
Sudah 2 hari ini Aqila berdiam diri di rumah,sementara dia tidak di boleh sekolah karena benturan yang di akibatkan kecelakaan Minggu lalu membuatnya sering sakit kepala.
"Aqila ini ada telepon dari Hendrik"teriak Asti dari dalam kamar Aqila
"Iya mah,ini bentar lagi kok"balas Aqila teriak,Aqila sedang berada di kamar mandi
"Hallo
Asti memulai pembicaraan
"Assalamu'alaikum Tante
salam Hendrik
"Wa'alaikumussalam. Ada apa ya...?
tanya Asti sambil duduk di atas ranjang
"Aqila nya ada Tante?
Hendrik balik nanya
"Ada..lagi di kamar mandi. Kalau mau ngobrol sama Aqila nanti telepon lagi aja
jelas Asti
"Kalau gitu nanti Hendrik telepon lagi aja Tante. Assalamu'alaikum
Hendrik menutup pembicaraan
"Wa'alaikumussalam
balas Asti sambil meletakkan handphone Aqila di atas meja dan berjalan ke luar
Tak lama setelah Asti berjalan ke luar Aqila sudah selesai mandi,dia langsung mencari pakaian di lemari dan memakainya.
Saat hendak menyisir rambutnya hp Aqila bergetar
Drrrttt.....drrrttt....Aqila langsung mengambil hp nya dan melihat namanya
"Hendrik.."gumam Aqila dan langsung mengangkatnya
"Assalamu'alaikum
Hendrik memulai topik
"Wa'alaikumussalam
jawab Aqila
"Hendrik ada apa telpon Aqila?
tanya Aqila bingung
"Aku mau ngomong sama kamu,tapi nggak di telpon. Gimana kalau kita jalan aja,nanti aku jemput kamu ya...bye..
jelas Hendrik
"Tapi Hen....
belum selesai Aqila bicara Hendrik sudah menutup telponnya
Aqila langsung mengganti bajunya kembali dengan dress dan menyisir rambutnya. Tak lama kemudian ada suara klakson mobil di depan pintu rumah Aqila,Aqila melihat ke jendela ternyata itu mobil Hendrik. Aqila cepat-cepat menuruni tangga dan tak lupa berpamitan kepada kedua orang tuanya beserta neneknya.
"Kamu hati-hati dijalan"teriak Asti,Aqila sudah berada di depan pintu rumah
"Iya mah. Assalamu'alaikum"pamit Aqila dan kemudian berlari ke kearah mobil Hendrik
"Wa'alaikumussalam"balas semuanya
"Kita ke mana?"tanya Aqila yang sudah berada di dalam mobil Hendrik
"Nanti juga tau"jawab Hendrik sambil tersenyum
"Oh iya kamu kapan sekolah lagi?"tanya Hendrik
__ADS_1
"Qila juga nggak tau"jawab Aqila seadanya
"Gimana hubungan kamu sama Adhim?"tanya Hendrik kembali
"Kenapa Hendrik nanya itu?"Aqila balik nanya
"Ya...gak papa sih,cuman mau tau aja"balas Hendrik sambil menoleh ke arah Aqila sekilas
Mobil Hendrik berhenti di sebuah cafe yang cukup ramai banyak orang,sebagian besar yang datang anak remaja.
Aqila dan Hendrik masuk ke dalam cafe tersebut dan duduk di kursi yang sudah di pesan Hendrik sebelumnya.
"Mba..."Hendrik melambaikan tangannya ke arah salah satu pelayan
"Ada yang bisa saya bantu?"tanya si pelayan
"Kita pesen dalgona cofee 2"kata Hendrik
"Baik,di tunggu sebentar"pelayan itu meninggalkan keduanya
"Hendrik ngajak ke sini cuman mau ngajak Aqila minum?"tanya Aqila,menurut feeling nya begitu
"Nggak juga sih,ada yang harus aku bicarakan sama kamu"jelas Hendrik,sepertinya Hendrik merencanakan sesuatu,tapi entah apa
Tak lama kemudian minuman yang di pesen tadi datang,mereka meminum cofe tersebut dan tidak ada pembicaraan di antara mereka berdua.
