
Aqila dan Hendrik berjalan menuju UKS sedangkan yang lainnya duduk di depan kelas Aqila.
Sampai di UKS Hendrik duduk di bangku luar dan Aqila ke dalam,saat Aqila masuk ke dalam ada Bu Indi di sana.
"Aqila kamu ngapain ke sini?"tanya Bu Indi sambil membereskan obat-obatan
"Anu Bu...di luar Hendrik di sebelah sudut bibirnya berdarah jadi Aqila bawa ke sini"jelas Aqila dengan sopan
"Bentar. Ini kotak obatnya,oh iya kamu yang ngobatin dia yah soalnya anak UKS sedang tidak ada di sini"jelas Bu Indi sambil menyodorkan kotak obat
"I..iya Bu terimakasih"jawab Aqila,dia pun berjalan ke luar dan duduk di samping Hendrik yang sedang memegang sudut bibirnya
"Aw"ucap Hendrik seperti berbisik
"Sakit ya?"tanya Aqila sambil memandang Hendrik dari dekat
Aqila kalau dari dekat lebih cantik
kata Hendrik dalam hati dan Hendrik tersenyum
"Hendrik ngapain senyum-senyum gitu?"tanya Aqila dengan polosnya
"E...engga kok gak papa"balas Hendrik seraya memalingkan wajahnya
Selesai Aqila ngobatin Hendrik mereka berjalan ke kelas Aqila dan di sana ada Siska dan Rendi.
"Kalau gitu gue ke kelas ya"pamit Hendrik sambil berjalan menuju kelasnya yang berada di lantai 2
Tak lama kemudian bel masuk berbunyi,semua siswa masuk ke kelasnya masing-masing begitupun dengan Aqila,Siska dan Rendi.
🍁🍁🍁
"Gue pulang duluan ya"ucap Rendi yang sudah berada di depan pintu sambil melambaikan tangannya kepada Aqila dan Siska
"Iya"jawab mereka serempak
"Kita pulang sekarang yuk"ajak Siska yang sudah siap untuk pulang
"Siska pulang aja duluan,Aqila mau ke perpustakaan dulu"jelas Aqila,Siska pun berjalan keluar sedangkan Aqila masih di kelas sedang membereskan buku-bukunya
Sesampainya di perpustakaan....
Hanya ada penjaga perpustakaan dan Aqila di sana. Aqila langsung mencari buku di rak-rak yang ada di perpus tersebut.
Buku yang ia cari sudah terkumpul tinggal satu buku yang belum ketemu. Aqila terus mencari-cari buku tersebut dan menemukannya di atas rak. Aqila mencoba mengambil buku tersebut tapi badannya terlalu pendek untuk mencapai buku itu,akhirnya Aqila melompat tapi yang terjadi buku yang di pegang nya malah jatuh semua. Dia pun membereskan buku tersebut dan mencoba mengambil buku di atas rak itu lagi.
Belum sempat Aqila melompat,sudah ada yang mengambil buku itu dan memberikan kepadanya. Aqila sempat terpaku dan memandang buku tersebut,Aqila mengambil buku itu dan melihat siapa yang mengambilkan untuknya.
Aqila terkekeh dan nampak melihatnya lumayan lama "Adhim..."gumam Aqila
"Kenapa?Jangan liat gue kayak gitu juga kali"sindir Adhim sambil mengambil buku yang dia cari
"Adhim ngapain disini?"tanya Aqila
"Main basket. Ya nggak lah,gak mungkin Lo gak tau"jawab Adhim menatap Aqila tajam
"Pasti Adhim ngikutin Aqila ya...makannya Adhim ke sini"kata Aqila sambil menunjuk ke arah Adhim
"PD banget. Gue ke sini tuh mau ngambil buku buat ngerjain tugas nanti"jelas Adhim dan berjalan menuju tempat peminjaman buku
Aqila sempat malu tapi dia mencoba tidak terjadi apa-apa
"Adhim...Aqila boleh pulang bareng gak sama Adhim?"tanya Aqila dan tidak sedikitpun menoleh pada Adhim
__ADS_1
"Pulang?Bareng?"tanya Adhim dengan tatapan tajamnya dan Aqila menganggukkan kepala
"Jangan harap"bisik Adhim dan berjalan dengan cepat menuju motornya di parkiran
"Tapi Dhim..."cegah Aqila sambil mengejar Adhim dan Adhim pun menghentikan jalannya sontak membuat Aqila menabrak Adhim
"Jangan ikutin gue ngerti!"bentak Adhim kepada Aqila dan Aqila langsung menundukkan kepalanya
Adhim menaiki motornya dan Aqila berjalan menuju depan gerbang Sambil menoleh ke kanan dan kiri.
