
Adhim berjalan ke arah parkiran dan menaiki motor besarnya itu. Belum sempat Adhim melajukan motornya kebetulan Aqila sedang lewat sendirian dan langsung menghampiri Adhim
"Adhim mau kemana?"tanya Aqila kepo
"Bukan urusan Lo"balas Adhim dingin dan langsung melajukan motornya dengan kecepatan tinggi keluar sekolah
"Tapi ini masih jam..."teriak Aqila,belum selesai Aqila teriak Adhim sudah menghilang dari pandangan Aqila
Aqila akhirnya melanjutkan jalannya menuju kelasnya dan di sana sudah ada Hans,Fatih,Siska dan Rendi sedang membicarakan sesuatu. Sepertinya serius...pikir Aqila
"Kalian pada ngomongin apa sih?Kayaknya serius banget"tanya Aqila dan duduk di samping Siska
"La,kok Lo gak cerita sama gue sih?"tanya Siska kesal sambil menggoyang-goyangkan tangan Aqila
"Cerita soal apa?"tanya Aqila bingung
"Lo sama Hendrik pacaran,ya kan"balas Siska sambil melihat Aqila kecewa
"Siska tau dari mana?"tanya Aqila mulai gelisah
"Mereka"jawab Siska sambil menunjuk kearah Hans dan Rendi
"Sebelumnya gue minta maaf,gue sama Rendi curiga kalau ada yang di rahasiain kalian berdua,ya udah kita ikutin dan kita denger Lo sama Hendrik udah pacaran"jelas Hans sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Adhim udah tau soal ini?"tanya Aqila dan berharap tidak mengetahuinya
"Udah"balas Rendi
"Apa kalian yang kasih tau Adhim soal ini?"tanya Aqila memastikan
"Iya"jawab keduanya kompak,nadanya lebih rendah dari sebelumnya
Seketika Aqila merasa ada yang menusuk hatinya. Dia merasa bersalah karena merahasiakan ini dari teman-temannya,tanpa berpikir panjang Aqila berjalan ke luar kelas
"La,Lo mau ke mana?"tanya Siska bingung sambil memandang teman-temannya satu persatu
Aqila tidak menjawab pertanyaan dari Siska,Ia terus berjalan ke luar
"Aqila ngambek tuh,gara-gara Lo"kata Hans kepada Rendi sambil memukul dada Rendi pelan
"Kok gue yang salah?Kan Lo yang nyuruh gue bilang ke Adhim kenapa gue yang harus di salahin"gerutu Rendi sambil menatap Hans sinis
"Santai aja kali"sindir Hans dan mendorong Rendi karena wajah Rendi dekat dengannya
"Rendi ke sini"ucap Aqila lantang,Ia berada di depan pintu kelasnya
Rendi menuruti perintah Aqila dan pergi ke luar kelas
"Aqila sama Rendi mau ngapain?"tanya Siska kepada Hans dan Fatih
__ADS_1
"Nggak tau,kita kepoin yuk"ajak Hans,ketiganya berjalan perlahan agar tidak di dengar Aqila dan Rendi. Mereka bersembunyi di balik tembok
"Ada apa?"tanya Rendi memulai pembicaraan
"Antar Aqila cari Adhim"balas Aqila sambil memohon. Rendi awalnya tidak mau tapi,Ia tidak tega menolak permintaan dari Aqila
"Cari ke mana?"tanya Rendi dan artinya Rendi mau mengantar Aqila mencari Adhim
"Bentar"balas Aqila,Ia mengambil ponsel dan melacak keberadaan Adhim di ponselnya
"Nah ada,kita sekarang ke sana"kata Aqila terburu-buru
"Ini masih jam pelajaran Aqila Anatasya....."kara Rendi mengingatkan
"Tapi Adhim..."tolak Aqila sambil menunjuk ke arah menuju parkiran
"Jam pelajaran cuman satu jam lagi. Gue janji setelah jam pelajaran berakhir,gue antar Lo cari Adhim,oke. Tapi sekarang kita ke kelas dulu sebentar lagi guru datang"jelas Rendi sambil menarik tangan Aqila ke dalam kelas,Aqila menganggukkan kepala tanda mengerti
Siska,Hans dan Fatih yang dari tadi mendengarkan percakapan antara mereka langsung berlarian menuju tempat asal di mana mereka duduk
'Hampir saja' gumam ketiganya sambil mengelus-elus dadanya masing-masing
"Kenapa kalian ngikutin gue?"tanya ketiganya kepada satu sama lain
Mereka seketika tertawa karena tingkah laku dan cara bicaranya sama.
