Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT

Kisah Cinta ADALA (Adhim Dan Aqila) TAMAT
S-2. Ingatan Kembali


__ADS_3

"Kakak kenal sama yang namanya Aqila?"


"Sebenarnya dia adalah tunangan Kakak," jawab Jio sambil tersenyum mengingat wajah Aqila.


"Apa!" pekik Kiren refleks. Ia tak tau apa Kakak nya itu bercanda atau serius.


"Kamu kenapa sih? Gitu banget tatapannya!" sindir Jio menatap Kiren sinis. Kiren langsung membuang wajahnya dan semakin membuat Jio heran kepadanya.


"Kalau Aqila tunangan Kak Jio, kenapa aku khawatir sama hubungan Adhim sama Aqila, ya? Aku akan gunain kesempatan ini dengan baik!" gumam Kiren menyeringai.


"Hey! Kamu kenapa sih?" tanah Jio menepuk pundak Kiren, membuatnya tersentak kaget dan memandang Jio hangat.


"Nggak kok, Kak. Aku cuma kaget aja, ternyata tunangan Kak Jio itu Aqila yang ada di sekolah aku," jelas Kiren bohong sambil menggaruk keningnya.


"Ya udah, sekarang udah tau, kan?" sahut Jio, Kiren mengangguk dan berjalan bersama Jio menuju kursi yang telah di sediakan di sana.


🍁🍁🍁


Setelah sampai di rumah Aqila, Adhim menggendong Aqila mengikuti Siska, Fatih, dan Hans yang sudah berjalan dahulu.


Tok! Tok! Tok!


Wanita paruh baya membuang pintu rumah itu dengan tatapan senang. Tapi, ia merasa ada yang janggal, anak satu-satunya tidak ada berdiri di sana.


"Siska, Aqila kok gak sama kalian?" tanya Asti mencari keberadaan di antara Hans, Fatih, dan Siska.


"Anu, Tante.. Aqila ada di sana." Siska menunjuk kepada Adhim yang menggendong Aqila yang sedang berjalan menghampiri mereka.


"Ke– kenapa Aqila?" tanya Asti panik. Untung saja Adhim berhasil membuatnya lebih tenang. "Tante nggak udah khawatir, dia nggak papa kok." jelas Adhim sambil menurunkan Aqila.


Setelah mengantar Aqila pulang, semua juga pamit pulang.


"Rumah ini! Panggilan tadi! Kenapa Kiren di panggil Aqila? Apa yang sebenarnya gue gak tau?!" batin Adhim yang menaiki motornya dan melajukannya.


"Kenapa gue pamiliar dengan semua ini!" Adhim kembali membatin, kepalanya mulai terasa sakit. Adhim pun berhenti di tepi jalan dan mencoba untuk menenangkan diri.


"Lo gak papa?" tanya Fatih khawatir.


"Gue gak papa kok, kalian duluan aja!" jawab Adhim cepat. Fatih dan Hans melajukan mobilnya masing-masing.


"Kepala gue kenapa pusing banget!" gumam Adhim yang terasa seperti sedang di tusuk besi. Sakit banget!!


Adhim turun dari motornya dan duduk di atas trotoar.


"Aaarrhgg!" teriak Adhim. Kepalanya semakin sakit. Tak beberapa lama kemudian, ia tak sadarkan diri dan tergeletak di tanah.


Fatih yang sempat melihat kejadian itu di kaca spion mobilnya langsung menginjak rem dan membuka pintu mobilnya berlari ke arah Adhim.

__ADS_1


"Dhim, bangun!" Fatih terus-menerus mencoba membangunkan Adhim, tapi tidak sadarkan juga. Akhirnya ia membawa Adhim ke rumah sakit terdekat.


"Kondisinya kritis, jikalau dia tidak sadarkan diri selama dua puluh empat jam, mungkin amnesia yang dialaminya akan permanen," jelas dokter itu dan berlalu meninggalkan Fatih.


"Permanen!" gumam Fatih kaget, ia langsung menemui Adhim yang tengah terbaring di ruang ICU.


"Gue akan bawa Aqila ke sini! Sebelum lo benar-benar gak inget!" ucap Fatih yakin. Ia berjalan ke luar ruangan ICU.


🍁🍁🍁


"Adhim ... Adhim ... bangun Adhim ...." Suara yang jelas di telinga Adhim, ia memutar tubuhnya menatap sekeliling tempat itu, ia merasa tidak asing dengan tempat ini. Tapi, entah di mana.


"Adhim!" seru seseorang dari arah belakang. Adhim menoleh dan menatapnya datar.


"Ini sekolah!" batin Adhim saat melihat di sekelilingnya sekolah. Tiba-tiba, ia melihat seorang gadis sedang berlari menghampiri seorang laki-laki.


"Kita ke kantin yuk!" ajak Aqila sambil memegang tangan Adhim. Ia menepis cepat tangannya dan tidak mempedulikan Aqila.


"Aqila, lo harus semangat!" Gianni Aqila menyemangati diri sendiri.


"Aqila bawain Adhim sarapan!" Aqila memberikan kotak makan dan menyimpannya di atas meja. Adhim lagi-lagi pergi begitu saja meninggalkan Aqila sendirian di sana.


"Jadi, selama ini!" batin Adhim saat melihat gadis tersebut telah berjuang mati-matian untuk mendapatkan hatinya.


"Jadi bener? Perasaan itu muncul ketika gue deket smaa ornag gue sayang, Aqila! Yang selama ini gue bencilah Gue jauhin! Gue gak mempedulikan kehadirannya!" Adhim menyesal. Ia berharap waktu bisa berputar seperti dulu. Tapi itu mustahil!!


🍁🍁🍁


"Adhim.. aku mohon bangun!" ucap lirih Aqila yang sedang memegang tangan Adhim sambil menangis.


"Dari kapan kamu di sini?" tanya Adhim tersebut kecil melihat Aqila.


"Adhim! Lo udha sadar!" ucap Aqila antusias. Ia berlari ke luar ruangan dan memberi tahu Tiara dan temen lainnya.


Baru saja satu langkah, Adhim dengan cepat memegang tangan Aqila dan menariknya.


"Mau kemana?"


"Mau kasih tau semua ornag, kalau kamu udah sadar." jelas Aqila yang mencoba melepaskan genggaman tangan Adhim.


"Ekkhemm!" Deheman Fatih membuat keduanya langsung melepas tangannya.


"Ya udah, kita ke luar lagi ya." Fatih berjalan ke luar, tapi di cegah oleh Aqila. Dan akhirnya Aqila yang ke luar sedangkan Fatih berjalan menghampiri Adhim.


"Gimana keadaan lo sekarang?" tanya Fatih yang duduk di samping Adhim.


"Baik!" jawab Adhim singkat. "Kapan Aqila di sini?" tanya Adhim.

__ADS_1


Fatih sontak terdiam sejenak mencerna ucapan Adhim. "Adhim udah inget semua!" gumam Fatih.


🍁🍁🍁


Maaf nih kalau sekarang sedikit, dan maaf juga kalau jarang up nya 🙏. Selagi menunggu novel ini up, aku punya saran novel novel yang bagus banget. Pasti kalian suka pokonya.


Author Isqa



Author Zacra



Author Ratna



Author Chochollacious



Author Kadek Ermawati



Author Ayyona



Author Anyle Tiwa



Author Safira Riska



Author Todoroki



Author Angelin Lim



Author Mungka

__ADS_1



__ADS_2