Ketika tidak ada kendaraan di kanan dan kiri Aqila menyebrang,tapi belum sempat selesai menyebrang tiba-tiba di arah kiri Aqila ada mobil dengan kecepatan tinggi mendekat ke arah Aqila. Adhim yang sempat melihat mobil tersebut langsung berteriak...
"Aqila....awas"teriak Adhim dengan wajah ketakutan sambil menunjuk arah mobil tersebut
Aqila sontak menoleh ke arah Adhim,belum selesai Aqila menoleh ke arah yang ditunjukkan Adhim
Bruuukkk....Aqila terpental dan kepalnya mengenai tembok trotoar.
"Aqila...."teriak Adhim histeris
Mobil yang menabrak Aqila kabur dan Adhim langsung menghampiri Aqila
"Aqila...bangun la...bangun gue mohon sama Lo bangun la..."kata Adhim sambil mencoba membangunkan Aqila
Warga yang ada di sekitar situ langsung menghampiri mereka berdua.
"Tolong panggilkan ambulance,tolong"ucap Adhim yang khawatir keadaan Aqila
Salah satu warga langsung menelepon ambulance.
Tak lama kemudian ambulance datang ke tempat tersebut dan membawa Aqila ke rumah sakit terdekat.
Adhim langsung menaiki motornya dan melajukannya dengan cepat sambil mengikuti mobil ambulance tersebut.
"Adhim..."panggil Aqila dan Aqila kembali pingsan
Adhim menunggu di luar dan menelepon Siska untuk mengabari keadaan Aqila
"Sis..
Adhim mulai berbicara
"Ada apa Dhim?
tanya Siska
"Aqila...Sis Aqila..
Adhim tampak khawatir dan mencoba menjelaskan
"Aqila apa?Qila kenapa Dhim?
Siak kembali bertanya dan mulai khawatir
"Aqila kecelakaan dan dia sekarang ada di rumah sakit dan sedang di tangani dokter di UGD
jelas Adhim dengan wajah yang masih khawatir
"Apa?Aqila kecelakaan?
Siska syok dan tidak menduga
"Ya udah gue akan hubungi orangtuanya Aqila dan pergi ke sana
__ADS_1
Siska menutup teleponnya dan langsung menelepon orangtua Aqila
Adhim mondar-mandir di depan pintu UGD dan duduk di kursi. Tak lama Adhim duduk dokter yang mengobati Aqila keluar dari ruang UGD,Adhim langsung menghampiri dokter dan bertanya...
"Bagaimana keadaan Aqila dok?"tanya Adhim khawatir
"Kamu salah satu keluarganya?"tanya dokter
"Bukan dok saya teman Aqila"jawab Adhim seadanya
"Gimana keadaan Aqila sekarang dok?"tanya Adhim kembali
"Aqila masih tak sadarkan diri,ada benturan di kepalanya yang cukup keras"jelas dokter tersebut
"Saya boleh jenguk Aqila dok?"tanya Adhim penuh harapan
"Boleh tapi hanya sebentar. Kalau gitu saya pergi dulu"dokter meninggalkan Adhim di sana sendirian
Adhim masih khawatir dan langsung masuk ke ruang UGD.
Dia melihat Aqila terbaring di ranjang dengan menggunakan impus dan bantuan pernapasan.
"Aqila..."ucap Adhim sambil duduk di kursi yang berada di samping ranjang Aqila
"Ini semua gara-gara gue meskipun tadi Lo pulang bareng sama gue pasti Lo gak akan kayak gini"Adhim berbicara sendiri dan berharap Aqila mendengar semua yang dikatakan Adhim
🍁🍁🍁
"Siska"panggil Asti
"Tante"balas Siska
"Aqila mana?"tanya Asti dengan wajah yang masih syok
"Kata Adhim dia ada di ruang UGD Tan"jawab Siska
"Kalau gitu ayo kita ke sana"Asti dan Siska berlari kecil ke arah ruang UGD dan tidak menemukan Adhim di sana
Adhim yang mendengar ada suara ribut di luar,dia pun berjalan menuju keluar dan bertemu dengan Siska dan orangtua Aqila
"Siska Tante"panggil Adhim lirih
"Adhim Aqila di mana?"tanya Asti yang melihat Adhim keluar dari ruang UGD
"Di dalem Tante"balas Adhim
Asti langsung masuk dan menghampiri anak semata wayangnya itu
"Dhim sebenarnya Aqila kenapa?"tanya Siska khawatir
"Tadi Aqila sempat nyebrang jalan dan tiba-tiba ada mobil dari arah kiri dan menabrak Aqila"jelas Adhim
"Sekarang mobil itu kemana?Apa dia tanggung jawab?"tanya Siska yang mulai kesal
"Mobil itu kabur tapi gue hapal pelat nomornya"kata Adhim kembali
.
.
.
"Hanya karna kamu membuat kesalahan,bukan berarti kamu adalah kesalahan"
__ADS_1