"Kalian lagi ngomong apaan?"tanya Rendi yang sudah masuk ke dalam kelas bersama Aqila
"Ya udah kita ke kelas dulu sebentar lagi masuk"Hans dan Fatih pergi dari kelas IPA 4
🍁🍁🍁
"Rendi jadi kan?"tanya Aqila memastikan
"Iya jadi,kan gue udah janji sama Lo"jawab Rendi yang sedang membereskan buku-bukunya di atas meja
"Gue pulang duluan ya"kata Siska bohong dan berjalan ke luar kelas
Sebenarnya Siska akan menemui Fatih dan Hans untuk mengikuti kemana Aqila dan Rendi akan pergi
Selesai membereskan buku,keduanya berjalan menuju parkiran dan menaiki mobil Rendi
"Aqila mau kemana sama Rendi?"gumam Hendrik heran
Siska,Hans dan Fatih kemudian mengikutinya dari belakang. Hal ini semakin membuat Hendrik penasaran,tanpa berpikir panjang akhirnya Hendrik berlari ke arah mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan normal
🍁🍁🍁
"Lo ****,Lo **** Dhim"kata Adhim kepada dirinya sendiri sambil memukul-mukul wajahnya
__ADS_1
"Aaaahhhggg...."teriak Adhim sambil memukul-mukul tembok di hadapannya,sampai-sampai tangan yang tadinya putih bersih sekarang bercucuran darah
"Aqilaaa.....kenapa Lo lakuin ini sama gue..."teriak Adhim lagi dan berhenti memukul-mukul tembok
Adhim berada di suatu tempat yang sepi,dimana terdapat bangunan besar dengan pemandangan yang cukup indah,Adhim berada di lantai paling atas bangunan tersebut.
Aqila dan Rendi sudah sampai di tempat tujuan dan melihat Adhim yang sedang duduk sambil memegang kepalanya dan mengacak-ngacak rambutnya
"Aqila jangan ke sana,ini bukan waktunya Lo berhadapan sama Adhim"cegah Rendi dan Aqila pun menurutinya
Siska dan yang lainnya sudah sampai di sana juga,dan mereka melihat Aqila dan Rendi sedang memperhatikan sesuatu.
"Woy"ucap Hendrik yang tiba-tiba
"Bikin kaget aja Lo"balas Hans sambil menatap Hendrik sinis
Adhim pun berdiri berteriak dengan sangat keras kembali....
"Aqila...gue cinta sama Lo,gue sayang sama Lo Aqila..."
"Itu suara Adhim?"tanya Siska sambil berbisik
"Dan dia bilang cinta sama Aqila"sambung Siska tidak percaya
'Adhim....gue emang udah gak ada harapan untuk dapetin Aqila'
pikir Hendrik
"Kenapa Lo nyerah di saat gue mulai suka sama Lo..."teriak Adhim kembali
Adhim menjatuhkan diri ke lantai,Aqila dan Rendi langsung menghampiri Adhim
Siska dan yang lainnya mengikuti Aqila dan Rendi,dan mereka melihat Adhim sudah tergeletak di lantai dengan tangan becucuran darah
"Adhim...bangun"ucap Aqila,Aqila tidak kuat menahan air matanya,Ia menangis sejadi-jadinya
"Adhim..."gumam Hans kaget,mereka langsung menghampiri Adhim dan mencoba membangunkannya
"Adhim...bangun Adhim...bangun"kata semuanya
"Kita bawa ke rumah sakit"kata Hendrik khawatir
"Jangan ke rumah sakit,bawa ke rumah Adhim aja hiks..hiks... Qila takut orang tuanya semakin cemas kalau di bawa ke rumah sakit"jelas Aqila yang masih menangis
Akhirnya mereka membawa Adhim ke rumahnya dengan menggunakan mobil Hendrik,di ikuti Rendi,Siska dan yang lainnya.
.
.
__ADS_1
.
"Seperti halnya sakit gigi,tapi Ia di hati" ~Adhim jihan~