"Aqila apa kamu sudah ada jawaban tentang waktu itu?"tanya Hendrik dengan penuh harapan
Aqila sempat terpaku,dia berpikir keras 'Jawaban apa?' tanya Aqila dalam hati. Aqila kemudian teringat ketika Hendrik mengungkapkan perasaannya "Mungkin jawaban yang itu"gumam Aqila
"Gimana?Apapun jawabannya aku menerimanya dengan senang hati"jelas Hendrik kembali
'Apa Qila terima aja ya?Tapi Adhim...Qila....jauhin Adhim jauhin Adhim...
katanya dalam hati sambil memukul mukul kepalanya pelan
"Kamu kenapa?Kepalanya sakit lagi ya?"tanya Hendrik yang mulai khawatir
"Hah?Ng...enggak kok gak papa"jawab Aqila,pertanyaan Hendrik membuyarkan lamunannya
"Nggak bukan kok,Qila gak sakit beneran"balas Aqila sambil mengangkat jarinya 2
"Aqila udah ada jawabannya"sambung Aqila
"Tunggu bentar..."Hendrik berjalan menuju panggung,kebetulan di cafe ini ada panggung untuk penyanyi menghibur orang-orang
"Apa yang di lakukan Hendrik di sana?"gumam Aqila bingung
Hendrik memainkan gitar yang di pegang nya dan mulai bernyanyi
**Ketika ku mendengar bahwa
Kini kau tak lagi dengannya
Dalam benakku timbul tanya...
Masihkah ada dia di hatimu bertahta
Atau ini saat bagiku untuk singgah di hatimu
Namun siapkah kau tuk jatuh cinta lagi
Meski bibir ini tak berkata
Bukan berarti ku tak merasa ada yang berbeda di antara kita
Dan tak mungkin ku melewatkan mu hanya karna diriku tak mampu untuk bicara
Bahwa aku ingin kan kau ada di hidupku**....
"Itu pacar Lo ya?"tanya seseorang cewe
"Bukan"jawab Aqila
"Oh...atau suami ya?"tanya cewe itu kembali
__ADS_1
"Bukan"jawab Aqila kembali
"Oh...gue tau kalian lagi pdkt ya..."kata cewe itu sambil menunjuk ke arah Aqila
Aqila tersenyum sambil melihat ke arah Hendrik
"Udah terima aja...cinta itu bisa datang secara tiba-tiba,gue juga asalnya gak suka sama pacar gue yang sekarang tapi dengan seiringnya waktu ada rasa nyaman dan gue sekarang sayang banget sama dia"jelas si cewe itu,ceritanya seperti yang dialami Aqila saat ini
"Kalau gitu gue pergi dulu ya..."pamit cewe itu dan pergi keluar cafe
**Pikirkan saja dulu
Hingga tiada ragu
Agar mulus jalanku
Melangkah menuju ke hatimu....
ooohh....
Pikirkan saja dulu
Hingga tiada ragu
Agar mulus jalanku
Melangkah menuju ke hatimu...
Siapkah kau tuh jatuh cinta lagi..
Meski bibir ini tak berkata
Bukan berarti ku tak merasa
Ada yang berbeda diantara kita
dan tak mungkin ku melewatkan mu
Hanya karna diriku tak mampu untuk bicara
Bahwa aku inginkan kau ada di hidupku....
Bila kau jatuh cinta katakanlah jangan buang sia-sia
Bila kau jatuh cinta katakanlah jangan buang sia-sia
Bila kau jatuh cinta katakanlah jangan buang sia-sia
Siapkah kau tuk jatuh cinta lagi**....
Semua bersorak dan bertepuk tangan. Hendrik kembali ke tempat duduknya semula dan berlutut di hadapan Aqila dengan membawa sekuntum bunga di belakang punggungnya
"Aqila apa kamu mau jadi pacar ku"ucap Hendrik sambil memegang tangan Aqila dan menyodorkan bunga yang di pegang nya tadi
Aqila terpaku melihat Hendrik melakukan ini di depan banyak orang.
"Terima...terima...terima..."kata semuanya kompak sambil menepuk-nepuk tangan
Aqila mengangguk dan berkata
"Ya...aku mau"
Hendrik langsung memeluk Aqila erat dan semua bertepuk tangan
"Jadi kita pacaran?"tanya Hendrik dengan semangatnya
"Ya"jawab Aqila sambil tersenyum
Hendrik kembali memeluk Aqila dengan erat
.
.
.
__ADS_1
"Mencintaimu adalah anugerah terbesar yang Tuhan berikan kepadaku"