masak tadi.
"Adhim gak mau kalau gitu Andri sama Fatih aja," kata Aqila yang sedang berdiri di samping Siska.
"Kok kita? Kita lagi motong ini. Lo aja ya ... kita cape abis main bakiak tadi ... plissss
..." Fatih memohon dan Aqila pun menganggukkan kepala.
"La gue temenin ya," ucap Siska saat Aqila mau berjalan ke arah hutan.
__ADS_1
"Udah gak usah Aqila aja," balas Aqila sambil tersenyum.
"Gimana kalau nanti lo kenapa-napa," insting Siska.
"Qila gak bakal kenapa napa kok nanti juga ada yang lainnya di sana." Aqila pun berjalan dan menelusuri hutan yang cukup lebat itu.
Setelah selesai mengumpulkan kayu bakat cukup banyak Aqila tidak tahu kalau dia terlalu dalam berjalan ke arah hutan hingga dia tersesat.
🍁🍁🍁
Adhim yang sudah bosan dengan ponselnya itu langsung menghampiri teman temannya yang sedang memasak.
Saat dia di sana dia tidak melihat Aqila dan dia pun bertanya kepada Siska ....
"Aqila ke mana kok gak ada?" tanya Adhim sedikit khawatir.
"Tadi sih mau cari kayu bakar tapi sampai sekarang belum juga balik," jelas Siska yang sedang memotong-motong bawang.
"Sendirian?" tanya Adhim memastikan.
"Iya ... dia hebat, kan," jawab Andri yang sedang mrncicipi masakan yang di buat Cika.
"Ada yang khawatir nih," sindir Fatih, Adhim sedikit tersinggung dengan sindiran Fatih
"Lo nyindir gue?" tanya Adhim dengan nada kesal.
"Oh ... ada yang ke sindir ternyata guys," kata Fatih tertawa nakal, Fatih pun berlari menjauhi Adhim karena takut kena tamplok.
"Awas aja lo!" teriak Adhim yang sudah geram dengan tinggal laku sahabatnya itu.
Siska, Cika dan Andri yang melihat pertengkaran mereka berdua geleng-geleng kepala.
"Bertengkar terus kaya tom and Jerry," ejek Andri sambil tertawa sontak membuat Siska dan Cika ikut tertawa mendengarnya.
Adhim tidak mau membahas itu lagi, sehingga dia membantu Cika memasak.
"Aqila kok gak nyampe nyampe sih?" tanya Siska khawatir.
"Iya ... ini udah mau beres," ucap Cika membenarkan perkataan Siska.
"Dhim lo cari dia gih," suruh Siska karena menurut Siska penyebab Aqila mencari kayu bakar adalah Adhim.
"Kok gue sih! Dia udah gede bisa jaga diri," Adhim menolak.
"Iya gue tau dia udah gede ... dia gak tau jalan sini gimana kalau dia tersesat?" tanya Siska kepada Adhim agar Adhim mengerti.
Adhim tidak menjawab dia hanya diam dan melanjutkan tugasnya memasak.
__ADS_1